Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 19


__ADS_3

3 hari kemudian, hari pernikahan zeela dan zian pun tiba dan mulai berlangsung.. Zian hanya mengundang kerabat dekat sesuai dengan permintaan zeela.. Zeela pun juga hanya mengundang kerabat dekat saja


Namun zeela tampak bingung karena banyak orang yang datang tapi tidak di undang seperti teman-teman syila dan beberapa tetangga rumah keluarga nya


Seperti nya kedua orang tua nya yang mengundang


Zeela tidak ambil pusing, setelah mengucapkan janji suci dan sah menjadi sepasang suami-istri, ia hanya fokus menemani zian menghampiri para kerabat dekat


"Jeng.. bukan nya kau bilang syila yang akan menikah dengan pengusaha itu" Tanya salah satu tetangga pada Ny Wijaya dengan suara tapi masih bisa di dengar oleh zian


Ny Wijaya hanya diam sambil tersenyum tanpa berniat membalas ucapan tetangga nya itu


"Hey.. kenapa tiba-tiba kakak mu yang menikah dengan nya, bukan nya yang di jodohkan dengan tuan zian aditama itu adalah kau" Tanya salah satu teman syila


"Dia lebih memilih Kak zeela" Menunduk sambil memasang wajah sedih


"Whaattt??? Kenapa?? Toh kau kan lebih baik dari kakak mu"


"Benar.. kurasa pria itu tidak bisa menilai mana yang baik dan tidak"


"Lalu kau hanya membiarkan nya begitu saja?"


"Aku bisa apa.. toh aku tidak mau memaksa zian" Ucap syila pelan

__ADS_1


"Apa sebenarnya yang dia liat dari saudara mu itu?? Aku bukan nya ingin merendahkan saudara mu.. tapi yaa bagaimana yah, kalau mau di liat dari segi wajah penampilan dan pendidikan kau di atas segalanya loh" Ucapnya tak habis pikir


"Sudah tidak enak di dengar orang" Tegur syila walau sebenarnya dalam hati syila tersenyum puas


"Kau terlalu baik syila.. aku kasihan pada pria itu tck tck"


Para tamu yang mendengar pembicaraan syila dan teman-teman nya sontak saling berbisik-bisik


Zeela yang mendengar itu semua hanya bisa diam dengan kepala yang tertunduk


"Mereka tidak tau apa-apa tentang istri ku tapi berlagak seolah-olah tau segalanya tentang istri ku" Ucapnya membuat keluarga-keluarga nya menatap ke arahnya


"Sudahlah.. tidak perlu di permasalahkan" Ucapnya tidak ingin membuat keributan


"Kami tau mana yang baik dengan tidak.. walaupun kami bukan orang tua kandung nya tapi kami tau nak zeela seperti apa" Celetuk Ny Aditama


Ny Wijaya tampak tersenyum remeh "Bicara seolah-olah tau segalanya" Gumamnya


"Maaf tante.. teman-teman saya kalau bicara selalu tidak di filter dulu" Membungkuk minta maaf


"Untuk apa minta maaf kau kan tidak salah.. nyonya kami minta maaf sudah membuat keributan, tapi apa yang kami katakan tidak sepenuhnya salah karena memang faktanya syila jauh lebih baik dari kakaknya itu" Celetuk teman syila


"Kau tau dari mana?"

__ADS_1


"Tentu saja kami tau.. karena kami selalu berada di lingkungan mereka"


"Tidak usah bicara jika memang tidak tau" Ketus


"Ma.. sudah jangan di teruskan lagi, tidak enak di liat para tamu" Ucap zeela menenangkan Ny Aditama


"Tidak sayang.. Jangan selalu hanya diam di rendahkan seperti itu, kau bisa menerima semua hinaan mereka tapi mama tidak terima jika menantu mama di hina.. mereka tidak tau apapun tapi seolah-olah mengetahui segalanya" Menatap teman-teman syila tajam


"Ma.. tak ada gunanya meladeni mereka, dan tak ada gunanya membandingkan seseorang.. Dan apa gunanya membanggakan diri yang jatuhnya nanti malah menyombongkan diri.... Apa yang aku raih dan miliki saat ini cukup hanya aku dan orang terdekat ku yang tau.. bagaimana pun pandangan mereka tentang ku aku tidak perduli"


Ny Aditama menatap zeela dengan tatapan sendu, begitupun dengan keluarga Zian yang lainnya


"Ma.. apa yang istri ku katakan benar, tak ada gunanya meladeni mereka.. lagian mereka tidak sebanding dengan istri ku" Menatap zeela sambil tersenyum


Ziqn mendekat ke arah zeela yang sedang menunduk, "Jangan menunduk" ucapnya lalu meraih dagu zeela


Cup


Zeela membulatkan matanya saat Zian mengecup bibir nya cukup lama


"Aku bangga padamu sayang" Tersenyum


.

__ADS_1


.


DEGG!!!!


__ADS_2