
Walaupun ketiga pria itu berhasil merobek baju Dira tapi syukurnya mereka belum menyentuh dira sama sekali karena perlawanan dira cukup kuat
"Kau aman sekarang.." Ucap Jay mengelus punggung dira
Jay merogoh ponselnya dan menghubungi pihak keamanan kampus lalu melaporkan kelakuan bejat ketiga pria tadi... Walaupun jay tidak tau nama ketiganya tapi jay tau mereka berada di jurusan yang sama dengan nya
"Kenapa kau masih berkeliaran dikampus sedangkan ini sudah mulai gelap?" Dira tidak menjawab ia masih menangis ketakutan
Jay menghela nafas panjang lalu menggendong dira "Aku akan mengantar mu pulang, jangan khawatir.. ku pastikan ketiganya akan benar-benar mendapat hukuman yang setimpal"
•
•
•
¶Apartemen Dira
Dira terus menangis ketakutan
"Tolong pergi" Ucapnya pada Jay
"Baiklah" Ucapnya lalu keluar dari kamar dira
Namun jay tidak benar-benar pergi
"Haa bagaimana aku bisa berkomunikasi dengan pembantu nya Dira kalau begini" Gerutunya
Bi Iyem tiba-tiba mendekat ke arah Jay, lalu tampak mengatakan sesuatu di ponsel nya lalu menyodorkan nya ke Jay... Jay tampak tertawa geli karena ternyata bi Iyem pakai google voice translate untuk berbicara dengan nya.. Walaupun agak sulit tapi itu satu-satunya jalan untuk berkomunikasi
"Tuan Jay terimakasih sudah menolong nona dira... Oh iya, saya mau mengantar makanan dulu untuk nona dira yah" Jay hanya mengangguk sambil tersenyum
Bi Iyem pun masuk ke kamar Dira sambil membawa nampan berisi makanan
Tak berlangsung lama Jay di kejutkan dengan teriakan Bi iyem, tanpa berlama-lama Jay langsung berlari masuk ke dalam kamar dira...
Atensi Jay langsung tertuju pada dira yang sedang duduk di lantai kamar mandi, ia terbelalak melihat dira yang tengah mencabik-cabik tubuhnya sendiri hingga menimbulkan goresan-goresan di sertai sedikit darah disana.. "Dira apa yang kau lakukan" Bentak Jay sambil menahan tangan dira untuk menyakiti diri sendiri
"LEPASSSSSS!!!" Teriaknya sambil memukul-mukul jay
Jay memeluk Dira secara paksa "Honey come down.. aku akan menghukum mereka, karena itu berhenti melukai dirimu sendiri" Ucapnya mencoba menenangkan Dira namun Dira tetap memberontak sambil menangis histeris
Mau tak mau Jay menggendong dira secara paksa karena merasakan tubuh Dira yang menggigil kedinginan karena tubuh Dira yang basah kuyup "Bi tolong siapkan air hangat sekaligus baju untuk dira" Bibi Iyem hanya mengangguk lalu segera melakukan perintah jay
__ADS_1
Jay duduk di tepi kasur dengan dira yang berada di pangkuan nya " Tenanglah sayang... Tenanglah... Akan ku pastikan mereka dihukum seberat-beratnya, kalau perlu kau pun bisa menghukum mereka langsung" Mengelus punggung dira
Dira hanya diam sambil menangis dengan tubuh yang bergetar hebat
"Dira.." Melepas pelukannya lalu menangkup wajah dira "Katakan jangan takut, apa mereka sempat menyentuh mu?"
