
Keduanya menoleh saat seorang pria datang menghampiri mereka "Siapa gadis ini Jay?"
"Si pendek" Ucapnya membuat dira melotot kearahnya
Terkekeh "Oh iya kau tidak lupa kan jika sore ini kita ada pertemuan dengan prof. Billie?"
"Tentu saja aku ingat.. Apa sudah waktunya?" Teman Jay mengangguk "Baiklah.. Ayo kita pergi" Hendak beranjak "Di ujung sana ada tangga khusus untuk mengambil buku di rak yang paling tinggi" Ucapnya pada Dira lalu beranjak pergi
"Tck.. Dia pasti mengejek ku" Kesal nya "Lagian kenapa sih buku nya harus di simpan di rak yang paling atas... Kan kasian untuk orang-orang yang memiliki tinggi badan di bawah rata-rata" Gerutunya
"Kau kenapa?!"
"Akkhhh mommyyy" Dira menoleh melihat siapa yang berada di belakangnya "Astaga lian, kau ini bikin kaget saja" Mengusap dada nya "Tapi.. kenapa kau sudah keluar kelas, bukan nya mata kuliah mu selesainya jam 5?"
Lian terkekeh "Maaf karena sudah membuat mu terkejut dan dosen tidak jadi masuk... Lebih baik kita jalan-jalan sebentar sebelum balik ke apartemen mu" Dira hanya mengangguk sambil tersenyum lalu mereka pun keluar dari perpustakaan
---------------
__ADS_1
Di sisi lain
"Ini pertama kalinya aku melihat mu berinteraksi dengan seorang gadis" Ucapnya pada Jay
"Benarkah?? padahal aku sering berbincang dengan gadis-gadis dari jurusan lain"
"Tck terserah.. Oh iya aku baru melihat gadis itu, apa dia mahasiswa baru?"
"Entahlah"
Diam-diam Jay tersenyum mengingat bagaimana tingkah konyol Dira tadi "Manis" Batin nya
Esok harinya Dira ke kampus sendirian karena saat ini lian sedang menggantikan Dion menghadiri rapat kerjasama perusahaan
"Ahh rasanya aku ingin menangis... Tak ada siapapun yang ku kenal disini, seandainya saja uncle Dion tidak sakit.. Lian pasti menemani ku disini" Gumamnya
"Awwwww" pekik Dira saat kepalanya terbentur di pohon akibat berjalan sambil menundukkan kepala tanpa melihat kearah depan "Aiss siapa sih yang tanam pohon disini" Kesal nya sambil menendang pohon itu
__ADS_1
"Ahahaha.. kau yang salah karena berjalan tanpa melihat keadaan sekitar dan kau malah menyalahkan pohon yang sudah disini lebih dari puluhan tahun" Ucap seseorang membuat dira menoleh
"Kauuuu" Pekik nya "Tck di antara banyak nya manusia disini kenapa aku harus bertemu dengan mu lagi" Ketus nya
"Mungkin... Karena kita jodoh?!" Jay merasa geli dengan ucapan nya sendiri, ia pun tidak menyangka akan mengeluarkan kata-kata seperti itu
Dira tertawa terbahak-bahak "Jodoh?? Kau bercanda yah?? Lucu sekali kau ini"
Jay tersenyum "Apa kau tau? gadis-gadis di kampus ini berharap agar bisa berjodoh dengan ku"
Dira menatap pria di hadapannya dari ujung kaki hingga ujung kepala "Ku rasa mereka sedikit tidak waras... Padahal kau terlihat biasa saja" Menatap pria di hadapannya aneh lalu beranjak pergi
"Whaattt?? Hey kauu" Mengejar Dira lalu meraih tangan Dira
"Apa sih" Menghempaskan tangan Jay lalu menatapnya tajam "Jangan mengganggu ku"
Jay terdiam sejenak, lalu tiba-tiba ia terkekeh membuat Dira semakin menganggap nya aneh.. "Dulu aku sering mengatakan apa yang kau katakan padaku barusan pada gadis-gadis yang mengejar ku tapi lihatlah sekarang..." Tertawa kecil "Apa kau tau, kau adalah gadis pertama yang menolak pesona ku dan penolakan mu itu malah membuatku tertarik padamu"
__ADS_1
"Dasar pria gilaaaaaaa"