Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 40


__ADS_3

Bukan nya marah di bilangi gila, jay justru malah tertawa terbahak-bahak.. Orang-orang sekitar yang melihat interaksi keduanya membuat mereka bertanya-tanya siapa sosok gadis yang tengah bersama dengan pria populer di kampus itu bahkan mereka tampak terheran-heran karena ini pertama kalinya mereka melihat jay bersama seorang gadis dan tampak nya sangat akrab..


"Siapa nama mu?"


"Ihh lepas... kenapa juga aku harus memberitahu mu namaku" Ketus nya


Jay hanya menggelengkan kepala sembari tertawa kecil "Nama ku Jayden Wilson, kau bisa memanggil ku jay or ayden" Tersenyum


"Ngga nanya tuh" Meledek jay lalu berlari menghindar dari pria berperawakan tinngi nan tampan itu


"Tck tck tck... aku tidak menyangka dia bisa berlari secepat itu dengan kaki sependek itu" Terkekeh melihat dira


"Woyyy jayyy" Panggil seseorang membuat jay reflek menoleh "Aku mencarimu sedari tadi dan ternyata kau ada disini"


"Ada apa?"


"Prof billie memanggil mu, sepertinya dia mau menyuruh mu masuk ke kelas mahasiswa baru untuk menggantikan nya karena aku dengar para dosen sedang mengadakan rapat"


"Oh ya? Kalau begitu aku pergi dulu.." Teman jay hanya mengangguk dan jay pun berlalu pergi


----------------


Setelah menemui prof billie dan ditugaskan untuk mengajar di kelas mahasiswa baru, jay pun bergegas ke ruang mahasiswa baru untuk memulai pelajaran namun sebelum itu ia memeriksa daftar hadir mahasiswa yang ada disana terlebih dahulu


"Halo perkenalkan nama saya jayden wilson salah satu mahasiswa juga disini, hari ini prof billie tidak bisa masuk karena sedang menghadiri rapat tapi beliau menugaskan saya untuk menggantikan nya, kalau begitu kita mulai mengabsen dulu" ucap jay lalu membuka daftar hadir


"Nadira Aditama"


.


.


.


Tak ada jawaban


.

__ADS_1


.


.


"Nadira aditama" Sebut jay sekali lagi "Tidak hadir yah?" Ucapnya dan hendak mencoret nama dira


"H hadirr misterrr" Ucapnya sambil mengangkat tangan namun dengan kepala yang tertunduk "Akkhh kenapa aku sial sekali sih.. kenapa aku harus bertemu dengan nya lagi" Batin nya kesal


Jay tampak memperhatikan gadis yang memiliki nama lengkap dira aditama itu "Nona.. walaupun yang berdiri di depan sini bukan seorang dosen tapi setidaknya hargailah, saya juga berdiri disini atas perintah prof.. Jadi saya mohon bersikap yang sopan" Ucapnya saat melihat gadis yang sedang mengangkat tangan nya itu masih menundukkan kepala


Perlahan-lahan dira mengangkat kepalanya "M maaf mister"


Jay tampak terbelalak namun sekian detik kemudian ia berusaha menahan tawa "Pantas saja dia tidak mengangkat kepala... Dasar gadis pendek.. Ohh jadi namanya nadira aditama.. Nama yang bagus" Batin nya sambil tersenyum tipis "Ekhem.. Lanjut" Jay pun kembali meneruskan absen lalu memulai pelajaran


Selama jam pelajaran berlangsung dira tak henti-hentinya mengutuk jay dalam hati bagaimana tidak, jay selalu saja menunjuk nya untuk menjawab setiap pertanyaan yang jay ajukan dan dira tau jika jay sengaja melakukan nya namun untung saja dira bisa menjawab semua pertanyaan yang jay lontarkan


.


.


.


.


Jay mendekat kearah dira kala ruang kelas telah kosong dan hanya menyisahkan mereka berdua saja "Aku tidak menyangka ternyata otak mu tak sependek kaki mu" Ucapnya sambil mengulum senyum


Dira tidak memperdulikan ucapan jay "Sudah saya susun.. semoga hari anda menyenangkan" Ucapnya hendak beranjak pergi


"Eittt mau kemana hmm? Apa aku mengatakan jika tugas mu sudah selesai?"


Dira memejamkan matanya erat-erat menahan rasa kesalnya "Kakak senior perlu bantuan saya lagi?"


"Ya.. Aku mau kau menemaniku makan" Ucapnya santai


"Whaattttt??!!!" Menatap pria di hadapannya dengan tatapan tak percaya "Heh bule... Jangan mentang-mentang kau ini asisten dosen jadi kau mau seenak nya yah memerintahku, lagian kurang kerjaan saja aku mau menemani mu makan " Ucapnya memakai bahasa indonesia


"Kau ini bicara apa, aku tidak mengerti" Ucapnya membuat dira menepuk jidat

__ADS_1


"Sudahlah aku sudah capek berbicara dengan pria aneh seperti mu" Ucapnya hendak beranjak pergi


Jay menarik tangan dira hingga tubuh dira berbalik arah dan menubruk dada bidangnya, keduanya tampak terdiam.. Dira begitu terkejut karena jarak antara ia dan pria dihadapan nya itu hanya berjarak beberapa senti saja "K Kau-"


"Mata mu sangat cantik" Menatap mata dira dalam


"L lepas" Ucap dira berusaha melepas genggaman tangan jay


Bukan nya melepas tangan dira, jay malah semakin erat menggenggam nya bahkan jay mendekatkan wajahnya ke wajah dira karena jarak mereka yang begitu dekat "Ternyata kau sangat cantik dilihat dari jarak sedekat ini" Tersenyum


Dira hanya diam mematung, entah kenapa ia terpaku menatap mata biru langit itu


.


.


.


.


.


.


.


.


"Dira!!!" Panggil seseorang membuat keduanya menoleh


.


.


.


"Liannn"

__ADS_1


__ADS_2