
Zian memenuhi janjinya membawa zeela ke bali setelah baby radit menginjak usia 2 bulan, zian dan zeela menitipkan kedua anaknya di rumah tn aditama dan Ny Aditama, dan berjanji mereka hanya 2 hari di bali setelah itu akan balik lagi ke bandung
¶Kediaman keluarga wijaya di bali
"Sepi sekali, kamu yakin ini rumah nya dad?"
"Iya sayang.. kan aku yang memberi rumah ini untuk mereka" Zeela mengangguk
Zian menghampiri tukang kebun "Dimana tuan wijaya?!"
"Tuan besar ada di dalam.. tunggu sebentar saya panggil kan" Zian mengangguk
Tidak berlangsung lama Tn wijaya pun keluar menghampiri zeela dan zian "Zeela (memeluk zeela) kenapa tidak bilang jika kesini"
"Maaf pa... Aku lupa menghubungi papa, zeela sangat merindukan papa" Memeluk Tn Wijaya erat
"Papa juga merindukan mu nak, maaf karena papa tidak datang saat kau melahirkan"
"Tidak apa-apa.. dimana mama dan Syila?!
.
.
.
"Paa..." Panggil nya saat melihat ayahnya hanya diam saja
"Syila sudah tidak tinggal disini nak.. semenjak menikah, dia ikut dengan suaminya" Lirih
"M menikah??!! Syila sudah menikah? (Membulatkan matanya) "Kenapa mereka tidak memberitahu ku" batin nya sendu
__ADS_1
"Emm syila sudah menikah beberapa bulan yang lalu dan ibu mu... (Nafas tercekat) ibu mu sakit, sakitnya semakin parah hingga.. ia tidak bisa bertahan" Menunduk
Zeela tampak membeku di tempat "A apa maksud papa? Aku tidak mengerti"
Tn Wijaya menatap putri sulungnya dengan air mata yang mulai mengalir "Ibu mu sudah tiada nak"
DEG!!!!!!
Air mata zeela jatuh begitu saja "Jangan bercanda pa.. ini sama sekali tidak lucu"
"Sayang" Zian menatap istrinya sendu
Zeela menggelengkan kepala "Papa pasti bohong... Aku akan mencari mama" Ucapnya lalu masuk kedalam rumah mencari ibu nya
.
.
.
.
Zian menghampiri istrinya lalu memeluk istrinya dengan erat "Sayang tenanglah... Semuanya sudah kehendak yang maha kuasa"
Zeela menggelengkan kepala dengan air mata yang terus mengalir "Ridak... Papa pasti berbohong karena mama tidak mau menemui ku, dad bantu aku cari mama kumohon..." Lirih nya
"Nak... Maafkan papa karena tidak memberitahu mu soal ibu mu.. ibu mu yang meminta pada papa agar tidak memberitahu mu soal keadaan nya" Menangis
"TIDAAAAKKKK... PAPA PASTI BERBOHONG!!!" Teriaknya histeris
Zeela terus berteriak histeris hingga kesadaran nya hilang "Sayanngggggg!!!!! (Memeluk istrinya) kau harus kuat sayang.. kau harus kuat demi keluarga kecil kita" Terisak
"Ma.. jangan tinggalkan aku.." Melemah
__ADS_1
Hampir 3 jam zeela tidak sadarkan diri, dokter mengatakan jika zeelq syok berat.. dokter menyarankan untuk membawa zeela ke rumah sakit jika terjadi sesuatu nantinya
Saat zeela sudah sadar, zeela terlihat seperti orang linglung dan sekian detik kemudian zeela kembali menangis.. dan meminta pada ayah nya untuk membawa nya menemui ibu nya
.
.
.
.
Dan di sinilah zeela berada, tepat di depan makam ibu nya
"Kenapa.. kenapa mama begitu tega padaku... Sampai akhir hayat pun, mama hanya memberi dan meninggalkan luka untuk ku.. kenapa tak ada sedikitpun kebahagiaan yang mama berikan untuk ku??"
Zeela tertawa dengan air mata yang terus mengalir" Dan sebenci itu kah mama padaku hingga mama tak membiarkan ku melihat mama untuk yang terakhir kalinya? Sebegitu nya kah mama tidak menginginkan kehadiran ku??" Memukul-mukul dada nya yang terasa sesak
"Apa mama tau?? Aku selalu mengharapkan mama datang padaku dan memeluk ku... T tapi sekarang?? Sekarang aku tidak bisa mengharapkannya lagi" Terisak
Zeela menangis tersedu-sedu sambil memeluk batu nisan ibu nya
Dari kejauhan Zian hanya bisa melihat istrinya, dada nya terasa sesak melihat istrinya yang begitu rapuh.. ingin sekali ia menghampiri istrinya dan memeluknya dengan erat.. tapi Zian tau jika istri nya sedang ingin sendiri
Vote
Like
Komen
__ADS_1
😉❤️❤️❤️