Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 32


__ADS_3

Saat ini zeela tengah menidurkan kedua buah hatinya, dadanya terasa nyeri saat melihat kearah meja belajar Dira yang di penuhi dengan catatan-catatan kecil yang Dira buat untuk nya... Setiap hari nya Dira menyempatkan menulis kata-kata untuk mommy nya... Contoh nya seperti ini "Mommy Dira rindu, mommy cepat sembuh yah.. Setiap hari nya Dira akan menuliskan catatan kecil ini.. agar nanti saat mommy pulang, mommy bisa membacanya dan mommy akan mengetahui jika setiap harinya Dira sangat merindukan mommy"


Zeela meneteskan air mata "Maafkan mommy sayang" Gumamnya lalu mengecup kening Dira setelahnya zeela menghampiri box bayi radit yang memang sengaja di tempatkan di satu kamar dengan dira "Maafkan mommy sayang... mommy janji akan selalu di samping kalian apapun yang terjadi" Mengecup kening Radit


"Sayang" Memeluk zeela


Zeela menoleh kearah suaminya lalu membalikkan tubuhnya dan memeluk suaminya dengan erat "Aku mencintai mu dad.. Terimakasih sudah merawat anak-anak saat aku tidak ada di samping"


"Itu sudah kewajiban ku sayang" Mengecup kening zeela "Sudah jangan sedih lagi... Yang terpenting sekarang kita sudah berkumpul bersama lagi" Tersenyum sambil mengelus rambut istri nya "Kita balik ke kamar yah" Zeela mengangguk


Zian menggendong istrinya menuju kamar mereka.... Sesampainya di kamar ia membaringkan tubuh istrinya dengan hati-hati di atas tempat tidur lalu ia pun ikut naik ke atas kasur dan berbaring di samping istri nya lalu memeluk istrinya dengan erat


"Dad..."


"Ya honey"


"Selama aku di rawat di rumah sakit.. Kau tidak macam-macam kan?"


"Macam-macam bagaimana sayang??" Mengernyitkan dahi bingung


"Main wanita" Ucapnya polos


"Astagah sayang.. kau kira aku ini pria macam apa, lagian istriku ini masih muda dan sangat cantik, untuk apa aku melirik wanita lain... Dan aku ini pria yang sangat setia asal kau tau" Kesalnya


Zeela terkekeh "Iya-iya ga usah cemberut gitu Daddy" Mengecup bibir suaminya


"Emm... Honey aku belum mengantuk, bagaimana kalau kita buat Dede bayi" Bisik nya di telinga sang istri lalu menggigit kecil telinga istri nya


Zeela membulatkan matanya mendengar penuturan suaminya itu "Iiihhh yang benar saja, Radit bahkan belum berumur satu tahun, sudah mau di kasih adik saja" Mencubit perut Zian


"Ga apa-apa yank... Seru tau kalau banyak anak, rumah jadi rame" Ucapnya dengan tangan yang mulai bergerilya kemana-mana


"Nooooo... Aku mau fokus merawat radit dan dira, nanti saja kalau Radit sudah berusia 3 tahun baru bisa tambah lagi"


"Baiklah... Kalau gitu kita na-ena saja sayang" Bisik nya sensual dengan jarinya yang mulai nakal bermain di area sensitif zeela


"Dad kau ini mesum sekali" Ketus sambil memukul tangan zian


"Mesum sama istri pahala tau sayang... Yuk sayang udah tegang nih juniorku, mau yah emm" Memohon


"Iya.. tapi main nya pelan-pelan"


"Aku tidak janji" Cengir


Faktanya memang seperti itu awalnya saja lembut Ujung-ujungnya Zian pasti bermain kasar


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


D*sahan demi d*sahan terdengar memenuhi setiap sudut ruangan, beruntung kamar keduanya kedap suara jadi orang diluar tak akan mendengar aktivitas kedua insan yang tengah bercinta itu


"Ahh honeyy" Lenguh nya sembari menggoyangkan pinggulnya dengan tempo cepat


"Daddy eeuunnggghh" mencengkeram pundak zian


Zian tiba-tiba menghentikan aktivitas lalu membalikkan tubuh keduanya tanpa melepas kepemilikan satu sama lain, Kini zeela berada di atas tubuh zian "Daddy.. ahhh" D*sahnya saat Zian memegang pinggul nya dan menggerakkan pinggulnya "Daddy aku lelah"


"Sedikit lagi sayang eeuunnggghh"


