
Setelah merutuki dirinya sendiri, jay memutuskan untuk menemui dira dan minta maaf namun ternyata dira sudah masuk ke kelas karena mata kuliahnya sudah di mulai.. Jay pun memutuskan untuk menunggu di taman kampus sembari mengerjakan tugas-tugas nya
.
.
.
.
2 jam berlalu, Jay dengan segera menuju kelas dira saat melihat teman-teman sekelas Dira sudah keluar...
"Diraa!!!" Panggil nya membuat dira, lian dan lucy menoleh
"Mau apa lagi anda" Ucap Lucy sambil menatap jay tajam
"Saya tidak akan melakukan apapun, saya hanya ingin berbicara dengan dira sebentar"
"Senior.. Bukankah saya sudah bilang pada anda t-" Ucapan lian terpotong kala jay langsung menyela
"Aku tidak akan melakukan apapun, aku hanya ingin bicara dengan nya, itu saja... Kalian tidak perlu khawatir, aku tidak akan macam-macam"
"Mau bicara apa" Ketus dira sambil masih menyembunyikan tubuhnya di balik tubuh lucy
"Kita bicara di taman saja, kalian berdua juga boleh ikut tapi kalau bisa kalian hanya perlu melihat kami dari jauh" Ucapnya sambil menatap lian dan lucy bergantian
"Aku tidak mau" Ketus Dira "Lian.. Kak lucy.. ayo kita pulang" Hendak menarik lian dan lucy beranjak dari sana
"Dira, aku mohon.. hanya sebentar saja, aku tidak akan macam-macam.. aku janji"
"Baiklah... Tapi setelah itu tolong jangan ganggu saya lagi" Ucap Dira serius
Jay tampak menghela nafas panjang "Sebaiknya kita berbicara terlebih dahulu, aku hanya ingin meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di antara kita.." Ucapnya lalu berjalan mendahului ketiganya
"Dira sebaiknya kau biarkan senior jay menjelaskan semuanya.. Tenang saja aku dan kak lucy akan mengawasi mu dari jauh" Ucap Lian
"Baiklah..."
.
.
Merekapun bergegas menuju taman kampus, dira menghampiri jay di kursi taman sedangkan lian dan lucy mengawasi mereka dari gerbang kampus
"Dira duduklah"
"Cepat katakan.. apa yang senior mau katakan" Ucapnya dingin
Jay mengambil nafas sejenak "Teman mu mengatakan, kemarin kau mendatangi nya dalam keadaan wajah sembab dan katanya semua itu karena ku..." Menatap dira yang memalingkan muka "Aku minta maaf karena tiba-tiba mencium mu kemarin.. Dan aku tidak menyangka, karena kejadian kemarin kau jadi takut padaku dan berprasangka buruk padaku"
Dira menoleh menatap jay tajam "Menurut senior, siapa yang tidak berprasangka buruk jika tiba-tiba di cium orang asing?? Jangan mentang-mentang disini ciuman adalah hal yang biasa, anda jadi seenaknya mencium seorang gadis yang baru anda temui dan tidak tau bagaimana asal usulnya.. Jika saja aku bisa melaporkan mu, aku sudah melaporkan mu sedari kemarin"
"Diraa!!!!! Ciuman memang hal yang biasa disini tapi... Asal kau tau, aku bukan lelaki bejat yang mencium anak orang sembarangan... Aku tau kau tidak akan percaya dengan ucapan ku tapi kau adalah ciuman pertama ku.. Aku tak pernah melakukan itu sebelumnya, dan ku pikir aku melakukan itu pada mu karena aku menyukai mu" Menatap dira dalam
__ADS_1
Dira tertawa keras "Dasar gila, kau kira aku percaya?? Kau sama saja dengan orang-orang disini... Aku tau budaya disini dengan budaya negara ku berbeda tapi mau bagaimana pun itu, aku sangat membenci pria yang seenak jidat pegang-pegang ataupun cium-cium gadis yang tak ada hubungan apapun dengannya.." Menatap jay tajam "Mulai saat ini saya mohon dengan sangat pada senior... Tolong jangan ganggu saya lagi, jikapun kita berpapasan di koridor atau dimana pun itu, jangan sekalipun mendekati saya atau menyapa saya" Ucapnya lalu beranjak pergi
"Astagahhh" Menjambak rambut nya frustasi
Jay beranjak dari duduknya lalu mengejar Dira "Diraa tunggu dulu" Meraih tangan dira
"Apa lagi???!!!" Menghempas tangan Jay
"Tadi kau bilang, kau tidak suka pria yang seenak nya menyentuh seorang gadis tanpa hubungan apapun kan??" Mengambil nafas sejenak "Jangan menyalahartikan apa yang aku ucapkan nanti..." Menatap Dira "Aku menyukai mu, aku juga tidak tau kenapa dan hal apa yang membuat ku tertarik padamu namun yang jelas nya aku menyukai mu dan ini pertama kali nya aku merasakan perasaan ini... Aku ingin selalu berada di dekat mu karena itu... Apa kau mau menjalin sebuah hubungan dengan ku??"
