
3 hari kemudian
Hari ini dira dan kedua orang tua nya sedang sibuk membantu radit berkemas.. Beberapa hari lagi Radit akan berangkat ke usa, Zian sudah menyiapkan semua keperluan radit selama di usa di antaranya apartemen dan maid.. Radit hanya perlu membawa beberapa barang penting saja
"Kau mau di antar sampai USA juga?" Tanya dira pada adiknya itu
"Tidak perlu, daddy dan kak dira kan harus mengurus perusahaan apalagi aku dengar beberapa hari kedepan perusahaan kita kedatangan investor asing dan mereka akan menetap beberapa hari di Indonesia.. Jika daddy dan kak dira tidak ada, apa yang akan mereka katakan nantinya" Dira hanya mengangguk
"Mommy yang akan mengantar mu sampai USA" Ucap zeela
Radit menoleh kearah daddy nya yang sudah memasang wajah masam "Tidak perlu mom.. Nanti bayi besar mommy merajuk" Sindir nya
Zeela menoleh kearah suaminya "Dad.. Aku antar anak kita sampai di usa yah"
Zian menghela nafas "Iya"
"Ga ikhlas banget sih dad" ejek radit
Zian menatap putranya itu tajam
"Sudah-sudah.. Mommy akan mengantar mu tapi mommy tidak akan lama menetap, mungkin cuma 2 hari saja.."
Radit tersenyum "iya mom"
"Sayang.. Aku lapar" ucap Zian pada istrinya
"Ya sudah makan dulu, aku siapkan dad" Zian hanya mengangguk lalu menggandeng tangan istrinya menuju dapur
Dira menatap radit yang masih sibuk mengemas pakaian nya "Radit.. Kau sengaja kan mau kuliah di usa"
"Apasih kak" Menatap dira sengit
"Awas yah kamu kalau macam-macam" menatap radit tajam
"Siapa yang macam-macam sih.. Orang mau pergi menimba ilmu juga.. dasar aneh"
"Radit.. Kakak ini mengenal mu sangat baik, kau pasti ada maksud lain kan"
"Kakak ku sayang.. Aku ini benar-benar mau pergi menimba ilmu, sudah ahh kakak ini suuzon Mulu Ama adek"
"Dih.." julid dira
.
.
.
.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, radit pun akan berangkat ke usa.. Zeela tidak jadi mengantar putranya itu sampai ke usa karena sang suami tiba-tiba jatuh sakit
¶ Bandara
"Sayang maaf yah.. mommy tidak jadi mengantar mu" ucap zeela sendu
"Tidak apa-apa mom, lagian aku ini sudah besar.. Aku bisa pergi sendiri.. Ngomong-ngomong bukan nya daddy sakit, kenapa malah ikut ke bandara" Menatap ayahnya heran
"Ya mau bagaimana pun kamu itu anak daddy.. Daddy juga ingin mengantar mu walaupun hanya sampai di bandara" Ketus nya
Radit terkekeh "Daddy sih bucin banget ama mommy sampai-sampai jatuh sakit, ga mau banget di tinggalin mommy" Ejeknya
Dira ikut tertawa "Iya juga yah.. Kalau di pikir-pikir, daddy pasti selalu sakit kalau mommy mau pergi jauh tanpa daddy ikut bersama mommy"
Zeela tersenyum lalu memperbaiki jaket yang suaminya gunakan "Emm mau bagaimana lagi, daddy kalian tidak bisa jauh-jauh dari mommy"
"Namanya juga cinta sayang, aku mana bisa hidup tanpa kamu" Manjanya
"Dad.. malu tau di liat orang" Bisik nya
Radit geleng-geleng kepala melihat tingkah ayahnya itu "Tidak lama lagi pesawat yang ku tumpangi akan lepas landas.. Kalau begitu aku pergi dulu yah"
Zian maju dan memeluk putranya itu "Kamu jangan macam-macam selama disana, Daddy tau kau akan membanggakan keluarga kita tapi daddy juga tidak yakin kau tak akan bertingkah aneh-aneh disana"
"Astagah dad.. Aku ini anak baik-baik, memangnya apa yang aku lakukan disana"