Keduanya mend*sah nikmat setelah sama-sama mencapai pelepasan


Zeela membaringkan tubuhnya di atas tubuh zian "Daddy kau benar-benar gila" Ucapnya membuat zian terkekeh


"DADDDYYYYYYYY" Pekiknya saat Zian kembali memegang pinggul nya dan menggerakkan pinggulnya naik turun


"Nooooo.. Aku sangat lelah" Rengeknya


"Baiklah... Ayo kita tidur" Ucapnya lalu menuntun zeela berbaring disampingnya "I love you sayangku, terimakasih servisnya malam ini.. Aku sangat puas" Mengecup bibir zeela


Zeela hanya berdehem dengan mata yang sudah tertutup


Zian terkekeh geli melihat istrinya yang sudah tertidur hanya dalam waktu beberapa detik saja


------------


Esok harinya zeela menjemput dira pulang sekolah... Di depan sekolah dira, ia bertemu dengan dion


"Mas Dion"


"Zeela" Terbelalak "Kau sudah keluar dari rumah sakit"


"Iya mas" Tersenyum


"Syukurlah, aku ikut senang jika keadaan mu sudah membaik.... Oh ya maaf karena aku tidak pernah datang menjenguk mu, kau tau sendirikan bagaimana suami mu itu... Jika dia sampai tau aku menjenguk mu, mungkin dia akan membunuh ku" Terkekeh


Zeela tampak tak enak hati dengan dion "Maaf yah mas... Suamiku memang agak posesif hehe"

__ADS_1


"Aku mengerti kenapa dia seperti itu... Dia pasti was-was jika aku punya niat terselubung ingin mendekati mu" Tertawa "Kami memiliki masa lalu yang cukup rumit.. Jadi yah begitulah"


Zeela terdiam sejenak "Maaf mas kalau aku lancang menanyakan hal ini.. emm dimana ibu nya lian?"


"Entahlah... Intinya dia sudah bahagia dengan keluarga nya yang baru" Menatap lurus kedepan "Aku terlalu menaruh ekspektasi yang tinggi padanya hingga realita menghancurkan semuanya... Mungkin karena itu banyak orang yang mengatakan jangan terlalu berharap tinggi pada sesama manusia"


"Karena tak ada yang tau, jika sifat manusia akan sering berubah-ubah..."


"Maksudnya ibu Lian tidak s setia?"


Dion terkekeh kecil "Begitulah, di tambah lagi ego nya terlalu tinggi"


Menatap zeela "Jika seandainya aku yang lebih dulu bertemu dengan mu... Mungkinkah saat ini Lian akan merasakan rasanya berada di posisi Dira.. (Menatap zeela dalam) Memiliki ibu sambung yang cantik, perhatian dan baik seperti mu?"


.


.


.


"Sayangnya dia di takdirkan untuk ku... Bahkan sekedar dalam mimpi pun kau tak bisa memiliki nya" Ucap seseorang dengan lantang membuat keduanya menoleh


"Daddy" Terbelalak


Zian mendekat kearah kedua nya dengan wajah yang datar dan dingin, setelah sampai di depan kedua nya, zian menarik tangan istrinya dan membawanya kebelakang tubuhnya


Dion terkekeh geli melihat kelakuan zian "Aku hanya mengatakan SEANDAINYA... Kau terlalu berlebihan tuan Aditama" Ejeknya


"Tak ada kata SEANDAINYA... Bahkan hanya sekedar mengkhayal kan nya pun kau tak pantas untuk nya" Menatap Dion tajam


"Daddy... Sudahlah" Mengelus punggung Zian


"Istri mu ini sempurna di mata pria, jadi jangan heran jika banyak yang mengharapkan nya termasuk aku" Ucapnya sengaja memanas-manasi zian


"KAU MAU MATI YAH BRENGSEEKKKK" Hendak memukul dion


"DAD... STOPPPPP!!!!" Teriaknya membuat zian menoleh kearah istrinya


"Aku milikmu dad... Tak akan ada yang merebut ku darimu" Menghela nafas berat


"Tapi sayang.. Cecunguk ini--"


"Baru di pancing sedikit saja sudah marah tck tck tck.." Dion menggelengkan kepala


"Jika saja tidak ada istri ku disini sudah ku hajar kau" Geramnya


"Daddy sudah.. sini peluk dulu" Zian memeluk istrinya sejenak lalu mengecup kening istrinya "Jangan dekat-dekat dengannya sayang, nanti kau terkena virus mematikan nya" Menatap Dion tajam

__ADS_1


Sedangkan Dion hanya tertawa kecil melihat tingkah Zian yang begitu posesif pada zeela


__ADS_2