"Mereka menyentuh pipi ku, tangan, dan sempat memegang dada ku lalu mereka merobek baju ku" Gemetar
Jay kembali memeluk dira "Dia akan trauma berat" Batin nya
Dira menyembunyikan wajahnya di dada Jay, pelukan Jay sangat hangat dan mengingatkan nya pada Daddy nya
"Dira.. lupakan kejadian tadi.. jika kau tidak bisa melupakan nya maka aku akan mengganti nya dengan kenangan manis.. Aku akan menghapus ingatan buruk mu" Menangkup wajah Dira dan menatap mata Dira dalam "Honey.. I really love you.. please trust me.." Mengecup bibir Dira membuat dira kembali menangis ketakutan
"Tenanglah sayang... Ingat di depan mu sekarang adalah jay pria yang mencintai mu.. bukan pria-pria bajingan itu" Jay kembali mengecup bibir Dira sambil mengelus punggung Dira agar Dira nyaman.. Hanya sebuah kecupan saja, perlahan-lahan Dira mulai tenang "I love you.. i love you so much" Mengecup kening Dira
Menatap Dira dalam "Honey.. percayalah padaku, aku tidak akan berbuat lebih.. Aku hanya ingin kau mengingat kenangan manis ini hmm?" Mengelus pipi dira
Dira yang sudah seperti terhipnotis dengan mata biru langit itu, perlahan-lahan mengangguk kan kepala... Jay tersenyum lembut lalu perlahan-lahan membaringkan tubuh Dira di kasur dan menindih tubuh Dira
Jay ******* bibir Dira lembut sambil mengelus pipi tembem menggemaskan itu "Sayang jangan tutup mata mu.." Ucapnya saat melihat dira menutup mata dan terlihat ketakutan
Dira pun membuka matanya dan melihat wajah tampan Jay.. Jay kembali mengecup tiap inci wajah Dira
"Aku tau tak akan mudah untuk mu melupakan nya nanti tapi aku akan terus berada di samping mu dan membuat mu melupakan kejadian tadi... I promise honey" Mengecup kening dira sayang
.
.
.
.
Di sisi lain
Lian tengah menunggu Jay di taman kota, sudah hampir sejam ia menunggu namun tak ada tanda-tanda Jay akan datang.. Lian juga sudah mengirim pesan pada Jay tapi Jay tak kunjung membalasnya, Lian pun memutuskan untuk menghubungi jay..
Jay juga tak kunjung mengangkat telfon nya hingga panggilan ke lima, Jay pun mengangkat telfon nya namun bukan suara Jay yang terdengar
"Halo"
"Eoh.. bisa berbicara dengan Jay?"
__ADS_1
"Aduhh ngomong apa yah mana ngerti aku" bingung nya
"Loh bi iyem!!" Lian Terbelalak saat mengenali logat bicara bi iyem
"Loh kok bisa kenal saya? Dan non kok bisa bahasa Indonesia?!"
"Ini saya bi lian" Jay memang tidak menyimpan nomor handphone lian jadi nya saat Lian menelfon tak ada nama yang tertera
"Astagah non liaannn... Ehh non lian berteman sama tuan Jay juga yah?"
"Iya bi... Oh iya kok ponsel jay bibi yang pegang, Jay nya dimana?"
"Oh iya non, tuan Jay sekarang ada di apartemen.. Tadi tuan Jay menyelamatkan nona dira dari orang-orang jahat dan sekarang ini tuan Jay sedang menenangkan nona dira"
"Astagah... Kalau begitu saya langsung kesana bi" Ucap nya lalu bergegas ke apartemen Dira
.
.
.
Sesampainya di apartemen dira, lian langsung menghampiri dira di kamar..
Lian tampak mematung di tempat melihat pemandangan di depannya..
Jay dan dira tertidur sambil berpelukan dan jangan lupa wajah keduanya yang sangat berdekatan hingga hidung keduanya bersentuhan
"Dira.. kenapa kau sangat beruntung.. Kenapa begitu banyak orang yang menyayangi mu dan mencintai mu..." Menitikkan air mata
"Aku sudah lama berada di dekatnya.. aku selalu berusaha menarik perhatiannya namun tak sedikitpun ia menoleh kearah ku.. Tapi kau? Kau baru muncul beberapa detik di dalam kehidupan nya tapi kau sudah mampu menarik perhatian nya..."
.
.
.
.
"Bukan kah... Ini sangat tidak adil?"
..."Maaf kalau lama up nya yah gaes dan sekali up malah satu bab aja hehe 😅 Agak sulit soalnya bagi waktu di real life dan nulis di noveltoon mana author juga aktif nulis di YouTube jadi nya gitu lah 😂 Mohon di maklumi yah☺️ Jangan lupa komen like and vote 😉"......
__ADS_1