"Dad kok ngomong gitu sih" Mencubit perut suaminya
Zian melepas pelukan nya lalu memeluk istrinya "Anak mu itu kan banyak tingkah sayang.. aku hanya memperingati nya, kan bahaya kalau sampai dia berbuat aneh-aneh"
Dira terkekeh kecil sambil geleng-geleng kepala "Wajar daddy bilang begitu, disana banyak gadis-gadis bohai.. kalau iman mu tidak kuat, kau akan terjerumus" Menepuk pundak adik nya
"Helehhh.. aku tidak tertarik dengan gadis-gadis bule.. tenang saja, aku tidak akan macam-macam"
Zeela melepas pelukan suaminya lalu memeluk anak bungsunya itu "Mommy akan sering menghubungi mu.. Jika kamu merindukan mommy dan tidak bisa menahannya, mommy akan datang kesana"
"Duh mommy cocwit banget ciii" Mengecup kening ibu nya "Mommy jaga kesehatan yah, aku akan sesering mungkin menghubungi mommy"
"Iyaa" Tersenyum
Kini giliran Dira yang memeluk radit "Radit kau tau sendirikan bagaimana pergaulan di luar negeri, kamu jangan ikut-ikutan yang ga bener.. Jangan mengecewakan kami"
"Tenang saja kak, aku ini anak baik-baik" Mengelus rambut dira "Yasudah aku berangkat yah" Ucapnya lalu menarik kopernya masuk ke ruang tunggu
Zeela menghela nafas panjang membuat dira menoleh ke arah ibu nya itu "mommy khawatir yah?" tanya nya
"Emm.. Mommy takut dia berbuat aneh-aneh disana, kamu tau sendiri adik mu itu seperti apa"
"Tenanglah mom.. kita akan sama-sama menghajarnya jika dia melakukan hal yang aneh-aneh" Memeluk ibu nya
__ADS_1
.
.
.
.
3 hari berlalu
Seorang pria paruh baya dan putri tunggalnya jalan beriringan masuk kedalam perusahaan.. Seperti biasa keduanya menyapa para karyawan dengan ramah
"Paa.. Aku ke toilet sebentar, papa duluan saja yah"
"Iya sayang"
Pria paruh baya itu pun melangkahkan kaki menuju ruangan nya namun langkah nya terhenti dengan kening yang mengkerut kala melihat banyak karyawan wanita berkumpul di ruangan staff keuangan "Apa yang mereka lakukan disitu" gumam nya lalu menghampiri para karyawan itu
"Ada apa ini?"
Sontak para karyawan itu menoleh dan betapa terkejutnya mereka melihat atasan mereka disana
"Pak Presdir sudah datang?" Ucap manager menghampiri pemilik perusahaan besar itu
"Ya ada apa ini, kenapa malah berkumpul disini"
Manager menoleh kearah para karyawan yang berkumpul di depan ruangan staff keuangan "Kembali ke ruangan kalian masing-masing" Ucap nya dingin
Para karyawan itu hanya membungkuk hormat lalu bergegas kembali ke ruangan masing-masing
"Biasa pak.. Ada anak baru magang disini, dan lumayan tampan jadi nya yah seperti yang pak presdir liat tadi.. Para karyawan wanita mulai menggila" Ucap manager sambil terkekeh
"Benarkah? Dari universitas mana?"
"Universitas xx dia mahasiswa baru Pascasarjana.. Saat ini karyawan magang itu sedang di ruangan ketua staff keuangan..." Tersenyum "Ohh itu dia" ucap manager sambil menunjuk pria yang baru saja keluar dari ruangan ketua staff keuangan
Pria paruh baya itu tampak menyipitkan mata memperhatikan pria muda di hadapannya, sekian detik kemudian matanya terbelalak kala mengenali pria muda itu
.
.
"RADITTTTT??!!!!!" Pekiknya
Pria muda tersenyum lalu menghampiri CEO perusahaan tempatnya magang
"Uncle dion apa kabar?" Tersenyum
"Kau.." Menatap radit tak percaya
__ADS_1