Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 50


__ADS_3

Jay mengendalikan emosi nya sejenak lalu menghampiri dira


"Dira.. Ayo kita pulang"


Dira menoleh menatap jay "Jay aku harus berbicara dengan lian terlebih dahulu, kau pulanglah duluan"


"Tidak.. kita harus pulang bersama"


"Jay, aku bisa pulang sendiri.. saat ini aku harus berbicara dengan lian"


"Aku akan menunggu mu.. Tenang saja aku tak akan mendengar kan apa yang ingin kalian bicarakan, aku akan menunggu mu di taman" Mengusap rambut dira


"Baiklah.. Kalau begitu aku susul lian" Jay hanya mengangguk sambil tersenyum lalu dira pun berlalu pergi


.


.


Karena lian yang masih berada di ruangan dosen, dira pun memutuskan menunggu di depan pintu masuk


Tak berlangsung lama lian pun keluar


"Lian" Panggil nya lirih


Lian hanya menoleh sekilas lalu hendak beranjak pergi


"Lian kita harus bicara" Menahan lengan lian "Kumohon.. Masalah tidak akan selesai jika kau menghindar seperti ini" Menatap lian dalam

__ADS_1


"Masalah? Masalah apa? Sudah ku bilang aku sedang sibuk dira" Kesalnya


"Lian.. Aku mengenalmu dengan baik, kita sudah menjalin persahabatan sejak kita masih duduk di bangku sekolah dasar, aku tau persis bagaimana watak mu.. Kau akan selalu menghindar jika kita ada masalah.. Lian, coba pikirkan aku juga.. Aku jauh-jauh datang kemari hanya agar kita bisa kuliah di tempat yang sama dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama.. Jika ada masalah tolong bicarakan baik-baik"


Lian terdiam sejenak "Ikut aku" Berjalan mendahului dira


.


.


.


¶Halaman belakang kampus


Lian menatap Dira lambat-lambat "Dira.. Apa kau menyukai jay?" To the point


Lian terdiam sejenak "Aku menyukai jay sejak lama... Dan ak-"


"Kau menghindari ku karena jay?" Menatap lian tak percaya


Lian membuang muka sesaat "Aku sudah lama mengejarnya dan berusaha untuk membuatnya melihat kearah ku tapi tak membuahkan hasil sama sekali sedangkan kau?" Menatap Dira "Kau tak melakukan apapun tapi kau dengan mudahnya mengambil hati nya.. Bukankah itu sangat konyol?"


Dira terdiam, dia tidak tau harus berkata apa saat ini


"Aku berusaha untuk mengabaikan perasaan ku tapi tetap saja tidak bisa... Hati ku sakit melihat kedekatan kalian berdua, dan... Selama aku tidak ada seperti nya kalian selalu menghabiskan waktu bersama, bagaimana Dira? Apa kau sudah mulai nyaman berada di dekatnya? Apa kau sudah memiliki perasaan untuk nya??"


"Lian.. Aku tak pernah berpikir kita akan seperti ini hanya karena seorang pria" Menatap lian sendu "Aku tidak tau bagaimana perasaan ku pada jay tapi dia pria yang baik dan dia pandai membuat siapapun nyaman berada di sisi nya.. Jika memang jay adalah alasan nya maka aku akan menghindari nya"

__ADS_1


"Menghindari nya? Kau ingin aku terlihat buruk di matanya??" Menatap dira sengit


"Lalu? Apa aku harus terus bersama nya dan membuat mu sakit hati dan berujung persahabatan kita hancur?.. Lian, bagiku kau bukan hanya sekedar teman ataupun sahabat.. Kau sudah seperti saudara dan keluarga bagiku.." Menitikkan air mata "Aku akan menghindari nya asal persahabatan kita tetap terjalin dengan baik"


Lian terdiam sejenak "Sebaiknya kita bicarakan lagi nanti" Ucapnya lalu beranjak pergi


.


.


.


Langkah lian terhenti kala ada seseorang yang menahan lengan nya


Menoleh "Senior"


Ya orang itu adalah jay


"Di balik otak mu yang cerdas itu ternyata kau punya ego yang cukup tinggi... Aku jadi kasian pada dira, kenapa dia harus memiliki sahabat seperti mu" Menatap lian dingin dan datar


.


.


"Lebih baik tak punya teman.. daripada memiliki teman modelan seperti mu" Ucap Jay pedas lalu beranjak pergi meninggalkan lian


Lian meremas ujung dress-nya "Ya kau bilang seperti itu karena kau hanya memikirkan perasaan dira.. Kau tidak tau bagaimana perasaan ku"

__ADS_1


__ADS_2