
Kediaman Zian
22 : 00 WIB
Setelah menemani dira belajar dan menidurkan dira.. Zeela pun keluar dari kamar Dira dan bergegas ke kamar nya..
Zeela menghentikan langkahnya saat melihat zian berdiri tepat di depan pintu kamarnya "A ada apa"
"Mulai sekarang tidur dengan ku" Tegasnya
"Apaaaaa?!!!!!" Pekiknya dengan mata yang membulat sempurna
Tanpa banyak bicara zian langsung menarik zeela masuk kedalam kamarnya.. selama mereka menikah keduanya memang tidak tidur di kamar yang sama
"Zian.. aku tidak mau" menghempaskan tangan zian
"Kenapa?!!" Dingin
"Aku takut kau melakukan itu lagi" Menunduk
"Memangnya kenapa.. kau kan istri ku, salahnya dimana?" Datar)
"Salahnya tak ada cinta di antara kita, kau bisa melakukan itu tanpa ada cinta di dalam nya tapi aku.. jujur aku tidak bisa melakukan itu tanpa cinta" Menatap zian dalam
"Kau kira aku akan melakukan itu pada orang yanb tidak ku cintai" Ucapnya membuat zeela tertegun sesaat
Zian kembali menarik zeela dan membaringkan tubuh mungil itu di atas kasur dan merengkuhnya dengan erat "Saat bermain-main di Lotte world tadi ponsel mu berbunyi terus.." Ucapnya dengan mata yg tertutup
"E eoh i ituu-"
__ADS_1
"Siapa?"
"Dion" Ucapnya pelan
Sontak zian langsung melepas pelukannya dan terduduk sambil menatap zeela tajam "Kau sering kontak-kontakan dengan nya??"
"Tidak sering.. dia hanya menanyakan kabar saja" Ucapnya lalu bangkit dan duduk berhadapan dengan zin
"Mana ponsel mu?"
"Kenapa?"
"Cepat sini" Zeela pun memberikan ponselnya pada zian
"Kenapa di blokir??" Ucapnya saat melihat zian memblokir kontak dion dan menghapus semua pesan dion
"Aku tau kau masih marah.. tapi tidak perlu seperti itu, dion orang yang baik bagaimana pun dia pernah menolong ku saat aku hampir tertabrak.. aku tidak enak hati jika menghindari nya"
"Jadi kau akan terus-terusan dekat dengan nya.. begituuuu??!!!!!" Bentaknya
"Dia sangat menyeramkan jika sedang cemburu" Batin zeela bergidik
"Apa salahnya? Kami hanya sekedar berteman ti- hhmmmmppptt zian" Memukul-mukul dada zian
Zian melepas pautan nya kala merasakan zeela kesulitan bernafas "Baru saja tadi aku memperingati mu untuk tidak berulah lagi.. tapi sekarang kau-" Zian menghentikan ucapannya.. ia berbaring memunggungi zeela sambil menggerutu dalam hati
"Zian" Menggoyang tubuh zian
"Singkirkan tangan mu" Ketus
__ADS_1
"Baru begitu saja marah" Kesal
Mendengar ucapan zeela sontak zian bangun lalu duduk menghadap zeela "Jika aku dekat dengan teman wanita ku, apa kau tidak masalah?" Menatap zeela dalam
"Tentu.. kan hanya berteman"
"Tak ada pertemanan yang murni Antara laki-laki dan perempuan.. jika saja aku jatuh hati pada teman ku lalu bagaimana tanggapan mu"
"Berarti kau bukan pria yang setia, padahal kau sudah memiliki istri yah meskipun kau belum mencintai ku (menatap zian dalam) walaupun saat ini aku juga belum memiliki perasaan untuk mu tapi aku tak pernah memikirkan hal tentang perceraian.. aku sangat menghormati pernikahan ini walau pernikahan ini berawal dan terjadi karena keterpaksaan.. aku tau aku melakukan kesalahan dengan pergi bersama pria lain, tapi jujur aku tak berniat apapun.. aku hanya tidak tau bagaimana cara menolak orang baik sepertinya hingga tak kusadari aku malah menyakiti perasaan mu"
"Maaf.. terserah kau mau percaya atau tidak, tapi untuk saat ini kau tetap yang pertama untuk ku.. jika memang kita di takdirkan bersama sampai akhir hayat.. aku janji sampai akhir nafas pun kau akan tetap menjadi satu-satunya pria di dalam hati ku
"Dan jangan goyah hanya karena pria-pria yang datang mendekati ku.. sebanyak apapun godaan yang datang tetap tak akan mampu menggeser posisi mu, suamiku" Ucap zeela sambil tersenyum
Perlahan-lahan zian mulai mengembangkan senyumnya lalu memeluk zeela "Berjanjilah untuk terus berada di sisi ku dan disisi Dira"
"Aku berjanji jika kau memperlakukan ku dengan baik" Terkekeh
"Baiklah... Mari mulai semuanya dari awal, mari menjalani kehidupan rumah tangga seperti kehidupan rumah tangga pada umumnya.. aku tak bisa berjanji apapun padamu tapi aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk mu" Zeela tersenyum sambil mengangguk lalu membalas pelukan zian
"Kalau begitu kita mulai dari malam pertama.. Ya walaupun kita sudah melakukan malam pertama kemarin.. Anggap saja malam ini adalah malam pertama kita" Menyeringai
Zeela membulatkan matanya dan hendak beranjak dari tempat tidur tapi zian sudah lebih dulu menarik tangan nya dan menindih tubuh nya
"Z Zian" menahan dada zian
"Call me Daddy.. baby" Mengecup b*b*r zeela
"J jangan begini" Zian tidak memperdulikan ucapan zeela, ia terus memperlancar aksinya.. dan zeela hanya bisa pasrah di bawah Kungkungan zian
__ADS_1