Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 21


__ADS_3

Esok harinya zeela bangun pagi-pagi menyiapkan sarapan untuk dira dan zian


"Mana Dira?!" Tanya nya setelah mendaratkan bokong nya di kursi meja makan


"Sedang siap-siap" Mengatur makanan di atas meja


10 menit berlalu dira belum-belum juga datang bergabung bersama zeela dan zian di meja makan "Biar aku yang menghampiri dira" ucap zeela saat melihat Zian hendak berdiri menghampiri dira di kamar nya


"Kau makanlah duluan" Zian mengangguk


Zeela pun bergegas menghampiri dira di kamarnya.. Sesampainya di kamar Dira, zeela melihat dira sedang duduk di kursi meja belajarnya sambil menundukkan kepala


"Sayang" Panggil nya membuat dira menoleh


"Mom"


"Kenapa masih disini hmm.. ayo turun sarapan, lalu berangkat sekolah" Mengelus rambut dira


"Mom.. bisa kah hari ini aku tidak pergi ke sekolah"


"Kenapa?? Bukan nya hari ini hari anniv sekolah dira dan bukan nya dira akan berpartisipasi dalam lomba hmm??"


"A aku takut mom" Ucapnya lirih


"Jika ini soal Daddy mu.. Bukan kah mommy sudah bilang jangan khawatir, mommy pastikan Daddy mu tidak akan marah jika kamu ikut berpartisipasi dalam lomba"


"Bukan itu mom... (Terdiam sejenak) hari ini bertepatan dengan penerimaan raport.. kemarin wali kelas ku bilang penerimaan raport akan berlangsung setelah lomba perayaan anniv sekolah" Menunduk


"Aku takut Daddy marah setelah melihat nilai raport ku"


"Apa Daddy mu yang selalu datang saat penerimaan raport?"


Dira menggelengkan kepala "Daddy hanya menunggu di dalam mobil.. dan bibi iyem yang mewakili Daddy"


"Sudah.. jangan khawatir, mommy akan melindungi mu dari kemarahan Daddy mu" Ucapnya membuat dira menatap nya sendu lalu memeluk nya dengan erat


"Terimakasih mom"


Mengecup kening Dira "Iya sayang.. sekarang kita turun sarapan yah"


Keduanya pun bergegas menuju ruang makan


"Kenapa lama sekali?"


"Kau seperti tidak tau saja bagaimana anak gadis jika sedang bersiap-siap"


Zian memutar bola matanya malas "Dira.. kemarin Daddy menerima surat dari sekolah untuk menghadiri penerimaan raport.. Daddy sudah mendatangkan guru privat untuk mu jika sampai nilai mu masih begitu-begitu saja.. Daddy akan m-"


"Bisakah kau diam dulu.. habiskan makanan mu dan segera ke kantor, aku yang akan mewakili mu menerima raport Dira" Ketus


Zian akhirnya diam dan melanjutkan sarapan nya dengan perasaan kesal


 

__ADS_1


¶Sekolah Dira


Setelah perayaan anniv selesai para murid pun di arahkan kembali ke kelas begitupun dengan orang tua murid agar penerimaan raport segera di langsung kan


Para orang tua murid berdiri tepat di belakang kursi para siswa


Setelahnya wali kelas mulai membagikan raport berdasarkan peringkat, mulai dari peringkat satu hingga peringkat terakhir


"Baiklah kita mulai dari peringkat pertama.. (menatap salah satu murid yg berprestasi) seperti biasa peringkat pertama di ambil oleh Lian Willer" Tersenyum


Sontak para murid dan orang tua murid memberikan tepuk tangan yang meriah


"Ahh jadi lian sekelas dengan dira" batin zeela saat melihat lian menghampiri guru dan mengambil raport


"Malang sekali anakku.. dia pasti juga ingin seperti lian" batin nya sambil melihat dira yang menunduk sedih


