
"Ma bagaimana ini" Bisik nya
Ny Wijaya menatap pria di hadapannya tajam "Ini urusan keluarga saya, kau dan kalian (menunjuk lelaki itu dan tetangga zeela) tak punya hak ikut campur"
"Jika anda memang sedang ada masalah dengan nona ini (menatap zeela) maka bicarakan lah baik-baik, jangan malah datanag marah-marah sambil teriak-teriak dan mengganggu ketenangan orang lain di apartemen ini" Datar
Benar.. saya juga bisa melaporkan anda ke pemilik gedung apartemen ini dan saya pastikan kalian berdua akan di jatuhi sanksi hingga di kenai denda" Ucap tetangga zeela sinis
"Ma.. sebaiknya kita pergi dari sini, akan bahaya jika sudah menyangkut tentang uang.. mama tau sendiri keuangan kita saat ini kan" Bisik nya
Ny wijaya menatap pria di hadapannya dan tetangga zeela bergantian "cuih"
"Kau (menunjuk zeela) jika sampai kau masih belum mengembalikan hak kami, aku akan datang lagi dan mencabik mu habis-habisan" Ucapnya pelan penuh penekanan
Ny wijaya dan syil apun pergi dari sana
Tetangga zeela menghela nafas lega "Apa kau tidak apa-apa?" Tanya nya pada zeela
Zeela mengangguk sambil tersenyum "Terimakasih" Membungkuk hormat
"Sama-sama.. kalau begitu saya masuk dulu" Zeela hanya mengangguk sambil tersenyum
"Kita bertemu lagi gadis manis" Tersenyum
Zeela menatap pria di hadapannya lalu menundukkan kepalanya, rasanya ia sangat malu
Tanpa sadar pria itu mengulurkan tangannya mengelus rambut zeela dengan lembut "Apa kepala mu tidak apa-apa.. sepertinya ibu-ibu tadi menarik rambut mu cukup kuat"
Zeela menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis "Saya tidak apa-apa tuan (membungkuk hormat) terimakasih sudah menolong saya untuk yang kedua kalinya"
Pria itu mengangguk sambil tersenyum "Masuk lah"
__ADS_1
Sebenarnya pria itu masih ingin berbincang dengan zeela namun melihat keadaan zeela yang sedang kacau dan pasti nya suasana hati zeela yang kurang baik membuatnya mengurungkan niatnya
"Sekali lagi terimakasih tuan" Ucapnya lalu masuk ke dalam apartemen
"Gadis yang malang" Gumamnya
"Oh iya.. bukan kah tadi itu adalah putri dari tuan wijaya pemilik W group dan wanita paruh baya itu adalah istri tn wijaya?" Ucapnya sambil memikirkan syila dan Ny wijaya
"Dan tadi jika tidak salah dengar, gadis manis itu memanggil wanita paruh baya tadi dengan sebutan mama.. dan anak tn wijaya tadi memanggil nya dengan sebutan kakak, apa itu artinya gadis manis itu adalah putri pertama keluarga Wijaya yang tidak pernah terekspos itu?!"
Lamunan pria tampan itu buyar saat seseorang datang menghampiri nya "Astaga dion.. sedari tadi aku keliling mencari mu dan ternyata kau disini" Kesal nya
"Ahh maaf bang.. ayok" Ucapnya lalu beranjak duluan
Sedangkan di sisi lain zeela duduk meringkuk sambil terisak, ini kedua kali nya ibu nya memukul nya dan mengatakan tidak menginginkan nya.. Hati zeela begitu hancur, apa yang salah dari nya? Kenapa ibu nya begitu membenci nya?
Kenapa rasanya aku seperti hidup sebatang kara?"
"Para ibu di luar sana merangkul anak nya, menjadi pelindung, pendengar yang baik, dan pengobat hati... Tapi knp ibu ku berbeda justru ia yang menciptakan luka terdalam di hati ku" batin nya terisak
"Rasanya begitu sakit saat tidak di inginkan oleh keluarga sendiri" Memukul-mukul dadanya yang terasa sesak)
Zea mendonggakkan kepala nya saat mengingat ucapan ibu nya tadi "jika kau masih belum mengembalikan hak kami, aku akan datang lagi kemari dan mencabik mu habis-habisan"
"Hak? (Terdiam sejenak) A apa mungkin zian?? (Menggelengkan kepala) t tidak mungkin dia-"
Zeela merogoh ponselnya lalu membuka situs berita terkini... Pandangan zeela terhenti pada salah satu blog yang berjudul kan W Group.. Zeela menutup mulutnya tak percaya saat setelah ia membaca berita itu sampai tuntas
"Jadi karena ini mama datang kemari" Sontak zeela langsung menghubungi Zian dan menyuruh Zian datang ke apartemen
__ADS_1
Setelah hampir menunggu kurang lebih 30 menit, Zian pun tiba di apartemen nya
Saat ini zian sedang duduk di sofa sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap wajah zeela intens
"Kau habis menangis?"
Zeela tidak menghiraukan pertanyaan zian "Sebenarnya apa mau mu?"
Zian mengernyitkan dahi heran "apa maksud mu?"
"Kau bilang jika aku menikah dengan mu, kau tak akan membuat keluarga ku jatuh miskin.. lalu ini apa" Melempar ponsel nya ke arah zian
Zian melihat layar ponsel zeela yang terterakan berita mengenai perusahaan ayah zeela "Ahh jadi kau sudah melihat berita itu"
"Kenapa??? Kenapa kau melakukan itu??" Marah nya
Zian menatap zeela datar "Bukan nya kau tidak perduli pada mereka?!"
"Hanya karena aku mengatakan tidak perduli bukan berarti aku benar-benar tidak perduli pada mereka... (Ucapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca) tolong kembalikan hak orang tua ku"
"Hak? Hak mana yang kau maksud.. walaupun ayah mu adalah orang yang mendirikan perusahaan itu tapi perusahaan nya tidak akan bisa maju tanpa bantuan investor, jika saja aku mencabut saham ku dari perusahaan ayah mu apa kau kira perusahaan nya akan bertahan lama hmm??"
Zeela menundukkan kepalanya "Kumohon, kembalikan papa ku ke posisi nya yang semula, Tolong bantu aku memberitahu investor lain untuk mempertimbangkan kembali kerjasama dengan W group, aku tau kau pemegang saham tertinggi di perusahaan ayah ku dan salah satu pengusaha berpengaruh di dunia bisnis.. kumohon"
Zian berdiri lalu mendekat ke arah zeela, Setelahnya ia meraih dagu zeela agar zeela menatapnya "Apa yang akan kau berikan padaku jika aku menuruti permintaan mu"
"Mari menikah secepatnya.. bukan kah itu yang kau mau?!'
Zian tertegun sesaat "Baiklah... Setelah menangani beberapa proyek 2 hari ini, aku akan langsung datang menemui kedua orang tua mu untuk membahas pernikahan dan kelangsungan hidup mereka"
__ADS_1