Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 52


__ADS_3

15:30 Yogyakarta


"Baiklah.. Pastikan putri ku baik-baik saja" Ucapnya lalu mematikan sambungan telfon


"Dad bagaimana? Apa kau sudah tau dimana keberadaan putri kita?" Cemasnya


"Tenanglah sayang.. Dira pindah ke california"


Beberapa hari ini putrinya tidak bisa di hubungi begitupun dengan bi Iyem karena itu zian menghubungi dion dan meminta tolong untuk mencari keberadaan dira.. Dion pun dengan senang hati membantu nya, dion mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan dira dan tak butuh waktu lama mereka langsung mengetahui dimana keberadaan dira


"Sebenarnya ada apa dad? Kenapa dira tiba-tiba pindah dan kenapa dia tidak memberitahu kita tentang kepindahan nya?


Zian terdiam sejenak "Tadi dion bilang ada sedikit masalah antara lian dan dira"


"Masalah? Masalah apa sampai dira harus pindah" Mengernyitkan dahi


Zian menatap istrinya dalam "Masalah yang sama seperti masalah ku dengan dion dulu"


"Apaaa?!!!!!" Zeela terbelalak "Astagah jadi karena seorang pria!!!" Pekiknya tak percaya


Zian menghela nafas panjang "Dion tadi minta maaf karena semua ini berawal dari lian... Lian menyukai salah satu senior di kampusnya namun ternyata senior itu malah menyukai dira... Lian tidak terima, dia sakit hati karena itu dia menghindari dira"


Zeela memijit pelipisnya "Dad sebaiknya suruh putri kita pulang... Lebih baik kuliah disini saja" Khawatir nya


"Sayang.. bukankah kau yang bilang, jika putri kita itu pasti bisa hidup mandiri dan menyelesaikan masalah nya dengan baik.. biarkan dira melakukan apapun yang menurut nya adalah yang terbaik untuk nya"


"Iya dad.. aku percaya dira bisa menyelesaikan masalah nya sendiri.. tapi saat ini pasti Dira sangat membutuhkan kita.. aku ingin memeluk putri ku" sendu nya


Zian menarik istrinya kedalam pelukannya "Sayang, aku pun begitu tapi aku yakin Dira butuh waktu sendiri.. Kita akan pergi mengunjungi Dira setelah perasaan Dira sedikit membaik"


"Tapi aku mau menemui dira secepatnya" Lirih


Zian menghela nafas panjang "Baiklah... Aku akan mengatur jadwal ku terlebih dahulu"


.


.


Di sisi lain, radit yang hendak menghampiri kedua orang tua nya mengurungkan niatnya kala mendengar percakapan ibu dan ayahnya itu


"Lian" Mengepalkan tangannya


.


.


.

__ADS_1


Seminggu kemudian


Setelah zian mengatur jadwal dan kebetulan radit juga sedang libur, merekapun bergegas berangkat ke California mengunjungi putri satu-satunya di kerajaan mereka itu.. Zeela tak henti-hentinya menitikkan air mata, ia begitu rindu pada putrinya dan ia juga merasa bersalah karena tak ada di samping putri nya saat putrinya itu membutuhkan nya


"Sayang berhenti lah menangis.. Kita akan segera sampai dan bertemu dengan dira" Mengelus rambut istri nya lembut


Zeela mengangguk "Iya dad"


Sedangkan radit, ia hanya diam dengan pikiran yang kemana-mana


•••


17:30 California


Saat ini dira dan bi iyem sedang membuat asinan buah.. Dan pada saat keduanya sedang bercanda tawa tiba-tiba bel apartemen berbunyi


"Non dira ajak teman-teman nona kemari?" Tanya bi iyem


"Ngga bi.. dari mereka juga tidak ada yang menghubungi ku jika akan kemari"


"Ya sudah, bibi buka dulu yah" Dira hanya mengangguk dan bi iyem pun bergegas membuka pintu sedangkan dira kembali fokus membuat asinan buah


.


.


Dira mengernyitkan dahinya mendengar suara bi Iyem yang cukup keras, ia pun bergegas menyusul bi Iyem melihat apa yang terjadi


.


.


.


Dira mematung di tempat saat melihat adik dan kedua orang tua nya berada di depan mata nya


"M-mommy Daddy Radit" Menatap ketiganya tak percaya


Zeela dengan segera menghampiri putrinya dan memeluk putrinya dengan erat "Sayang, mommy merindukanmu" Sendu nya


"Mommy" lirih


"Mommy disini sayang" Mengeratkan pelukannya


Sekian detik kemudian tangisan dira luruh "mommyyy"


"Tidak apa-apa sayang.. Tidak apa-apa" Mengelus punggung dira lembut

__ADS_1


Zian maju dan memeluk keduanya erat


•••


Beberapa menit kemudian


Saat ini dira sedang bergelayut manja di pelukan sang ibu serta sang ayah yang tengah memijat-mijat kakinya dengan lembut


"Daddy sudah, kaki ku tidak sakit kok"


"Iya princess" Mengecup kening dira


Zeela mengelus rambut putrinya dengan lembut dan juga membenamkan kecupan sayang di kening putri nya itu "Kenapa tidak bilang pada mommy hmm? Kenapa kau menyembunyikan nya dari mommy?"


"Maaf mom.. Aku tidak ingin mommy khawatir"


"Sayang.. Mommy justru akan semakin khawatir jika mommy mengetahui nya dari orang lain.. Mommy tidak suka kau menyembunyikan apapun dari mommy"


Dira menelusup kan wajahnya ke ceruk leher sang ibu "Iya mom.. Aku minta maaf"


"Sebenarnya pria modelan seperti apa yang membuat kalian sampai bertengkar... Bahkan kakak harus pindah kota" Ucap radit setelah sekian lama berdiam diri


"Kami tidak bertengkar kok"


"Tidak bertengkar apa nya??!!!!" Pekik radit


"Raditt.. Mommy sudah pernah bilang, jangan meninggikan suara mu pada orang yang lebih tua dari mu" Menatap putranya tajam


"Maaf mom.. Tapi aku benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang sedang mereka alami.. Itu benar-benar sangat konyol untuk ku" Kesalnya


Radit kesal bukan karena lian menyukai pria lain tapi radit kesal karena sikap lian pada kakaknya yang bisa di bilang sudah sangat keterlaluan


"Aku tidak menyangka gadis itu bisa bersikap bodoh seperti itu hanya karena seorang pria" Gumam radit


Dira menatap adiknya dan kedua orang tua nya bergantian "Mom.. Dad.. Jangan membenci lian"


.


.


.


.


......"Halo manteman, mampir ke karya baru ku yah 🤗"......


__ADS_1


__ADS_2