Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 41


__ADS_3

"Liaaaannnnn" Pekik nya


Dira menginjak kaki jay dan langsung berlari ke arah lian dan memeluk nya "Lian kau datang menjemput ku" Senangnya


"Ahh Lian sebaiknya kita segera pergi, atau pria aneh itu akan terus mengganggu ku" Bisik nya pada Lian


"Pria aneh?" Gumam nya lalu menatap jay yang berdiri cukup jauh dari mereka


Jay terkekeh kecil lalu menghampiri keduanya "Oh.. bukankah kau si kutu buku itu?"


Lian tampak gugup "i iya senior"


Lian memang mendapatkan julukan kutu buku di tambah lagi ia selalu menyendiri di perpustakaan atau dimanapun itu "Emm jadi si pendek ini teman mu?" Lian hanya mengangguk dengan wajah yang memerah semu


"Lian kau sakit yah? Wajah mu memerah" Menaruh telapak tangan nya di dahi lian "Tidak... Tidak demam" Bingung dira


"emm d Dira sebaiknya kita pergi saja... Senior kami pamit" ucapnya lalu menarik dira keluar dari ruangan


.


.


.


.


"Haa syukurlah pria aneh itu tidak mengikuti kita" Ucap Dira sambil bernafas lega


Lian tampak terdiam sejenak "Dira.. kau mengenal senior itu?"


"Tidak.." Ucapnya cuek


"Tapi sepertinya kalian terlihat akrab.. Tadi, aku bahkan melihat kalian berpelukan"


"Haaa??? siapa yang berpelukan?? dia itu menarik ku cukup kuat hingga aku terhuyung ke belakang alhasil dia menahan tubuh ku dan terlihat seperti sedang berpelukan... Ehh tapi Lian, apa benar pria yang tadi itu banyak dikejar-kejar gadis-gadis kampus"


Lian tersenyum "emm dia sangat populer, karena wajahnya yang tampan serta ia terkenal sangat cerdas karena itu prof. Billie menjadikan nya asisten"


Dira mengangguk "Apa kau juga menganggap nya tampan?"


Lian tampak tersenyum malu "Bukankah kenyataan nya dia memang tampan?"


Dira tampak menunjukkan ekspresi aneh "Aku tidak mengerti kenapa kau menganggap nya tampan.. Padahal ku lihat biasa saja.."


Lian tampak terperangah "Biasa dari mana, kau tak lihat matanya yang indah berwarna biru langit, hidungnya mancung, rahang tegas, dan bibir yang tipis.. Dan jangan lupa postur tubuhnya yang sangat bagus" Tersenyum


Dira tampak memicingkan matanya "Lian... Kau suka padanya yah?"


Lian tampak gelagapan "T tidak.. siapa bilang?"


"Tck tck tck... Ya sudah sebaiknya kita makan dulu yah, aku sangat lapar" Lian hanya mengangguk sambil tersenyum lalu menggandeng tangan Dira

__ADS_1


.


.


.


.


.


Esok harinya seperti biasa dira dan lian pergi ke kampus... Saat ini dira tengah mengerjakan tugas di kursi taman kampus sedangkan lian sedang kuliah


"Aduhh yang ini cara penyelesaian nya bagaimana yah, terua pake rumus yang mana? Isss aku telfon Lian saja, biar dia membantu ku... Ehh tunggu, Lian kan sedang kuliah" Menghela nafas panjang


"Apa yang tidak kau pahami" Ucap seseorang dari belakang tubuh Dira


"Astagah... Kau" Mengusap dadanya karena terkejut "Kau ini kenapa selalu berada dimana-mana sih" Kesal nya


Jay tampak terkekeh lalu duduk di samping Dira "Kita ini berkuliah di kampus yang sama, tentu saja kita akan sering bertemu..." Ucapnya lalu mengambil buku catatan Dira "Sini biar ku jelaskan agar kau paham cara pengerjaan nya.."


Jay mulai menjelaskan soal dan rumus yang harus di pakai untuk menyelesaikan tugas itu...


Dira tidak mendengarkan penjelasan pria itu dengan baik, sebaliknya Dira malah menatap pria itu aneh


"Mengerti?" Tanya Jay


"Tidak mengerti" Ketus nya lalu mengambil buku nya dari tangan jay


Menatap jay sinis "Memangnya siapa juga yang menyuruh mu menjelaskan" Ketus


Jay menarik dagu Dira hingga Dira menatap kearahnya "Dasar gadis tidak sopan..." Menatap Dira dingin


Dira menepis tangan jay "Kau yang tidak sopan... Tolong jangan mengganggu ku, urus urusan mu sendiri.." Ucap dira sambil mengumpulkan semua buku-buku nya dan memasukkan nya dalam tas


"Oke-oke aku minta maaf.. Tetaplah disini, aku hanya ingin membantu mu agar kau bisa menyelesaikan tugas mu" Menahan tangan Dira dan menarik dira untuk duduk kembali


Dira hanya diam sambil menatap jay tajam


"Dengar baik-baik dan pahami.. aku akan menjelaskan nya dengan pelan-pelan oke?" Dira hanya mengangguk


Lalu Jay pun menjelaskan nya dan dira memperhatikan nya dengan baik


.


.


.


.


"Ohh jadi begitu... ahahaha.. kupikir akan sangat sulit mengerjakan nya" Ucap Dira sumringah sambil mengerjakan tugas-tugas nya

__ADS_1


sedangkan Jay, ia menopang kepalanya menggunakan tangan nya sambil menatap Dira "Mata nya bulat, hidungnya mungil dan bibirnya juga mungil... Badannya pendek dan mempunyai sifat petakilan.. Nadira Aditama, aku tidak tau kenapa kau begitu menarik di mata ku" Batin nya sambil tersenyum tipis


Dira menoleh kearah Jay dan menunjukkan senyum manis nya setelah menyelesaikan tugas-tugas nya "Senior, terimakasih atas penjelasannya.. Kalau begitu saya pergi dulu yah"


"Pergi?" Mengerutkan keningnya "Apa hanya begitu saja? Tck tck tck mulut ku bahkan sudah pegal karena mengajari mu dan hanya begitu saja cara mu berterimakasih?"


"Duduk kembali" Menatap Dira dingin


Dira menelan saliva nya susah dan kembali duduk di tempat "Senior a-"


.


.


.


.


.


CUP!!!!


.


.


.


.


Dira membulatkan matanya kala Jay mengecup bibirnya cukup lama


"Manis dan lembut.. padahal aku hanya mengecupnya" Menatap bibir dira


Dira tampak mematung di tempat, Jay yang melihat Dira hanya diam sambil menahan nafas tampak tertawa kecil "Seperti nya aku beruntung... Ciuman pertama yang manis" Batin nya


Dan secepat kilat Jay kembali mencuri satu kecupan di bibir dira dan ia pun mengambil tas nya dan berdiri dari tempat duduknya "Sampai jumpa lagi gadis pendek" Mengusap kepala Dira lalu beranjak pergi


.


.


.


.


.


.


Dari kejauhan ada yang melihat adegan manis itu, siapa lagi kalau bukan Lian

__ADS_1


Tanpa sadar air mata Lian jatuh begitu saja.. ia berbalik badan dan memutuskan untuk pergi dengan hati yang berdenyut sakit


__ADS_2