Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 54


__ADS_3

16:30 Yogyakarta Indonesia


Seorang gadis cantik tengah menikmati suasana sore hari di balkon kamarnya.. Mata indah itu tertutup menikmati hembusan angin, kenangan manis dan pahit semasa kuliah terlintas begitu saja di benaknya.. Rasa sedih dan rindu bercampur aduk dalam hatinya, walaupun sudah 6 tahun berlalu tetap saja tak ada yang berubah.. Rasa sedih itu masih ada dan rasa rindu semakin membuncah


Sedih akan hubungan yang masih belum membaik dan rindu akan kebersamaan


"Kuharap kau menjalani hidup mu dengan baik selama ini.. Aku merindukan mu" Batin dira


.


.


.


"Dan.. Jay.. Bagaimana kabar mu? Apa kau baik-baik saja?" Gumamnya sendu


Ternyata benar kata orang, cinta pertama itu sangat sulit dilupakan..


Dan dira telah membuktikan nya, di usianya yang sudah menginjak 26 tahun ini ia masih nyaman dengan kesendirian nya.. Ahh tidak, lebih tepatnya dira masih belum bisa melupakan cinta pertama nya.. Karena hal itulah yang membuat dira sulit menerima pria lain.. Jay masih saja memenuhi isi pikiran dan hati nya


"Sayang"


Dira menoleh "Mommy"


Zeela tersenyum lalu menghampiri putrinya "Daddy mencari mu, ada hal yang ingin ia sampaikan"


Dira hanya mengangguk lalu menggandeng tangan ibunya berjalan beriringan menghampiri sang ayah


.


.


.


Zian tersenyum melihat istri dan anaknya menghampiri nya


"Duh mommy makin cantik aja sih" Mengecup pipi istri nya yang telah duduk disampingnya


"Iihh dad malu di lihat anak-anak" Pipi memerah


"Daddy ini kebiasaan ga tau tempat" Ketus radit


"Bilang aja kamu iri" menatap putranya sinis


"Iri??!! Ngapain iri.. aku juga bisa mencium mommy" Ucap nya lalu mengecup pipi ibu nya

__ADS_1


"Heiii anak nakal.. mommy mu itu milik Daddy, jangan cium-cium" Marah nya sambil memeluk istrinya


"Aduh sudah-sudah.. Kamu ingin bicara apa sama dira dad" -Zeela


Zian melepas pelukan nya "Oh iya.. Dira, Daddy membutuhkan bantuan mu untuk mengurus perusahaan beberapa bulan kedepan.. Radit harus melanjutkan pendidikan nya di luar negeri jadi tidak ada yang akan membantu Daddy lagi.. Apalagi Daddy sudah mulai melebarkan sayap di pasar internasional, daddy dan sekretaris Daddy sebenarnya bisa tapi bagaimana yah, pekerjaan akan lebih cepat selesai jika kamu juga ikut membantu daddy"


"Aku juga bisa membantu mu kok dad" Ucap Zeela


"Noo sayang.. Tugas kamu itu hanya mengurus aku bukan yang lain" Ucap zian membuat radit memutar bola matanya jengah


Dira tersenyum "Baiklah dad.. Kebetulan juga aku sudah mendapatkan manager baru yang akan mengurus bisnis ku" Zian tersenyum lega


"Oh iya.. Kau mau kuliah S2 di negara mana?" Tanya dira pada radit


"USA"


"Kenapa harus USA?"


