Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 33


__ADS_3

"Papaaaaaa" Lian berlari kearah ayahnya dan memeluk ayah nya dengan erat "Eoh tante zeela udah bisa jemput dira yah?" Tersenyum menatap zeela


"Iya cantik... Ngomong-ngomong dimana dira?"


"Dira sedang membantu Bu guru memeriksa tugas-tugas.. Hari ini hari paketnya dira" Tersenyum


"Memeriksa tugas??" Zian mengernyitkan dahi bingung


"Iya paman... Aku dan dira ditugaskan memeriksa tugas teman-teman setiap Minggunya, Minggu ini giliran Dira, kalau aku nanti Minggu depan"


Zian tersenyum, tak ia sangka jika kemampuan belajar putrinya berkembang begitu pesat, itu semua tak luput dari ajaran istri tercintanya "Terimakasih sayang... Kau benar-benar ibu yang hebat, dulu aku begitu sulit mengajari dira bahkan aku membayar jasa guru privat untuk mengajari dira tapi tidak ada perkembangan sama sekali"


"Ya mana bisa Dira belajar dengan baik jika cara mengajar mu itu benar-benar membuat anak-anak tertekan" Ketus nya


"Kau bahkan mengatai anak ku tak bisa apa-apa" Menatap zian tajam


"Hehe maaf sayang, aku memang salah... Tidak seharusnya aku mengeluarkan kata-kata yang buruk pada anak kita, seharusnya aku mendukung nya dan mengeluarkan kata-kata yang tidak membuatnya terluka" Lirihnya


Zeela tersenyum "Tidak apa-apa dad... aku mengerti, dulu kau ini kan duda, karena tidak pernah di belai jadinya marah-marah terus.. Biar hal sepele di besar-besar kan" Bisik nya sambil terkekeh


Zian tertawa kecil "Kau benar sayang..."


Lian tampak memandang keduanya lalu menundukkan kepala sendu "Dira sangat beruntung memiliki orang tua yang lengkap" Batin nya lirih

__ADS_1


"LIAAAANNNNNN"


Lian menoleh lalu tersenyum "Dira udah selesai?"


"Sudah.... Oh iya lian tadi kata Bu guru kau akan ikut ujian kelulusan tahun ini yah?"


Zeela dan zian tampak bingung "Ujian kelulusan?"


"Lian memiliki wawasan yang cukup luas, nilainya pun selalu bagus selain itu lian sudah menguasai pelajaran sekolah menengah pertama bahkan Lian bisa menyelesaikan soal matematika sekolah menengah atas, jadi Bu guru memberi saran agar Lian lompat kelas dengan mengikuti ujian kelulusan tahun ini" Lirihnya


"Hei kenapa kau malah sedih..." Tanya Lian


"Tentu saja aku sedih, kita tidak akan lulus bersamaan.. Dan nantinya kita tidak punya foto bersama saat lulus"


"Benarkah??!!!" Lian mengangguk sambil tersenyum


Dira memeluk lian dengan erat "Lalu kau akan sekolah dimana Lian?"


"Papa ku akan kembali ke USA... Karena itu aku akan melanjutkan pendidikan ku disana" Tersenyum


Zian menatap kearah Dion "Kenapa tiba-tiba?"


"Perusahaan ku disana colabs jadi aku harus segera kesana mengatasi nya... Aku terlalu bodoh karena mempercayakan tikus-tikus laknat untuk menjalankan perusahaan ku disana"

__ADS_1


"Lalu perusahaan mu disini bagaimana?"


"Ada ayah ku yang mengatasi nya" Zian mengangguk


"Dira tidak perlu sedih... Aku akan menghubungi mu sesering mungkin" Ucap Lian sambil menepuk-nepuk punggung Dira


"benar yah??!!"


"Iyaaahhhh... Kalau gitu aku pulang dulu, aku harus menyiapkan banyak hal... Ayo paa" Dion mengangguk lalu meraih tangan lian "Sampai jumpa besok diraa... Dadah tantee zeela.. Om ziann" Melambaikan tangan nya


"Hati-hati" Ucap ketiganya


Dion dan Lian pun berlalu pergi


"Sudah jangan sedih... Masih ada waktu kan, manfaatkan sebaik mungkin.." Ucap Zian pada putrinya


"Iya dad.. tapi Dira hanya punya Lian.. jika Lian pergi, Dira tidak punya teman lagi.. Hanya lian yang tulus mau berteman dengan ku" Sedihnya


"Dira sayang... perpisahan itu sudah pasti akan terjadi, yang penting hubungan yang terjalin tetap baik-baik saja, sekarang jaman modern.. Ada handphone dan ada sosial media walaupun kalian berjauhan tapi komunikasi di antara kalian masih terjaga... Sebagai teman yang baik, Dira harus terus mendukung apapun keputusan Lian... Oke?"


Dira mengangguk "Iya mommy"


"Ya sudah... Kalau begitu mari kita pulang"

__ADS_1


Ketiganya berjalan sambil bergandengan tangan menuju mobil


__ADS_2