
Sesampainya di rumah sakit, zeela langsung di tangani oleh dokter.. Zian terus mondar-mandir di depan pintu dengan perasaan gelisah "ya tuhan.. semoga istri ku baik-baik saja" batin nya
10 menit kemudian Zian di perbolehkan masuk ke dalam ruangan
"Bagaimana keadaan istri saya dok?"
"Nyonya zeela sudah baik-baik saja tuan... Saya sarankan untuk tidak melakukan hubungan intim dulu, nona zeela hampir keguguran karena perut yang tertindih dan emmm (menggaruk tengkuknya) Dan karena anda terlalu kasar dalam bermain" Ucapnya malu
"Istri saya hamil dok??" Syok
"Iya tuan... Syukurlah janin nyonya zeela dapat bertahan, usianya saat ini sudah memasuki 4 Minggu" Tersenyum
Zian dirundung rasa bersalah, bagaimana bisa dia tidak tau jika istrinya sedang hamil dan karena ketidaktahuan nya ia hampir melenyapkan anak nya sendiri
"Tidak apa-apa tuan.. toh anda juga kan tidak tau jika nyonya sedang mengandung" Ucapnya saat melihat perubahan ekspresi wajah zian
"Terimakasih dok'
Dokter mengangguk "Kalau begitu saya permisi dulu tuan" Ucapnya lalu beranjak pergi
Zian menghampiri istrinya lalu menggenggam tangan mungil itu dan mengecup nya "Maaf.. maafkan aku sayang" Mengecup perut zeela "Maafkan Daddy nak.. Daddy benar-benar tidak tau akan kehadiran mu" Sendu
"Dad" Serak
"Sudah bangun sayang" Mengecup kening zeela
"Perut ku keram" Ucapnya membuat zian reflek langsung mengelus perutnya
"Kata dokter kau sudah tidak apa-apa, maafkan aku sayang... Krn aku, kita hampir kehilangan bayi kita" Menunduk
"B bayi??"
Zian meneteskan air mata "Ya sayang kau sedang hamil... Dan aku, aku hampir saja melenyapkan nya" Ucapnya dengan suara yang sedikit bergetar
Mendengar ucapan suaminya sontak zeela langsung mengelus perut nya lalu menatap suaminya yang sedang menundukkan kepala merasa bersalah
Menangkup wajah Zian "Tidak dad.. kita kan sama-sama tidak tau jika ada baby disini (mengelus perut nya) sudah jangan merasa bersalah lagi yah.. "Menghapus air mata zian
"Tapi aku-"
"Dad.. aku pun salah disini, aku juga tidak menyadari kehadiran nya.. selama ini aku tak mengalami gejala hamil seperti ibu hamil pada umumnya.. emm tapi memang beberapa Minggu ini aku merasa cepat kelelahan dan ku fikir itu hal yang biasa saja"
"Mulai sekarang jangan terlalu banyak beraktivitas.. katakan apapun yang kau mau sayang, sebisa mungkin aku akan mengabulkan permintaan mu" Mengecup kening zeela
__ADS_1
Mengangguk sambil tersenyum "Iya dad.."
Setelah beristirahat sebentar, Zian pun membawa pulang istrinya ke rumah...
Sesampainya di rumah keduanya di kejutkan dengan dira yang sedang menangis di ruang tamu
"Mommyyyyyyyy" Memeluk zeela
"Loh sayang... Bukan nya lusa yah baru pulang kok udah di rumah aja?" Mengelus rambut dira
Dira mendonggakkan kepala menatap mommy nya sendu "Tadi aku menghubungi mommy dan daddy tapi ga di angkat terus aku telfon bibi di rumab tapi ga di angkat juga.. setelah nya aku menghubung paman danh, dan paman danu bilang Daddy membawa mommy ke rumah sakit, katanya mommy berdarah" Menangis
Sontak zian langsung melayangkan tatapan tajam pada sekretaris danu "M maaf tuan, saya juga ikutan panik jadinya keceplosan.. dan tidak ada pilihan lain, saya pun menjemput nona dira karena nona dira terus menangis minta di bawa ke rumah sakit tapi karena saya tidak tau tuan membawa nyonya kerumah sakit mana jadi saya membawa nona dira pulang saja hehe" Cengengesan
Zeela menghela nafas panjang "Mommy tidak apa-apa sayang sungguh, lihatlah mommy bisa berdiri dan jalan kan.." Menghapus air mata dira
"Pulanglah, lain kali jika kau keceplosan lagi habis kau" Menatap sekretaris danu tajam
"Haaa selamat" Batin nya "B baik tuan.. kalau begitu saya permisi dulu" Ucapnya lalu bergegas pergi
Zian menghampiri dira lalu menggendong dira dan mendudukkan nya di sofa setelah nya ia menuntun istrinya untuk duduk "Mommy mu tidak apa-apa syg... Tadi hanya kode saja dari adik mu agar kita tau keberadaan nya" Ucapnya tersenyum sambil mengelus perut zeela
"Dira akan segera jadi kakak" Tersenyum
"Kakak?" Bengong
Zian tersenyum sambil mengangguk "Iya sayang.. disini (mengelus perut zeela) disini ada adik Dira"
Berbinar "Benarkah dad?" Menghapus air matanya
"Emm.. jadi dira harus membantu Daddy menjaga mommy agar dede bayi nya sehat, okeee?"