Dira sontak melototi jay
"Sudah kubilang jangan menyalahartikan ucapan ku.. Aku ingin menjalin hubungan dengan mu bukan karena aku ingin berbuat yang tidak-tidak pada mu... Aku hanya ingin selalu dekat dengan mu dan mencoba mengenal mu lebih dalam lagi, jika kita cocok.. Kita mungkin bisa melangkah ke jenjang yang lebih serius"
"Berhenti berbicara omong kosong dan jangan dekat-dekat dengan ku lagi" Menginjak kaki Jay lalu berlari menuju lian dan lucy
"Akhhhh SH*TTTT" Memegang kakinya yang dira injak "DIRAAAAAAA" Memanggil dira namun tak dihiraukan
.
.
.
.
3 hari kemudian
"Lian kau benar-benar akan pergi" Tanya nya sendu
"Seminggu itu lama tau" Cemberut
Lian terkekeh "Yah mau bagaimana lagi, aku tidak mungkin menolak perintah dosen kan"
Hari ini Lian akan pergi melakukan penelitian bersama dosen dan beberapa mahasiswa yang menjadi asisten dosen juga
"Iya sih... Oh iya lian, aku dengar si senior mesum itu akan ikut juga karena dia kan asisten prof. billie, kau harus hati-hati padanya"
"Iya... kau tak perlu khawatir" Tersenyum
"Lian sebaiknya kau ajak kak lucy, aku tak tenang jika kau berada di sekitar senior mesum itu"
Lian terkekeh "Sudah ku bilang kau tidak perlu khawatir... Lagian tanpa aku menyuruh kak lucy menjagaku, papa pasti akan mengirim bodyguard untuk menjaga ku dari jauh"
"Iya juga sih" Ucap dira sambil menggaruk tengkuknya
"Oke selesai.. Ayo kita turun" Menggandeng tangan dira
Sesampainya di ruang tengah, Lian dan dira mendapati dion dan ibu tiri lian yang sedang merapikan barang-barang
"Papa sama mama mau kemana" Tanya nya saat melihat 2 koper sedang tepat di depan orang tua nya
__ADS_1
"Kami tidak akan kemana-mana... Ini koper mu sayang, nanti ketinggalan" Ucap ibu tiri lian
"Haaa??? punya ku??" Ibu tiri lian mengangguk "Astaga ma.. aku ini hanya pergi seminggu bukan berbulan-bulan, aku sudah menyiapkan barang-barang ku dan aku hanya membutuhkan tas ini" Mengangkat tas berukuran besar yang ia tenteng
"Lian... di daerah tempat mu melakukan penelitian itu, daerah yang cukup dingin.. Dan disana sering hujan, jadi kau harus memakai pakaian yang tebal serta harus menyediakan jas hujan.. Mama mu sudah menyiapkan semuanya di dalam koper-koper ini" Ucap Dion
"Tapi dad..."
"Tenang saja.. koper ini akan di bawa di mobil yang berbeda"
Lian menghela nafas panjang "Baiklah..."
--------
Tak berlangsung lama, satpam yang menjaga di pos datang memberitahu mereka jika bus kampus yang di tumpangi lian menuju tempat penelitian sudah tiba dan sekarang sedang menunggu lian... Merekapun bergegas mengantar lian sampai di depan gerbang rumah
"Aku pergi yah" Ucapnya
"Hati-hati ya sayang" Ucap ibu tiri lian
"Pastikan semuanya baik-baik saja" Ucap dion pada anak-anak buah nya yang akan mengikuti dan menjaga lian disana nanti
"Baik boss"
"Lian jangan lupa menghubungi ku yah" Ucap dira
"Iya... aku akan menghubungi mu" Ucapnya lalu memeluk dira sekilas lalu memeluk kedua orang tua nya dan Lian pun masuk ke dalam bus..
Karena kaca mobil bus yang transparan, Dira bisa melihat lian yang mencari tempat duduk.. Hingga atensi dira mengarah pada pria yang duduk paling belakang dan ternyata pria itu sedang menatap nya...
Dira reflek memalingkan wajahnya kearah lain setelah mengenali pria itu..
¶Di dalam mobil bus
Jay tampak menghela nafas kala dira memalingkan wajah saat menyadari ia sedang menatap gadis bertubuh mungil itu
"Nadira Aditama..."
.
.
.
.
"Aku bisa menaklukkan hati para wanita dengan mudahnya tapi kenapa.."
.
.
.
__ADS_1
"Kenapa sangat sulit untuk ku menaklukkan hati mu?"