
"Daddy bahkan sudah mendatangkan guru privat dan menggajinya cukup tinggi tapi kenapa nilai mu malah semakin anjlok... Apa kau tak memperhatikan baik-baik saat guru mu mengajar haaa????"
Zian melihat tangan dira yang penuh dengan bekas pensil warna "apa kau menggambar lagi Dira??" Menatap putri semata wayangnya itu tajam
"Sudahlah.. namanya juga anak-anak, kenapa kau h-"
"Diam... ini tidak ada urusannya dengan mu" Menatap zeela tajam
"Aku sekarang ibu nya.. jadi Dira juga adalah urusan ku" Ucapnya lalu menarik dira pergi dari sana
"Aaakkkhhh" Mengusap wajahnya kasar
Esok harinya, hari ini adalah hari Sabtu.. Dira tidak ke sekolah karena memang setelah penerimaan raport para murid akan di liburkan selama satu Minggu
Kini hanya ada zeela dan dira di rumah sedangkan zian, ia pergi memantau perkembangan proyek nya
Zeela menghampiri dira yang sedang berbicara dengan seorang wanita di depan pintu rumah
"Ada apa sayang?!"
"Eoh ini guru privat ku mom" Jawab dira
Zeela menatap wanita itu dari ujung kaki hingga ujung kepala "guru privat??" Batin zeela heran
Bagaimana tidak heran jika penampilan guru privat dirasaja seperti orang yang akan ke pesta.. penampilan nya sangat heboh
"E ekhem.. maaf sebelumnya nona, mulai sekarang kami tidak membutuhkan guru privat utk anak kami lagi"
"Anak kami? (Gumamnya) maaf sebelumnya nona ini siapa?"
"Mommy ku, mommy baru saja menikah dengan daddy beberapa hari yang lalu" tersenyum
"Maaf sebelumnya nyonya, saya tidak tau klu anda istri tuan zian"
"Tidak apa-apa.. saya juga minta maaf karena tidak mengabari anda sebelumnya jika kami sudah tidak membutuhkan jasa guru privat lagi"
"T tapi kenapa tiba-tiba nyonya?"
"Saya sendiri yang akan mengajari anak saya" ucap zeela sambil tersenyum
"Ahh begitu"
"Sekali lagi saya minta maaf, ahh saya akan mengirim uang utk membayar b-"
__ADS_1
"Tidak perlu nyonya.. tuan zian sudah mentransfer gaji saya beberapa hari yang lalu.. kalau begitu saya permisi" Membungkuk lalu beranjak pergi sambil menggerutu dalam hati
"Terimakasih mom" ucapnya membuat zeela mengernyitkan dahi bingung
"Aku tidak suka guru privat itu.. dia sering memarahi ku dan mengatai ku bodoh mom (mengadu) syukurlah sekarang ada mommy yang mengajari ku jadi aku tidak perlu lagi di ajar oleh nya" Tersenyum
"Kenapa tidak lapor pada daddy" Tanya nya sambil mengelus rambut dira
"Sudah tapi daddy membela guru itu dan mengatakan jika aku lah yang salah"
Zeela tampak menghela nafas panjang lalu mengecup kening dira "Sekarang dira punya mommy.. apapun yang dira rasakan katakan pada mommy, jika ada yang menyakiti dira, dan apapun itu katakan semuanya pada mommy.. Mommy akan melindungi mu" Memeluk dira
"Thanks mom" Tersenyum
"Iya sayang"
Zeela berusaha menjadi ibu yang baik untuk dira, ia tidak mau dira merasa kesepian dan merasa sendirian seperti apa yang ia rasakan dulu
Hari terus berlalu, Zeela semakin dekat dengan dira.. sedangkan Zeela dengan zian tidak ada yang spesial sama sekali dari keduanya, hubungan di antara mereka masih begitu-begitu saja
Hari ini hari Minggu.. zeela menemani dira mengikuti lomba melukis di mall sebagai imbalan karena Dira sudah mendapatkan nilai 70 saat ulangan harian matematika kemarin dulu
Sedikit demi sedikit nilai pelajaran dira mulai meningkat.. walau peningkatan nya tidak terlalu besar namun zeela begitu bangga pada anak tiri nya itu
"Mommyyyyyyyy (memeluk zeela) mommy aku mendapat juara 1" Melepas pelukannya lalu menyodorkan papan pemenang lomba melukis
"Anak mommy memang sangat hebat.. mommy bangga pada mu" Mengecup tiap inci wajah dira
Dira tersenyum senang dan kembali memeluk zeela, Dira merasa begitu beruntung memiliki ibu tiri yang menyayangi nya dan sangat mengerti akan dirinya, tidak membatasi nya, dan selalu mendukungnya
"Dira?!!"
