
Setelah pulang dari apartemen dira, jay langsung ke rumah lian.. Syukurnya lian ada di tempat
"Ada apa senior?" Tanya lian
"Maaf karena tidak menemui mu beberapa hari yang lalu di taman kota.. Hari itu aku pergi menyelamatkan dira d-"
"Tidak apa-apa senior.. saya mengerti" Tersenyum paksa
Jay mengangguk "Lalu apa yang ingin kau katakan hari itu?"
Lian terdiam sejenak "Haruskah aku mengatakan nya sekarang?" Batin nya
"Lian" Panggil nya
"Sebaiknya kita bicara di taman belakang rumah saja senior... Mari ikut saya" Berjalan mendahului jay
.
.
.
¶Taman belakang rumah
"Senior.." Menunduk sejenak lalu menatap jay "Apa tak ada kesempatan sama sekali untuk ku?" Tanya nya to the point
__ADS_1
Jay Mengerutkan keningnya bingung "Maksud mu apa?"
Menatap jay sendu "Senior.. selama hampir 2 tahun aku berusaha untuk membuat mu melihat ke arah ku.. Dan jika dibandingkan dengan dira bukankah aku.." Terdiam sejenak "Jauh lebih baik darinya?! Tapi kenapa senior dengan mudahnya memberikan hati senior padanya?"
Raut wajah jay berubah datar dan dingin setelah mengetahui maksud ucapan lian
"Kenapa?!" Tersenyum smirk "Menurut mu kenapa aku dengan mudahnya jatuh hati pada sahabat mu itu?" Menatap Lian dingin "Yang pasti nya dia sangat berbeda jauh dengan gadis-gadis di luar sana termasuk dirimu"
"Apa karena itu kau menghindari dira?" Tanya Jay sambil menatap lian datar
Lian hanya menunduk sambil meremas ujung dress-nya
"Berhentilah bersikap konyol.. Kau melampiaskan emosi mu pada dira hanya karena pria yang kau sukai menyukai dira.. Dan dengar lian, perasaan tidak bisa di paksakan.. Seberapa keras pun kau berusaha untuk membuat ku menyukai mu, tak akan membuahkan hasil jika aku memang tak ada ketertarikan pada mu dan juga hati ku telah menemukan pemiliknya"
"Saat ini dira sangat membutuhkan mu di sisi nya.. Turunkan ego mu dan temui lah dia" Ucapnya lalu pergi begitu saja
.
.
"Dan kenapa kau hanya mementingkan perasaan nya.. Tidak kah kau tau? Hati ku sangat sakit saat ini.."
•••
Esok harinya
__ADS_1
Jay datang lagi ke apartemen dira melihat kondisi dira
"Hey kenapa melamun?" Tanya Jay sambil mengelus rambut dira
"Jay.. Apa kau sudah bertemu dengan lian?"
Jay terdiam sejenak "Apa dia belum juga menemui mu?" Dira menggelengkan kepala membuat jay menghela nafas panjang "Bagaimana dengan orang tua lian, apa kau sudah menghubungi mereka?"
"Sudah.. tapi tak ada satupun dari mereka yang mengangkat nya, bahkan kak lucy juga tak pernah mengangkat telfon ku.." Menunduk sedih "Kenapa aku merasa mereka sedang menghindari ku"
"Mungkin mereka sedang sibuk.. Sudahlah jangan sedih, mereka pasti menghubungi mu saat ada waktu luang.."
"Tetap saja.. ini sangat aneh, sesibuk nya Lian pasti dia menyempatkan diri untuk menghubungi ku"
Jay tampak memejamkan matanya erat-erat sejenak "Kalau begitu ayo kita ke rumah lian... Tenang saja, kau akan aman bersama ku hmm" mengelus rambut dira
Dira terdiam cukup lama lalu mengangguk kan kepala
Merekapun bergegas ke rumah lian, namun sayangnya sesampainya di rumah lian tak ada siapapun disana..
Kata pembantu di rumah lian, lian dan keluarganya sedang pergi berlibur
"Bi.. kalau nanti lian serta kedua orang tua nya sudah balik, tolong hubungi saya yah" Ucap Dira pada maid Lian
"Baik nona" Tersenyum
__ADS_1
"Ayo kita pulang" Ucap Jay lalu menggandeng tangan dira
Dira tampak melamun "Rasanya sangat aneh... Kenapa aku sangat yakin jika lian sengaja menghindari ku" batin nya