Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 51


__ADS_3

Jay menyusul dira ke halaman belakang kampus, disana ia melihat dira duduk meringkuk di bawah pohon sambil menangis


"Dira.."


Dira mendonggakkan kepala menatap pria di hadapannya.. Dira Menghapus air mata nya lalu berdiri "Jay.. Mulai saat ini sebaiknya jangan dekat-dekat dengan ku lagi"


Jay tersenyum "Apa karena lian?" Dira mengangguk "Ternyata kau ini egois juga.. Lalu bagaimana dengan ku hmm? Kau tak memikirkan perasaan ku?"


"Jay.. Lian sangat berarti untuk ku" Menatap jay dalam "Kau orang baru di hidup ku sedangkan lian? Aku dan lian sudah bersama sejak kecil, dia sudah seperti saudara untuk ku.. Aku sangat menyayangi nya.. Aku tidak ingin dia terluka apalagi terluka karena aku.. Karena itu kumohon mengertilah" Ucapnya sendu


"Dia sangat beruntung memiliki sahabat seperti mu tapi sayangnya kau yang tak beruntung honey" Batin Jay menatap dira dalam


Jay menghela nafas panjang "Apa kau pikir dengan menghindari ku semuanya akan baik-baik saja?" Menghapus air mata dira "Yang harus di kasih pengertian adalah lian bukan aku.. Sahabat mu itu sangat egois, hanya karena rasa sukanya pada ku membuatnya bersikap bodoh.. Dira, kau tau kan jika perasaan tidak bisa di paksakan?"


"Aku tau tapi setidaknya lian tidak menghindari ku" Sendu


"Sudah terlanjur, dia sudah menghindari mu.. Dira, semuanya akan terasa sama walaupun kalian mulai berbaikan.. Kau berusaha menjaga perasaan nya, tapi dia sama sekali tidak bisa menjaga perasaan mu.. Seharusnya kau berfikir kenapa hanya dia yang mau di mengerti.. Aku bukan nya mau mengadu domba kalian berdua tapi hubungan persahabatan kalian itu bukan hubungan yang sehat.. Hubungan persahabatan yang sehat itu di dalamnya saling menghargai dan saling menjaga"


"Tapi jika hanya satu pihak saja yang ingin di mengerti, persahabatan itu tidak akan bertahan Dira... Karena apa? satu pihaknya lagi akan merasa jenuh karena merasa hanya dia yang berusaha untuk mempertahankan hubungan itu"


"Aku mengerti jay... Tapi itulah aku, aku lebih mementingkan perasaan sahabat ku dari pada perasaan ku sendiri.. Karena aku tulus menyayangi nya.. Jay ku mohon mengerti lah" Lirih


Dira memutuskan pergi dari sana meninggalkan jay yang hanya diam mematung


Seminggu kemudian


Hubungan antara dira dan lian tak ada perubahan sama sekali, lian masih saja menghindari dira.. Dan dira yang terus berusaha memperbaiki hubungannya dengan lian dengan cara menghindari jay


Saat ini dira sedang duduk di balkon kamar apartemen nya, pandangan nya lurus ke depan dan pikiran nya terus tertuju pada lian.. Tak terasa air matanya jatuh begitu saja

__ADS_1


Di abaikan oleh sahabat nya sendiri membuat perasaan nya sangat sakit, terlebih lagi rasa sakit itu berkali-kali lipat karena ia juga harus menghindari pria yang sudah berhasil mengambil hati nya demi menjaga perasaan sahabat nya


"Non..."


Dira dengan cepat menghapus air matanya lalu menoleh kearah bi iyem "Apa semua sudah selesai bi?"


