Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 23


__ADS_3

Setelah pertengkaran antara keduanya, zeela mulai mendiami Zian namun bukan berarti zeela tidak menjalankan tugasnya sebagai istri seperti menyiapkan makanan dan menyiapkan keperluan zian


Walau hubungan mereka tidak tampak seperti suami istri pada umumnya, namun zian dan zeela bisa di bilang teman yang cukup akrab, dan zeela juga adalah pendengar dan pemberi saran yang baik untuk zian namun sekarang zeela mendiaminya hingga membuat zian kesal sendiri


"Aku ke kantor dulu" Zeela hanya berdehem "Setelah menjemput dira langsung pulang ke rumah jangan keluyuran" lagi-lagi zeela hanya berdehem membuat zian berdecak kesal


"kau ini bisu yah" Zeela hanya menatap zian sekilas lalu beranjak pergi meninggalkan zian


"sh*tttt" Mengatupkan rahangnya geram


 


Tidak terasa sudah jam 1 siang, zeela bergegas ke sekolah menjemput dira pulang..


Sesampainya di halaman sekolah dira, zeela bertemu dengan dion


"Mas Dion" Menghampiri dion


"Zeela" Sumringah


Zeela dan dion mulai dekat semenjak zeela membantu dion mencari lian.. sekarang mereka sering bertemu karena anak-anak mereka bersekolah di tempat yang sama, sebenarnya dion jarang menjemput lian pulang sekolah tapi semenjak mengetahui jika zeela sering datang menjemput dira ke sekolah.. Dion pun mulai sering menjemput lian juga


Biassalah modus nya duren "duda keren" 😌


"Mau langsung pulang setelah ini" Zeela mengangguk


"Isss tidak asik.. bagaimana kalau kita makan siang bersama terlebih dahulu dan bermain-main di mall sebentar hmm??"


"Emm bagaimana yah" Menggaruk tengkuknya "Aaiss bagaimana cara aku menolaknya, jika saja si tua keladi •zian• itu tidak menyuruh ku langsung pulang pasti aku bisa menerima tawaran nya" Batinnya


Bagaimana??


"Emm a anu i-"


"Papaaaaa" Berlari dan menubruk tubuh ayah nya


"Putri papa sudah pulang ternyata" Mengusap rambut lian


"Lian dimana dira?


"Emm dira masih di ruang guru"


"Ruang guru?? K kenapa dengan dira? Apa terjadi sesuatu??" Belum saja lian menjawab, zeela sudah lebih dulu berlari masuk kedalam sekolah


"Apa yang terjadi dengan dira sayang??" Tanya dion pada putri nya


"Tidak terjadi apa-apa paaa... Bu guru hanya ingin memberi hadiah kecil pada dira karena nilai dira sangat meningkat" Jawabnya sambil tersenyum


"Oh begitu... Emm lian, menurut lian kak zeela itu orangnya bagaimana?"


"Emmm (berfikir) cantik dan baik hati.. ahh sekarang aku tidak memanggil nya Kakak tapi Tante"


"Emm??" Menaikkan alisnya sebelah


"Dir memanggil nya mommy jadi bukan kah seharusnya aku memanggil nya tante?" Dion tampak bingung mendengar ucapan lian, selama ini dion tau nya kalau dira itu adiknya zeela


Dion menatap ke arah depan, atensinya terfokus pada zeela yang menggandeng dira yang tampak kegirangan sambil berjalan ke arahnya

__ADS_1


"Dira.. selamat yah, paman Sangat kagum dengan peningkatan mu"


"Terimakasih paman" Tersenyum


"Bagaimana kalau kita merayakan nya dengan makan siang bersama, paman yang traktir" Ucapnya membuat dira berbinar


"Iya Dira kita harus merayakan nya, ayo kita makan bersama" Ucap Lian sambil tersenyum


"Eemm s-" Ucapan zeela terhenti kala Dira langsung menyela


"AYOOOOOO!!!!" Menggandeng tangan lian


Lian dan dira bergandengan tangan sambil bercanda ria menuju mobil


"ayoo zeela"


Zeela tampak enghela nafas "sekali-sekali gak patuhin suami ga papa kan lah yah" batin zeela


"Iya mas" Tersenyum


Mereka pun bergegas ke salah satu restoran yang berada di dalam mall


Setelah makan siang, dion mengajak zeela, dira dan lian bermain-main di Lotte world, dion bahkan membeli baju couple untuk mereka berempat, sebenarnya zeela tidak ingin memakainya karena dia merasa bersalah pada zian tapi dia juga tidak tega menolak permintaan dion dan anak-anak "haaa kenapa aku merasa seperti sedang berselingkuh yah" batin zeel gelisah


 


Di sisi lain zian dan sekretaris danu baru saja selesai meeting dan sekarang Zian mengajak sekretaris danu ke mall untuk membantu nya mencarikan hadiah.. ahh tidak lebih tepatnya sogokan agar dira dan zeela tidak mendiami nya lagi


