
2 hari kemudian Zian datang bersama zeela ke kediaman keluarga wijaya
¶Depan rumah
"Ada apa?" Tanya nya saat zeela hanya diam di tempat dan tidak mengikuti nya masuk
"A aku" Menunduk sambil meremas jari-jari tangan nya
"Tidak perlu cemas dan takut, ada aku disini" Menarik zeela masuk
Tn Wijaya tersenyum melihat kedatangan Zian dan zeela "Kalian sudah datang, ayo duduk"
Ny wijaya dan syila tampak menatap zeela dengan tatapan kesal
"Langsung pada intinya saja.. saya akan menikahi zeela 3 hari lagi, semua persiapan pernikahan kami sudah selesai dan hari ini undangan pernikahan kami mulai akan di sebar"
"Tck tck tck kami bahkan belum menyetujui lamaran mu tapi kau sudah menyiapkan pernikahan.. benar-benar sangat tidak tau malu dan tidak menghargai orang tua" Celetuk Ny Wijaya
"Jane" Menatap Ny wijaya tajam
"Kenapa??? Kau menerima lamaran nya juga karena terpaksa kan?!! (Menatap ziqn tajam) siapa yang mau punya menantu yang tidak bisa menghargai orang tua, dan bersikap kekanak-kanakan.. menyangkut kan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan.. notabenenya saja pengusaha berpengaruh cihhh" Sinis nya
Zian tersenyum kecil mendengar penuturan Ny Wijaya "maaf sebelumnya nyonya.. sepertinya ada kesalahpahaman disini, saya memang mengancam zeela dengan menggunakan perusahaan agar ia menikah dengan saya.. tapi saya tidak benar-benar akan melakukan itu, saya hanya ingin menakut-nakuti nya saja"
"Tidak benar-benar melakukan nya?? (Tertawa) waahhh lalu penurunan jabatan suami ku dan pergi nya para investor itu apa haaa??!!!!" Marah nya
"Itu krn kesalahan Tn wijaya sendiri"
"Maksud mu?" -Tn Wijaya
"Anda terlalu fokus dengan kerjasama antara perusahaan sampai-sampai tidak menyadari jika banyak tikus-tikus yang bermain curang di perusahaan anda... Para investor mengalami kerugian besar karena itu mereka mencabut saham mereka.. seharusnya anda berterima kasih pada saya karena saya membungkam para media untuk tidak mengungkapkan apa penyebab para investor menarik semua saham mereka"
Zian tidak bodoh, ia mencari semua kejanggalan-kejanggalan di perusahaan itu dan menjadi kan nya tameng untuk menjatuhkan W group.. Bahkan bukan hanya W group, zian pun mengetahui semua kebusukan yang di lakukan tiap perusahaan di negeri Nusantara itu
"Lalu bagaimana jika saya pun menarik semua saham saya dari W group?? Apa anda pikir bangunan tinggi itu akan masih berdiri kokoh disana dan para karyawan disana masih bisa menghidupi keluarga mereka??" Ucap zian membuat mereka terdiam
Zian menggenggam tangan zeela dengan lembut "Berikan putri kalian pada saya, saya janji akan membuatnya bahagia... Anggap saja dengan menyerahkan zeela pada ku adalah salah satu tanda terimakasih kalian atas apa yang sudah kulakukan"
__ADS_1
Tn wijaya menghela nafas panjang "Terimakasih nak zian, saya merestui kalian" Tersenyum
Ny wijaya dan syila benar-benar tidak tau harus berkata apa
"Bagaimana dengan kelangsungan hidup orang tua ku" Bisik nya pada zian
Zian menatap zeela sebentar lalu menatap ketiga orang di depan nya "Maaf sebelumnya.. saya tidak bermaksud apa-apa, tetapi setelah pernikahan kami selesai.. Anda semua bisa ke bali, disana sudh saya siapkan rumah dengan segala fasilitas dan saya juga membukakan usaha atas nama Tn Wijaya"
"Apa secara tidak langsung anda mengusir kami dari sini?? Dan ayah ku sudah merestui pernikahan kalian bukan kah seharusnya anda mengembalikan posisi ayah ku di perusahaan" Celetuk syila
"Bukan nya saya meragukan kemampuan Tn wijaya.. tapi akan sangat sulit utk mendapatkan kepercayaan investor lagi.. semuanya tergantung tn Wijaya, mau bagaimana?"