"Iya non.. barang-barang sudah di packing rapi dan tidak lama lagi mobil angkutan barang akan datang" Dira mengangguk "Non... Apa tidak sebaiknya kita memberitahu tuan besar akan kepindahan kita ke California, saya takut tuan akan marah jika kita tidak memberitahu nya" Cemas


"Tidak perlu bi.. Daddy pasti akan tau dengan sendirinya dan pasti dia akan mengerti" Tersenyum


Bi iyem tersenyum sendu, ia tau betul apa yang sedang di alami anak dari majikannya itu "Non.. nona yang sabar yah, bibi ada di sisi non dira, jadi non dira tidak kesepian" Dira mengangguk lalu memeluk bi Iyem


Dira sudah memutuskan untuk pindah universitas dan universitas yang ia tuju adalah salah satu universitas di California.. Dira sudah menyiapkan kepindahan nya dari beberapa hari yang lalu.. Awalnya dira ingin balik ke indonesia namun ia malu menghadapi keluarga nya, mengingatkan bagaimana dulu ia terus merengek ingin kuliah di tempat yang sama


dengan lian namun berakhir tak menyenangkan seperti ini


Dira pergi bukan karena marah pada lian, tapi dira kecewa pada dirinya sendiri..


Dira merogoh ponselnya lalu mengirim pesan singkat pada lian


"Lian aku sangat menyayangi mu... Jangan berpikiran aku memutuskan persahabatan di antara kita.. Saat ini kita hanya butuh waktu sendiri-sendiri dan mengintropeksi diri masing-masing.. Ku harap kita bisa bertemu lagi dalam keadaan yang baik"


3 hari kemudian


Lian kekampus seperti biasanya.. Namun perasaan nya beberapa hari ini terasa aneh saat mendapat pesan singkat dari dira.. Setelah beberapa hari berperang dengan isi pikiran nya, Lian pun memutuskan menemui dira di kampus namun Lian tak mendapati keberadaan dira di manapun


"Permisi... Apa kalian melihat mahasiswi atas nama Nadira Aditama?" Tanya lian pada teman-teman kelas dira


"Nadira??" Mengernyitkan dahi "Ahh siswi dari Indonesia itu?" Lian mengangguk "Dia sudah pindah.. Tapi kami tidak tau dia pindah kemana"

__ADS_1


"P-pindah? Maksudnya pindah?"


"Dia pindah universitas... Tapi Dira tidak bilang pindah ke universitas mana"


Lian terdiam sesaat, setelahnya ia berlari keluar ruangan mencari pria yang selalu bersama dengan dira


¶Taman kampus


"Senior"


Jay menoleh sekilas lalu kembali fokus pada buku-buku nya


Lian mengambil nafas sejenak "Senior maaf mengganggu waktu anda... Saya mau tanya, dira dimana"


Jay tampak tersenyum sinis "Bukankah dia sahabat mu, kenapa kau malah bertanya padaku dimana keberadaan nya"


Lian meremas ujung dress-nya, karena tidak ingin banyak bicara dengan jay ia pun pergi begitu saja


Tanpa pikir panjang lian langsung menuju apartemen dira... Namun sesampainya disana, apartemen dira telah kosong dan telah dihuni oleh orang lain


Lian mencoba menghubungi dira namun ponsel dira tidak bisa di hubungi begitupun dengan ponsel bi iyem.. Lian pun menghubungi ibu dira dan hendak menanyakan dira namun ibu dira sudah lebih dulu menanyakan dimana keberadaan dira dan itu membuat lian frustasi


"Dira kau dimana" Lirih nya


Di sisi lain


Jay menyandarkan kepalanya di kursi taman.. Ia memejamkan matanya erat-erat "Dira"


Jay mengingat beberapa hari yang lalu dira mengirim pesan singkat padanya yang berisi

__ADS_1


"Jay.. saat kau menyadari jika aku tak ada, tolong jangan mencari ku... Maaf karena menghindari mu, aku hanya tidak ingin semuanya semakin rumit... Jay kuharap kita bisa bertemu lagi dalam keadaan yang baik, terimakasih sudah membuat hari-hari ku lebih berwarna.. Aku menyayangi mu" -Dira


Tanpa sadar air mata jay jatuh begitu saja "Dira.. Kita pasti akan bertemu lagi.. Dan pada saat itu tiba kau akan jadi milikku"


__ADS_2