Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 13


__ADS_3

"A aku kan hanya berbicara sesuai fakta.. dan hanya memberi saran bukan mengejek nya" kesal nya


"Tapi tidak di depan orang lain kan.. anda seakan-akan sedang merendahkan kakak anda sendiri" Ucap sekretaris danu ketus


"Tck tck tck kenapa kalian berlebihan sekali.. Kak zeela saja tidak masalah, kan kak" Zeela hanya mengangguk


Zian melingkarkan tangannya di pinggang zeela "Aku lapar.. apa ada makanan?"


"E emm, mau ku siapkan?" Zeela hanya bisa mengikuti permainan zian


Zian tersenyum lalu mengecup pipi zeela "Siapkan juga untuk yang lain.. biar kita makan bersama" Zeela mengangguk


Syila tampak membuang muka, ia kesal melihat ke romantisan dua insan di depannya itu "Biar ku bantu kak" Mengikuti zeela ke dapur


Sesampainya di dapur, zeela menatap syila dengan tatapan mencemooh "Bukankah kakak terpaksa menerima lamaran zian demi kami, tapi sepertinya kakak sangat senang menjadi calon istri zian (Melipat kedua tangannya di depan dada) Apa sebegitu bahagia nya kakak bersanding dengan milik orang?"


"Apa maksud mu??" Zeela mengernyitkan dahi nya bingung dengan ucapan syila


"Sedari awal kakak sudah tau yang dijodohkan dengan zian adalah aku.. tck tck tck bangga sekali kakak jadi PEREBUT"


"Syila" Menatap adiknya tajam


"Kenapa?? Apa aku salah??" Smirk


"Ya kau salah.. kesalahan ada pada dirimu dan zian bisa melihat itu.. Karena itu dia lebih memilih ku daripada kau, dia tau mana yang baik dan tidak untuk nya" Menatap syila datar


Syila mengepalkan tangannya menahan emosi "Sebegitu iri nya kah kakak padaku.. hingga mengatakan aku ini tidak baik untuk nya, ahh tentu saja kakak begitu iri padaku.. (menatap zeela remeh) mama dan papa lebih sayang padaku, orang-orang sekitar hanya melihat ke arahku.. dan pastinya mereka tau jika aku jauh lebih segalanya dari kak zeela, cuma zian saja yang tidak bisa melihat jika aku jauh lebih baik dari kakak"


"Ahh (menutup mulutnya) atau kakak sudah memberi tubuh kakak padanya hingga ia lebih memilih kakak" Tersenyum remeh


Zeela hendak menampar adik nya itu namun tangannya sudah lebih dulu di tahan oleh seseorang


"Jangan mengotori tangan mu sayang" Menggenggam tangan zeela


"Keluar!!" Menatap syila dingin


Syila tetap diam di tempat sambil menatap kedua nya tajam "Tinggal pilih.. Angkat kaki mu keluar dari sini atau angkat kaki mu keluar dari rumah yang kau tinggali saat ini"


Dengan perasaan kesal syila beranjak pergi, dan tak lama terdengar suara Tn wijaya.. sepertinya syila menarik Tn wijaya keluar dari apartemen zian


"terimakasih"


Zeela berbalik badan membelakangi ziam, ia tidak mau zian melihat nya menangis lagi "Tunggu lah di ruang tamu.. ini akan sedikit lama, mau di panaskan dulu" Ucapnya serak, menahan tangis


Zian membalikkan tubuh zeela kearahnya, lalu menangkup wajah zeela yang sudah di penuhi air mata "Jangan mengasihani ku" Menatap zian sambil menangis


Zian hanya diam sambil menatap zeela, di usap nya air mata zeela lalu memeluk zeela


Zeela semakin terisak saat zian memeluk nya dengan erat, selama ini tidak ada yang memeluknya di saat dia sedih.. Zeela sangat membutuhkan seseorang untuk tempatnya bersandar, ia mempunyai begitu banyak teman dekat tapi entah kenapa sangat sulit untuk nya berbagi kesedihan nya dengan orang-orang terdekat nya..


"Sebenarnya keluarga macam apa mereka.. apa benar mereka keluarga kandung mu?" Batin zian


Zian terus memeluk zeela sambil mengusap punggung zeela dengan lembut, setelahnya ia menyuruh zeela utk istirahat dan tidak perlu melanjutkan memanaskan makanan


 

__ADS_1


¶Ruang tamu


"Buat semua investor menarik saham mereka dari W group hingga hanya aku pemegang saham tertinggi dan satu-satunya penopang perusahaan itu.. setelahnya ahlikan kepemilikan menjadi nama ku dan nama zeela


"Baik tuan.. Emm apa tuan sudah memiliki perasaan lebih pada nona zeela"


Zian menaikkan alisnya sebelah "Apa kau bilang??"


