Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 47


__ADS_3

3 hari kemudian


Selama 3 hari itu, Dira mengurung diri di kamar, ia tak masuk kampus sama sekali.. Kampus adalah tempat yang begitu ia sukai namun sekarang tempat itu adalah tempat yang sangat ia takuti.. Bayang-bayang ketiga orang itu terus menghantuinya hingga Dira tidak mau kekampus dan berencana ingin pulang ke Indonesia namun jay menahannya dan berusaha meyakinkan nya jika semuanya akan baik-baik saja


Jay berkata pada dira "Jika kau melarikan diri itu artinya kau kalah... Tetaplah disini, aku akan membantu mu menghukum bedebah-bedebah itu"


Jay... Pria keturunan Kanada itu selalu berada di sisi dira sejak hari itu, dan dira tidak menolak kehadiran nya... Di saat seperti ini, Dira memang membutuhkan seseorang untuk menguatkan nya.. Dira berharap lian ada di sisi nya saat ini, tapi entah kenapa sahabatnya itu tak pernah datang menemui nya bahkan saat di telfon dan di message pun tak ada balasan sama sekali


Justru Jay yang merupakan orang asing bagi dira adalah orang yang berada di sisinya saat ini menguatkan nya..


.


.


.


.


"Diraa!!" Panggil seseorang membuat dira menoleh


"Jay" Sendu


Jay tersenyum lalu menghampiri dira dan membawa Dira ke pelukan nya "Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu" Ucapnya lalu merogoh ponselnya dan menunjukkan sebuah video yang menampilkan ketiga orang yang melecehkan dira

__ADS_1


Dira terbelalak melihat ketiga orang itu babak belur bahkan bersimbah darah "J Jay" gemetar ketakutan


"Tenanglah... Mereka sudah mendapat ganjaran nya, maafkan aku karena baru menemukan keberadaan mereka 2 hari setelah kejadian itu.."


Ketiga orang itu memang sempat kabur saat mereka mendapat info jika mereka tengah dicari-cari polisi


"Mereka sudah di keluarkan dari kampus, dan pihak kampus pun mengumumkan akan menjatuhkan hukuman yang setimpal pada pelaku pelecehan.... Dan mereka sudah di pulangkan ke negara mereka masing-masing... Sekarang kau tidak perlu takut lagi hmm" Mengelus punggung dira


"Terimakasih... Terimakasih banyak" Ucap dira sambil terisak


Jay tersenyum "Sama-sama sweetie.. Jika kau masih takut ke kampus, aku akan mengawal mu sampai mata kuliah mu selesai hmm?"


"Aku mau kuliah di rumah saja" sesegukan


Jay mengerti jika Dira masih sangat trauma "Baiklah.. aku akan membantu mu mengambil program homeschooling.. kau tidak perlu ke kampus" Mengecup kening Dira


Jay terkekeh "jika iya bagaimana?"


"Kau butuh berapa?" Polos nya


Jay tertawa terbahak-bahak "Omaigat honey.. Aku tidak membutuhkan uang mu, apa kau tau? Aku ini penerus perusahaan besar tau" Mencubit hidung dira gemas


"Lalu kau ingin imbalan apa?"

__ADS_1


Jay tersenyum "Jika aku minta hati mu.. apa kau akan memberikan nya?" Menatap Dira dalam


Dira Mengerutkan keningnya bingung "Jay jika kau meminta hati ku, lalu bagaimana aku bisa hidup tanpa hati" Kesalnya


"Oh God" frustasi "sudahlah tidak usah di bahas" Kesal jay


Dira terkekeh "Jay.. Terimakasih"


"Iya sama-sama"


"emm jay.. aku ingin bertanya, apa dikampus kau bertemu dengan lian?" Menunduk sedih "Sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengan lian dan lian juga tak pernah memberi kabar"


"Lian??" Terdiam sejenak "Oh God.. kenapa aku bisa lupa jika aku ada janji dengan gadis itu beberapa hari yang lalu.." Gumamnya


"Jay" panggil nya


Jay menoleh "Aku tidak melihatnya.. Tapi nanti aku akan menyuruhnya datang kemari" Mengelus rambut dira


Dira mengangguk "Maaf jika merepotkan mu lagi"


"its okay honey.. aku senang jika kau menyusahkan ku" Memeluk Dira


"Jay pelukan mu membuat ku rindu pada daddy.." Sendu nya

__ADS_1


"Kau bisa memeluk ku kapan saja, jika kau merindukan ayah mu"


"Terimakasih"


__ADS_2