Sekretaris danu yang sedang menikmati minuman nya sambil melihat barang-barang branded tiba-tiba tersedak saat atensinya mengarah pada 4 orang yang terlihat sedang asik bermain-main di Lotte world, tampak seperti keluarga bahagia


"Uhukk uhuukk mampus" Sekretaris danu tampak panik melihat zian yang berjalan kearahnya "T tuan.. sebaiknya kita cari hadiah nya di tempat lain saja, disini tidak ada yang bagus" Gelagapan


"Menurut saya biasa saja tuan.. sebaiknya kita pergi sekarang" Hendak menarik tangan zian


"Mommyyyyyyyyyyy!!!!!!!!" Teriak seorang gadis kecil saat melihat mommy nya terpeleset


"Zeelaaaaaaa (paniknya) mana yang sakit.. sini mas lihat" Memeriksa kaki zeela


Zian yang melihat itu semua, sontak membulatkan mata nya.. sekian detik kemudian rahangnya mengeras dengan tangan terkepal erat


"Allamaaakk (menepuk jidat) bagaimana ini" Gumam Sekretaris danu dengan perasaan gelisah


Zian langsung mendekat kearah keduanya "Singkirkan tangan mu dari tubuh istri ku" Dingin


Zeela mendonggakkan kepala " Z Zian" Terkejut


"Daddy?!!!" Terkejut


"Istri?" Menatap zian dan zeela bergantian


Zian membantu zeela berdiri lalu mencengkram pundak zeela "Bukan kah sudah ku bilang setelah menjemput dira langsung pulang ke rumah" Ucapnya sambil menatap zeela tajam


"Zian s sakit" Meringis kala cengkraman Zian semakin kuat


"Apa yang kau lakukan.. kau menyakiti nya" Hendak melepas tangan zian


"Jangan ikut campur... (Menunjuk dion) ini terakhir kalinya aku melihat mu membawa anak dan istri ku, terlebih lagi jika aku melihat mu mendekati istri ku lagi.. habis kau" Tekan nya

__ADS_1


"Kenapa aku harus menghindari nya" Datar nya


.


.


.


.


Bugh


"Brengseeeekkkkkk!!"


"Ziqn berhenti.. apa yang kau lakukan" Melerai


"PULANG SEKARANG!!!" Menyeret zeela dan dira


 


Sesampainya di rumah zian kembali menarik ibu dan anak itu dengan kasar


"Daddy sakit" Menangis


"Lepaskan dira.. kau menyakiti nya" Bentak nya


"Masuk ke kamar mu sekarang dira" Tekan nya


"Jangan menyakiti mommy dad" Menangis


"JIYEON MASUK!!!!"


Zeela enatap zian tajam lalu beralih menatap dira sendu "Sayang masuklah, mommy tidak apa-apa jangan khawatir


Dira hanya bisa menangis lalu masuk ke kamarnya, setelahnya zian menyeret zeela masuk kedalam kamar


Zian menghimpit zeela di dinding lalu Mel*mat b*b*r zeela dengan kasar


"Hhmmpp.. Z zian" Memukul-mukul dada zian


"Kau itu wanita yang sudah bersuami.. apa pantas kau keluar dan menghabiskan waktu dengan pria lain" Ucapnya dingin sambil menatap zeela tajam


"M maaf" Menunduk


Zian menunduk dan melihat baju yang zeela kenakan, seketika zian kembali tersulut emosi.. dengan satu tarikan, zian berhasil merobek baju itu


"ZIAAANNNNNNN" Pekiknya


"Akan ku buat kau selalu mengingat status mu saat ini" Ucapnya lalu kembali ******* b*b*r zeela dengan kasar


Perlahan namun pasti Zian meloloskan semua pakaian yang ia kenakan lalu ia menggendong zeela menuju tempat tidur tanpa melepas pautan nya, dan ia pun membaringkan tubuh zeela saat merasakan kakinya menyentuh bagian kasur


"Zian" lirihnya sambil menahan tangan zian yang hendak membuka bawahan nya, Zian menepis tangan zeela lembut lalu meneruskan aksinya


Zeela memekik tertahan, ia begitu terkejut melihat wajah Zian yang sudah tenggelam di bawah sana dan memainkan lidahnya dengan liar "aakkhhh ziaannn" menjambak rambut Zian "Z Zian hentikan eeuunnggg" Mendonggakkan kepala saat ia merasakan sesuatu yang mendesak ingin keluar


Zian menyeringai kala melihat zeela telah mencapai pelepasan nya, dengan segera zian bangkit lalu menindih tubuh zeela

__ADS_1


Zeela berteriak kesakitan saat zian memulai penyatuan mereka "Zian sakit" Menangis


Zian mengecup kedua mata zeela "Ini lah kewajiban mu sebagai istri.. Ingat!! Kau istri ku.. istri zian aditama.. hanya aku yang berhak atas dirimu"


__ADS_2