Radit menatap kakaknya "Tak harus juga dan tak ada alasan tertentu, sebenarnya aku daftar magang di beberapa perusahaan besar luar negeri dan yang pertama menghubungi ku adalah salah satu perusahaan di usa"


"Untung saja aku sudah menyiapkan alasan yang logis jika tidak, daddy dan mommy pasti akan mengulek ku jika mengetahui alasan ku yang sebenarnya mengapa memilih usa" Batin radit


"Lalu di perusahaan mana tempat mu magang" Tanya sang ibu membuat radit tersenyum kikuk


"E emm itu... Ahh sudahlah kalaupun aku bilang, mommy juga tidak akan tau.. Mommy aku lapar, temani aku makan yah" Mengalihkan pembicaraan


"Aku ini sudah besar kak" Kesal nya


"Emm bocah besar.. makan saja masih ditemani mommy" Ejeknya


"Suka-suka ku lah" Ucapnya lalu bermanja-manja di pelukan sang ibu


"Sudah Daddy bilang jangan suka peluk-peluk mommy, mommy itu milik daddy" Melepas pelukan radit secara paksa


Dira dan ibunya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat anak dan ayah itu yang kembali berseteru karena merebut kan wanita kesayangan keluarga aditama itu


.


.


.


Jam 23:30


Kamar Zian dan zeela

__ADS_1


"Sayang.. Yuk tambah satu dede lagi" Mengelus-elus perut istri nya


"Ingat umur dad.. Anak pertama mu sudah berusia 26 tahun dan anak kedua mu sudah berusia 20 tahun.. Kita ini lebih pantas memiliki cucu bukan anak lagi" Ketus nya


"Isss sayang, memang apa salahnya jika kita memiliki anak lagi.. Teman ku ada tau yang sudah seperti kita tapi memiliki anak balita"


"Kamu ga malu apa sama tetangga? Kita ini udah tua dad.. Lagian aku sudah tidak bisa melahirkan lagi" Mengelus pipi suaminya


Zian tersenyum "Ngapain malu, aku justru senang jika kita punya anak lagi, tapi tidak apa-apa jika memang tidak bisa, aku tetap cinta kamu kok sayang"


Zeela terkekeh, tak ada yang berubah dari suaminya.. Suaminya tetap romantis dan pandai berkata manis "Ya dad.. walaupun kamu udah tua tapi aku tetap cinta" Tertawa


"Emm durhaka banget yah ama suami.. Aku ini ngga tua sayang" Mencubit pipi istri nya


"Iyaa deehh, suami ku ini masih terlihat muda dan tampan" Mengecup b*b*r zian


Zian terkekeh geli lalu menarik istrinya kedalam pelukannya "I love you honey"


"I love you to darling" Ucap zeela penuh cinta


Zian tersenyum lalu mendaratkan kecupan manis di kening sang istri "Oh iya sayang.. Aku ingin memberitahu mu soal Dira, seperti nya aku akan menjodohkan putri kita.. Bukan nya apa, aku hanya takut dia tidak akan menikah-menikah juga.. Jadi sebaiknya kita jodohkan saja yah"


"Huuss daddy, kok ngomong gitu sih.. Biarkan putri kita memilih pendamping hidup nya sendiri"


"Tapi sayang sampai kapan? Dira itu sudah berusia 26 tahun loh"


Zeela menatap suaminya itu dengan tatapan tidak suka "Kenapa kau selalu mempermasalahkan umur, biarkan putri kita memilih pendamping nya sendiri.. Saat ini mungkin dira belum menemukan pria yang pas untuk nya, jangan membuat nya tertekan dad.. Aku tidak suka itu"


"E ekhem iya sayang iyaa.. mukanya biasa aja dong" Mengecup b*b*r istrinya


Zeela hanya berdehem dan menatap zian jengah lalu membenamkan wajahnya di dada suaminya


.


.


.


"Sayang.. kamu emang nya belum mau gendong cucu?" Membujuk istri nya agar mau menjodohkan putri nya itu


Zeela mendonggakkan kepala nya menatap suaminya tajam "Tidur diluar"


"Ehh e engga sayang.. cuma nanya kok, galak banget sih" Zeela hanya diam sambil menekuk wajahnya "Cium dong sayang" rengek Zian


Emmuuacchh

__ADS_1


"Tidur yah dad.. Awas yah kalau tidak tidur" ancam zeela


"Iya sayang ku"


__ADS_2