Dira menoleh kala mendengar seseorang memanggil namanya "Liannnn?!!!!" Tersenyum
"Kau disini juga.. beli apa?"
"Aku tidak berbelanja.. aku datang kesini untuk mengikuti lomba melukis"
"Wah benarkah?? Apa lombanya sudah di mulai?"
"Lombanya sudah selesai.. dan aku mendapat juara satu" Ucapnya sambil tersenyum lalu menunjukkan papan pemenang nya dan hasil lukisan nya dan itu membuat lian tampak memandang iri pada dira
"Selamat yah" Tersenyum tipis
__ADS_1
"Terimakasih.. kau sendiri beli apa lian??"
"Ahh ini aku beli beberapa buku pelajaran.. emm dira kalau begitu aku pulang dulu yah nanti papa ku mencari ku" Dira hanya mmengangguk sambil tersenyum
Lian dan maid nya pun berlalu pergi meninggalkan dira dan zeela
Lian menoleh kebelakang melihat dira yang tampak bahagia dan terus menunjukkan hasil karyanya pada zeela
"Ada apa nona" Tanya nya saat melihat anak majikannya menunduk sedih "Apa nona juga ingin ikut lomba itu?"
Lian menggelengkan kepala" Bibi kan tau sendiri, aku tidak bisa menggambar"
"Ahh i iya" Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Lian menoleh lagi ke arah Dira "aku iri padamu dira"
Setelah jalan-jalan menikmati jajanan kaki lima, zeela dan dira pun pulang..
Di ruang tamu mereka melihat Zian yang sedang duduk sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap keduanya tajam
"Dari mana saja kalian" Dingin
"Jalan-jalan" jawabnya singkat
"Dira sedang ulangan harian, seharusnya kau tidak mengajak nya keluar.. jangan terlalu sering mengajaknya bermain dia harus fokus belajar"
"Anak-anak akan stres jika terus berkurung di rmh dan belajar.. sekali-sekali ajak refreshing agar otaknya tidak mumet" Ketusnya
Zian tampak tidak memperdulikan ucapan zeela "Apa yang kau pegang itu" Tanya nya pada dira
"I ini" Gugupnya)
Zian memicingkan matanya "Dira kau menggambar lagi??"
Zeela hendak mengangkat suara tapi zian sudah lebih dulu menyelah "Diraa!!! Sudah berapa kali daddy bilang berhenti bermain-main dan fokus dengan pelajaran mu.. mau jadi apa kamu kalau hanya mementingkan karangan-karangan tidak berguna itu, lihatlah anak paman Dion dia selalu meraih prestasi di segala bidang sedangkan kamu apa haaa" Marah nya
Dira hanya menunduk sambil menangis
"Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda zian.. kau tak bisa memaksanya ini dan itu, dira adalah Dira dan anak dion yah adalah anak dion kau tak bisa menyamakan keduanya.. berhenti mengaturnya, dia berhak melakukan apapun yang ia sukai d-"
"Tau apa kau.. aku ini ayahnya aku yang lebih tau dia harus seperti apa" Menatap Zeela tajam
"kau memang ayah nya.. tapi kau sama sekali tidak tau anak mu itu seperti apa, dira memiliki prestasi di bidang tertentu tapi kau tak bisa melihat nya karena apa?? Karena kau terlalu sibuk membandingkan nya dengan anak orang lain.. kau selalu mendoktrin nya untuk menjadi ini dan itu, dia anak mu zian bukan sebuah boneka ataupun robot yang harus mengikuti segala keinginan mu.... Kenapa kau tidak bisa membuatnya menjadi diri nya sendiri?? Apa kau ini benar-benar seorang ayah??" Ucapnya membuat zian terdiam
__ADS_1
"Dia memang bukan anakku tapi aku tak akan pernah membiarkan mu seenaknya memperlakukan nya.. Ayo sayang" Menarik dira pergi
"Aakkhhh sial"