Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 15


__ADS_3

¶Kediaman keluarga wijaya


Ny Wijaya menghembuskan nafas kasar "sial"


"Ma.. bagaimana jika kak zeela malah memberitahu Zian jika kita datang dan membuat keributan di apartemen nya.. dan Zian malah membuat kita semakin menderita "


"Diamlah.. biar mama berfikir dengan tenang" Kesalnya


"Bagaimana ini, jika begini terus.. tidak hanya harta, tapi aku pun akan kehilangan zian" Batin nya mengacak-acak rambut nya frustasi


"Aku harus mencari cara lain" tekadnya


 


Esok harinya


Z company


Bruukk!!!


Zeela tidak sengaja menabrak seseorang di hadapannya karena terburu-buru, hari ini ia terlambat masuk kantor karena semalam ia tidak bisa tidur dengan baik.. dan sekalinya bisa tidur, ia malah keenakan hingga kesiangan


"M maaf tuan... Saya tidak sengaja" Ucapnya sambil membungkuk minta maaf berulang kali


"Tidak apa-apa... (Memperhatikan gadis dihadapannya yang masih membungkuk minta maaf) ohhh?!! Gadis manis kita bertemu lagi" Tersenyum


Zeela mendonggakkan kepala nya "T tuan" Terkejut


"Waahh tidak ku sangka kita bertemu lagi... Kau kerja disini?"

__ADS_1


"Iya saya kerja disini tuan (tersenyum kecil) tuan sendiri kerja disini?? Emm tapi, saya tidak pernah melihat tuan sebelumnya"


"Aku tidak bekerja disini, aku datang kesini untuk menghadiri meeting"


"Ahh begitu" Mengerjapkan matanya


"Emmm.. (mengelus rambut zeela) bekerja lah dengan baik, dan jika misalnya kau mendapat kesulitan nanti, jangan sunkan untuk meminta bantuan padaku"


"Terimakasih tuan" Gugupnya dengan pipi yang memerah malu


Pria itu mendekat kan wajahnya ke wajah zeela dan menatap zeela intens lalu tertawa kecil "Kau sangat manis (Mengacak rambut zeela gemas) pergilah, kau sudah sangat terlambat"


Zeela hanya mengangguk lalu membungkuk hormat pada pria itu dan berlalu pergi


"Apa tuan menyukai gadis itu?" Tanya nya sambil tersenyum tipis


"Entahlah (mengangkat bahu sambil tersenyum tipis) Tapi.. jika misalnya aku dan dia bersama, apa kami terlihat cocok sebagai sepasang kekasih?? Sstt aku sedikit tidak percaya diri jika sedang di dekatnya, dia terlihat sangat muda.. orang-orang mungkin akan berfikir kalau aku ini lebih cocok jadi paman nya" Tertawa


"ahh sudahlah.. ayo kita masuk, 5 menit lagi meeting berlangsung"


"Baik tuan"


 


12:00 waktu istirahat pun tiba, zeelq merenggangkan otot-otot tubuhnya setelah beberapa jam berkutat di depan komputer.. perutnya terasa lapar, dan ia pun bergegas ke kantin kantor


Saat hendak memasuki kantin, zeela melihat pria yang menolong nya sedang berlari keluar kantor dengan mimik wajah yang terlihat panik, tanpa sadar zeela malah mengikuti pria itu dan tidak masuk ke kantin


"Permisi (memanggil sekretaris pria yang menolong nya) apa terjadi sesuatu tuan?!"

__ADS_1


"Ahh itu nona.. saat ini sudah jam pulang sekolah tetapi anak tn dion tidak ada di sekolah dan guru nya mengatakan anak tn dion sudah pulang sedari tadi.. padahal supir yang sering menjemput nya baru saja akan pergi menjemput, tn dion sangat panik karena tak ada satupun orang yang tau dimana keberadaan anak nya"


"A anak?? (Terdiam sejenak) Jadi pria itu sdh menikah" batin nya


"Sekolah nya dimana?"


"Tidak jauh dari sini nona"


Zeela mengangguk "Saya bantu cari di sekitar sini yah.. Boleh saya lihat foto nya tuan?!"


"Tentu nona" Ucapnya lalu merogoh ponsel dan menunjukkan foto anak dion


"Oh?? Ini kan teman dira" batin nya setelah melihat foto anak dari pria yang bernama Dion itu


Zeela menyodorkan ponselnya pada sekretaris dion "Catat nomor anda, jika saya bertemu dengan nya saya akan langsung menghubungi tuan"


"Terimakasih nona" Ucapnya setelah mengetikkan no ponselnya di ponsel zeela


"Kalau begitu saya permisi" Zeela mulai menyusuri jalanan di sekitar kantor hingga ke sekolah anak dion, namun ia tidak menemukan gadis kecil yang seusia dengan dira itu


Zeela terus berjalan mengelilingi jalanan kecil di dekat sekolah dasar itu.. Langkah nya terhenti saat melihat beberapa orang gadis kecil terlihat adu mulut di taman yang tak jauh dari tempat anak dion bersekolah


"Kenapa kau mengikuti kami??"


"Tidak.. aku tidak mengikuti kalian" ucapnya sambil menunduk


"Kau kira kami bodoh seperti mu sehingga kau bisa membohongi kami.. kelas kau mengikuti kami" Kesalnya


"Jangan berharap bisa berteman dengan kami... Karena kami tak akan pernah mau berteman dengan gadis bodoh dan miskin seperti mu"

__ADS_1


Gadis kecil yang di ejek itu hanya menunduk sambil menahan air matanya


"Diraaaa?!!!"


__ADS_2