"Baiklah... Saya menerima nya, setelah pernikahan kalian selesai kami akan berangkat ke Bali"
"SAYANG?!!! PAPA?!!!!" Pekik nya bersamaan, tidak terima dengan keputusan Tn wijaya
"Jika kalian tidak mau ya sudah.. biar aku sendiri yang akan ke sana dan hidup dengan damai" ucapnya pelan namun menusuk
"Baiklah kalau begitu.. saya pamit dulu, ahh dan saya juga minta izin untuk membawa putri kalian tinggal di rumah saya mulai hari ini... Anak saya dan zeela belum mengenal satu sama lain jadi saya memanfaatkan waktu 2 hari ini untuk memperkenalkan keduanya"
"Tentu saja" Tersenyum
"Pa, ma, syila.. aku pergi dulu" Tn wijaya hanya mengangguk sedangkan Ny wijaya dan syila hanya diam sambil membuang muka
"Ayo sayang" Menarik tangan zeela dan berlalu pergi
Setelah perjalanan lebih dari 30 menit, zeela dan zian pun sampai.. Zian menyuruh zeela jalan-jalan menyusuri setiap sudut rumah agar ia tidak bingung nanti nya..
Saat melihat-lihat halaman rumah, atensi zeela teralihkan saat melihat mobil masuk ke halaman rumah
"Diraaaa?!!!" Terbelalak saat melihat gadis kecil yang sering ia temui turun dari mobil
"Kak zeelaaaaa" Berlari ke arah zeela dan memeluk zeela erat
"Apa yang kau lakukan disini?!" Mengelus rambut dira
__ADS_1
"Ini ru-"
"Azeelaaaa!!! Apa kau tidak dengar aku memanggil mu sedari tadi" Kesal nya
Zeela menoleh kearah Zian "maaf.. aku tidak dengar"
Zian menghampiri zeela, lalu menatap zeela dan dira bergantian
Zeela memeluk Dira saat Zian menatap Dira dengan tatapan intimidasi "Ini anakku.. maaf aku tidak bilang-bilang kalau dia datang kemari" Ucapnya membuat dira menatap nya bingung
"Benarkah?? Kalau begitu perkenalkan (menarik dira dari pelukan zeela) Nadira Aditama anak dari Zian Aditama" Tersenyum mengejek
Zeela terbelalak mendengar ucapan zian "A Apaaa?!!! a anak??!!'
Dira tersenyum manis sambil mengangguk kan kepala "Iya kak.. ini Daddy ku"
Zeela semakin membulat kan mata nya dengan mulut yang terbuka lebar
Zian mendekat kan wajahnya ke wajah zeela sambil menahan tawa "Tutup mulut mu sayang.. nanti lalat dan nyamuk masuk"
Dira tidak memperdulikan ucapan zian "Kak zeela kenapa bisa tau rumah ku disini?" Tanya nya sambil tersenyum
"E eoh i ituu" Zeela tidak tau harus berkata apa lagi
"Ayo kita masuk.. Daddy akan memberitahu mu kenapa kak zeela datang kemari" Ucapnya lalu menggandeng tangan dira
"Kenapa hanya diam disitu... Anak dan kekasih mu ini sudah mulai capek berdiri disini sayang" Ucapnya lalu menggandeng tangan zeela
Zeela hanya diam dengan kepala yang tertunduk malu.. Sedangkan zian ia sudah tidak bisa menahan tawanya lagi, dan dira hanya menatap keduanya dengan tatapan aneh
Saat sudah berada di ruang tamu, perlahan-lahan Zian menjelaskan pada dira tentang zeela
Dira yang awalnya tidak mengerti perlahan-lahan mulai paham maksud dari perkataan Daddy nya "Maksud Daddy, kak zeela akan menjadi mommy ku??" Tanya dira yang hanya di balas anggukan oleh zian
Zeela mulai khawatir saat dira tidak memberi reaksi apapun.. Namun sekian detik kemudian dira tiba-tiba memeluk zeela dan mengatakan kalau dia senang jika zeela akan menjadi mommy nya
Dira tau zeela adalah orang yang baik, dan dira juga tau zeela sangat tulus padanya
__ADS_1
Zeela dan zian tersenyum lega mendapat persetujuan dari Dira