"T tidak tuan, hanya saja aku lihat tuan begitu perduli pada nona zeela" Cengengesan


Zian terdiam sejenak "Aku hanya kasian padanya"


"Alasan anda tidak masuk akal tuan, banyak wanita bernasib sama seperti nona zeela yang anda temui tapi kenapa hanya nona zeela yang membuat mu merasa kasihan" batin nya merasa aneh


"Kasihan? Entahlah aku pun tidak tau pasti kenapa aku begitu perduli padanya" batin nya


 


Esok harinya kediaman keluarga Wijaya


Tn wijaya baru saja pulang dari kantor dengan penampilan yang begitu kacau


"Ada apa dengan mu" Ny wijaya terkejut melihat penampilan suaminya yang sangat kacau


"Kita benar-benar hancur" Lemas nya


"A apa maksud mu?"


"Para investor tiba-tiba menarik saham mereka.. sekarang yang tersisa hanya saham ziam, terlebih lagi aku sudah di gulingkan dari posisi ku" Mengacak rambutnya frustasi


"Aku tidak melakukan apapun, tapi sepertinya ini ada hubungannya dengan zian"


Ny Wijaya hendak angkat bicara lagi namun niat nya terhenti saat mendengar teriakan syila "Mamaaaaaaaaa"


"Ma (menghampiri ibu nya) ahh baguslah jika ada papa juga dirumah, aku mau tanya kenapa ATM ku tidak bisa di pakai, papa memblokir kartu ku yah? Apa papa tau malu nya aku saat di tempat perbelanjaan tadi" Kesalnya


"Kartu mu tidak bisa di pakai??"


"Iya ma.. lima-limanya tidak bisa di pakai" Kesalnya


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya nya pada Tn wijaya


"Tak ada pilihan lain selain menemui zian, jika tidak kita akan benar-benar jadi gelandangan"


"Jadi maksud mu kita harus datang dan mengemis pada pria tidak tau sopan santun itu??" Kesal nya


Tn Wijaya menatap istrinya tajam "Terserah kau.. jika kau ingin hidup melarat maka segera pergi dari sini dan jangan pernah menyebut-nyebut nama ku di luar sana" Ucapnya lalu meninggalkan istri dan anak bungsunya itu


Ny Wijaya mengepalkan tangannya geram "ini pasti karena anak itu"


"Ma sebenarnya ada apa?" Bingung nya


"Papa mu bangkrut"


"Apaaaaa????!!!!! K kenapa bisa???"

__ADS_1


"Pasti karena anak pembawa sial itu.. dia pasti yang menyuruh Zian membuat hidup kita menderita"


Syila mencerna perkataan ibu nya sejenak, seketika ia mengingat perkataan zian semalam "Tinggal pilih angkat kaki dari sini atau angkat kaki dari rumah yang kau tinggali saat ini"


"Maa... B bagaimana dengan rmh kita?? Kita masih tetap tinggal disini kan"


"Ya pasti ini ulah kak zeela.. dia pasti tidak terima soal aku merendahkan nya semalam" Mengepalkan tangannya


"Kau tau kan alamat dia tinggal saat ini" Syila mengangguk


 


Apartemen zian


17:30


Zeela baru saja pulang dari kantor lalu bersih-bersih dan memasak untuk makan malam


Zeela hendak menuju dapur namun langkah nya terhenti saat mendengar suara bel apartemen berbunyi, zeela begitu terkejut saat mendapati ibu dan adiknya di depan pintu apartemen


Zeela terdiam menatap keduanya secara bergantian


"Tck tck.. (melipat kedua tangannya di depan dada) apa sekarang kakak puas??"


"Apa maksudmu"


"Tidak perlu berlagak seperti orang bodoh, aku tidak menyangka jika kakak bisa melakukan itu pada kami"


Zeela menatap adiknya datar "Aku benar-benar tidak tau apa maksud mu"


"Kenapa kau selalu menjadi pembawa sial di keluarga kita?!" Ucapnya berusaha menahan emosi nya


"Pembawa sial? (Terdiam sejenak) memang nya apa yang aku lakukan?" Menatap ibu nya datar


Ny wijaya menjambak rambut zeela "Anak tidak tau diri seperti mu, dan kurang ajar seperti mu seharusnya tidak hidup di dunia.. kenapa kau selalu buat hidup ku susah haaaaa" Marah nya


"Ma.. apa yang mama lakukan, lepas ini sakit!!!!!" Jerit nya


"Sakit??!!!! (Menjambak rambut zeela semakin keras) kenapa aku harus melahirkan anak se kurang ajar dirimu" Memukul-mukul zeela


Suara nyonya wijaya yang keras dan melengking membuat penghuni apartemen keluar dan melihat apa yang terjadi


Salah satu tetangga zeela datang mendekat kearah ketiganya "Nyonya apa yang anda lakukan" Bntaknya dan berusaha melepas cengkraman nyonya wijaya dari rambut zeela


"Jangan ikut campur" Bentaknya


"Saya bisa melaporkan anda karena sudah membuat keributan disini" Menatap Ny Wijaya dan syila tajam


"Urus-urusan mu sendiri.. pergi" Bentaknya


Tiba-tiba seorang pria datang memelintir tangan Ny wijaya sambil menelpon seseorang


"Gedung apartemen Z.. satu wanita paruh baya dan satu lagi seorang gadis remaja, tolong secepatnya datang kemari pak" Ucapnya lalu mematikan sambungan telfon


"(Menunjukkan ponselnya) polisi akan segera datang" Smirk

__ADS_1


__ADS_2