Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 56


__ADS_3

"Ahh maaf maksud saya Presdir Dion" Tersenyum


Dion menatap anak dari sahabat nya itu lekat "Ikut uncle" Ucapnya datar lalu berjalan mendahului radit


Tanpa banyak bicara radit pun mengikuti ayah dari gadis yang ia sukai itu


¶Ruang CEO


Dion mempersilahkan radit untuk duduk


"Bagaimana kabarmu radit?"


"Saya baik pak" tersenyum


"Panggil uncle saja jika hanya ada kita berdua"


"Saya baik uncle"


"Kau tumbuh dengan baik.. Dan kau sanga tampan seperti ayah mu" puji dion


"Terimakasih uncle.. Uncle pun tak berubah sama sekali, masih tetap tampan dan terlihat muda"


Dion mengangguk sambil tersenyum tipis "Uncle langsung saja... Kenapa tiba-tiba magang di sini? Ayah mu bahkan tak mengatakan apapun pada uncle"


Radit tampak menelan saliva nya susah "Duh jangan sampai uncle dion memberitahu daddy jika aku magang di perusahaan nya" Batin nya


"Maaf sebelumnya uncle.. Sebenarnya tak ada alasan khusus kenapa saya tiba-tiba magang disini.. Saya memang sudah merencanakan sedari dulu ingin melanjutkan kuliah S2 di luar negeri sambil magang.. Saya sudah mendaftar di berbagai perusahaan dan yang pertama menghubungi saya adalah perusahaan uncle"


"Benarkah?! Emm baiklah kalau begitu... Uncle harap kau tak ada maksud lain" Menatap radit mengintimidasi "Kalau begitu pergilah keruangan yang sudah di siapkan untuk mu, dan uncle harap kinerja mu memuaskan"


Radit tersenyum "Tentu uncle.. Kalau begitu saya permisi" Berdiri lalu membungkuk hormat pada dion dan beranjak pergi


"Dia pikir aku akan percaya dengan alasannya tck.. Aku harus mengawasi bocah edan itu" gumam dion


•••


Di sisi lain radit menghela nafas lega setelah keluar dari ruangan dion "Duh si papa mertua mukanya jutek amat, banyak masalah hidup kali yah" Gumamnya


Radit pun bergegas ke ruangan yang telah di siapkan untuk karyawan magang


.


.


.


10:30 Yogyakarta Indonesia


¶Vila Aditama


Saat ini dira tengah menyambut para investor

__ADS_1


"Apa semua investor asing sudah ada di tempat?" Tanya dira pada sekretaris ayah nya itu


"Masih ada satu orang lagi nona" Dira hanya mengangguk


•••


Hampir setengah jam dira menunggu satu orang itu


"Pak dirman tolong hubungi sopir yang menjemput investor itu jangan sampai terjadi sesuatu di jalan, karena seharusnya saar beliau sudah ada di vila.."


"Baik nona" Ucapnya lalu menghubungi sopir


.


.


"Nona kata sopir mereka sudah sampai di vila dan investor itu sudah masuk ke vila katanya" Ucap nya membuat dira bingung


"Loh.. kalau ada tidak mugkin dia langsung menerobos masuk, apalagi sedari tadi saya berdiri dekat pintu, bagaimana sih"


"Diraaa..." Panggil Zian lalu menghampiri putrinya itu


"Ada apa dad?"


"Salah satu investor asing ada yang membawa anak, dan anaknya tiba-tiba hilang entah kemana jadi sebaiknya kita berpencar mencari gadis kecil itu.. Ciri-ciri nya, berusia 3 tahun, rambut berwarna coklat terang dan di kepang dua"


"Astagah... Pak dirman tolong katakan pada sekuriti dan karyawan lainnya untuk turut membantu mencari anak kecil itu"


"Baik nona"


Dira mencari gadis kecil itu di sepanjang pesisir pantai, ia merasa cemas dan takut karena jangan sampai gadis kecil itu bermain-main air dan di bawa ombak..


Dira terus berjalan cukup jauh dari vila hingga sampai di paling ujung tempat orang-orang berdagang, tanpa sengaja atensi dira tertuju pada seorang gadis kecil yang tengah duduk berjongkok sambil menatap orang-orang yang sedang menikmati es kelapa muda


Seketika Dira berbinar, gadis kecil itu persis seperti ciri-ciri anak yang ayahnya sebut tadi


Dira menghampiri gadis kecil itu lalu menyapanya dan berbicara dengan nya menggunakan bahasa Inggris


"Hey cantik"


Gadis kecil itu menoleh matanya berkedip-kedip lucu membuat dira menggeram karena gemas


"You want it?" Tanya nya sambil menunjuk es kelapa muda


Gadis kecil itu hanya mengangguk


Dira tersenyum "Oke.. Bang es kelapa muda nya satu yah"


"Oke neng"


.

__ADS_1


.


"Sini duduk, tidak lama lagi es kelapa mu jadi" ucap dira sambil tersenyum


"Terimakasih" ucapnya malu-malu


"Sama-sama.. nama mu siapa"


"Nyasmin"


"Nyasmin??"


Gadis kecil itu menggelengkan kepala "No nyasmin but nyasmin"


Dira Terkekeh, ia baru sadar jika gadis itu masih berusia 3 tahun dan belum terlalu lancar berbicara "nama mu Jasmine?" Gadis kecil itu mengangguk


"Nama yang cantik seperti orang nya" Gumam nya


"Neng ini es kelapa nya" Menyodorkan gelas berisi es kelapa muda


"Terimakasih bang... Jasmine ini, minumlah"


Gadis kecil itu berbinar lalu melahap kelapa muda itu dengan senyum yang terus mengembang


"Setelah habis kita kembali ke vila yah.. kasian ayah mu ia khawatir"


"Aunty mengenal Daddy ku?"


Dira mengangguk "Ayah mu menginap di vila aunty"


Gadis kecil itu hanya tersenyum lalu menghabiskan es kelapa nya


.


.


Di sisi lain pria keturunan Kanada itu tampak cemas dan khawatir karena putrinya tak kunjung di temukan "Jasmine sayang kau dimana nak"


"Tuan semua penjaga dan karyawan telah dikerahkan untuk mencari nona jasmine.. Anda tenanglah" Ucap sekretaris nya


"Tenang?!!!! Tenang kau bilang??!!! Bagaimana aku bisa tenang, bagaimana jika anak ku di bawa ombak atau-"


"DADDYYYYYYY"


Pria itu menoleh kearah sumber suara betapa terkejutnya ia melihat putrinya di depan matanya saat ia hendak menghampiri putri nya pria itu kembali mematung kala menyadari siapa wanita yang tengah menggendong putri nya saat ini


Begitupun dengan wanita berusia 26 tahun itu, ia mematung di tempat menatap pria yang sudah lama ia tidak jumpai itu


"Daddy?" Gumamnya sambil bergantian menatap pria dihadapannya dan gadis kecil di gendongan nya


.

__ADS_1


.


"Jadi dia.. sudah menikah dan sudah memiliki anak!"


__ADS_2