Setelah penerimaan raport selesai para murid dan orang tua pun satu persatu meninggalkan ruang kelas.. namun tidak dengan dira, ia hanya diam duduk di bangku nya sambil menunduk kan kepala


"Sayang.. ayo kita pulang" Menghampiri dira


"Mom.. mommy pasti malu kan" Terisak


"Heyy.. kenapa menangis sayang" Menangkup wajah Dira


"Mommy pasti malu kan punya anak yang bodoh" Menangis


Menatap dira sendu "Sudah berapa kali mommy bilang, dira tidak bodoh"


"Lalu apa namanya jika bukan bodoh? aku bahkan mendapatkan peringkat 5 dari terakhir"


"Kalau misalnya aku hanya naik satu peringkat mom??"


"Itu suatu kemajuan sayang.. dan tentu nya mommy akan sangat bangga"


Dira tersenyum lalu memeluk zeela "aku janji akan berusaha mendapatkan yang lebih baik dari ini mom" Bersungguh-sungguh


"Dan Mommy akan membantu mu untuk maju sayang.. mommy janji (mengelus rambut dira) sekarang kita pulang yah" Dira mengangguk


 


¶Depan sekolah dira


"Zeela"


Zeela menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah sumber suara " t tuan"


"Kau disini juga" Tersenyum


"Iya.. tuan menjemput lian yah" Dion mengangguk


"Adik mu?" Tanya nya sambil menatap dira


"Eung??? Ohh i-"

__ADS_1


"Papa.. ayo kita pulang" Menghampiri dion


"Iyaa sayang.. (mengelus rambut lian) kami pulang dulu" Zeela hanya mengangguk lalu memutuskan pandangan nya dari dion.. Zeela terlihat salah tingkah karena dion terus saja menatapnya


"Sampai jumpa lagi gadis manis (mengacak rambut zeela) sampai jumpa gadis kecil" Mengelus rambut dira


Dion dan lian pun berlalu pergi


 


Di sisi lain


Zian yang sedari tadi melihat interaksi keduanya hanya diam dan menatap keduanya dengan tatapan dingin


"Ahh jadi anak berprestasi itu anak nya tuan dion" Ucap sekretaris danu


Wajah lian memang sudah tidak asing lagi.. wajahnya selalu terlihat di televisi dan berita kabar saat ia mendapatkan juara lomba sains mewakili sekolah dasar di bandung.. belum lagi wajah lian terpampang di baliho depan sekolah untuk menyambut siswa baru


Dan zian pun tau itu..


"Suruh mereka cepat kemari" Dingin


"Baik tuan"


Sekretaris danu pun menghampiri zeela dan dira lalu mengatakan jika Zian datang menjemput mereka.. sontak fira tampak gugup dan takut, zeela yang melihat itu bergegas menarik tangan dira dan menggenggam nya, mengisyaratkan pada dira agar tidak cemas dan takut


¶Mobil


"Bagaimana? Apa ada peningkatan?" Tanya nya tanpa basa-basi setelah dira dan zeela masuk ke dalam mobil


"Diraaa!!" Panggil nya, saat melihat dira hanya diam sambil menunduk


"Bisakah kita pulang dulu" Datar


Ziam membuang pandangannya dan mengisyaratkan pada sekretaris danu untuk bergegas mengantar mereka pulang


 


Sesampainya di rumah, zian menyuruh sekretaris danu ke kantor dan mengurus semua pekerjaan nya.. setelahnya zian pun masuk ke dalam rumah menghampiri dira dan zeei di ruang tamu


"Mana raport mu?"


Dengan perasaan takut, dira menyerahkan raportnya pada Daddy nya, dan zian pun langsung memeriksa nilai-nilai Dira


.


.


.


Braakkkk


Zeela dan dira terlonjak saat zian membanting raport itu di atas meja

__ADS_1


"Bukan nya meningkat, kenapa nilai mu semakin turun diraaaaa?!!!!"


__ADS_2