Dira mengangguk antusias "Dede... Ini kakak, kok kamu ga bilang-bilang sih kalau ada di perut mommy" Ucapnya di depan perut zeela "Sehat-sehat yah.. kakak janji akan menjaga mu" Mengecup perut zeela
"Terimakasih kakak "Meniru suara anak kecil
Dira tersenyum "Mommy kapan Dede nya keluar?!"
"Sabar yah sayang.. masih 9 bulan lagi" Mengelus rambut dira
"Baiklah.. aku akan sabar menunggu" Ucapnya membuat zian dan zeela tersenyum
"Sekarang bagaimana.. mau balik ke sekolah melanjutkan kegiatan berkemah atau bagaimana??" Tanya Zian pada putrinya
__ADS_1
"Aku mau di rumah saja menjaga mommy" Zeela terkekeh geli mendengar ucapan putrinya "Mommy.. apa mommy ingin sesuatu??"
"Emmm... Sepertinya dede bayi sedang tidak ingin apapun, mommy mau istirahat saja... Kamu juga bobo siang yah sayang tapi sebelum itu mandi dulu"
"Oke mommy.. aku juga mulai mengantuk" Menguap
"Pergilah kekamar mu sayang" Dira mengangguk, ia mengecup pipi mommy dan Daddy nya tak lupa ia juga mengecup perut mommy nya dan berlalu pergi
Setelah Dira pergi, Zian langsung menggendong istrinya masuk kedalam kamar
"Istirahatlah sayang" Ucapnya setelah membaringkan tubuh istrinya di atas kasur
"Dad.. aku mau di peluk" Zian tersenyum lalu naik keatas kasur dan berbaring di samping istri nya lalu membawa istrinya kedalam pelukannya
"Tidurlah honey" Mengecup kening zeela
"Dad.. Aku ingin tau bagaimana masa lalu mu dengan dion dan ibu Lian"
"Untuk apa? Tak ada yang spesial"
"Iiihh tapi aku ingin tau" Kesalnya
"Oke-oke jangan marah-marah sayang... Aku akan menceritakan nya.. Dulu aku dan Dion bersahabat baik tapi tidak lagi saat aku mengetahui dion diam-diam menjalin hubungan dengan ibu lian yang saat itu adalah kekasih ku"
"Benarkah?! Masa sih dion seperti itu, dia terlihat seperti pria yang baik-baik" Gumamnya pelan
"Sebenarnya mereka menjalin hubungan sebelum aku menjalin hubungan dengan ibu lian (terdiam sejenak) Dion tau aku menyukai ibu lian, dan aku benar-benar bingung mengapa saat itu dia sangat mendukung ku mendekati ibu lian yang notabene nya adalah kekasihnya saat itu"
"Membingungkan" -Zeela
"Yah seperti itulah sayang... Aku membiarkan mereka tetap menjalin hubungan karena kupikir mereka saling mencintai tapi entah kenapa tiba-tiba aku mendengar si kunyuk itu bercerai"
Zeela tampak mengangguk kan kepala samar-samar "Lalu bagaimana kisah cinta mu dengan ibu nya dira sayang? Dan kenapa kalian bercerai" Zeela memang sama sekali tidak tau mengenai mantan istri zian
Zian terdiam sejenak "Dia wanita yang baik, cantik dan cerdas.. Banyak pria yang jatuh dalam pesonanya termasuk aku, dan tak ku sangka.. Akulah yang memenangkan hatinya.. Ku pikir dia adalah takdir ku hingga aku menutup mata nantinya tapi ternyata takdir berkata lain... Dia meninggal saat melahirkan dira" Lirih
"Maaf... Aku tidak bermaksud membuka luka lama mu dad"
"Tidak sayang... Tenang saja, luka itu telah sembuh semenjak kau hadir dalam hidup ku.. Sayang, jangan menanyakan aku lebih mencintai mu atau lebih mencintai ibu Dira... Saat ini kau adalah istri ku, kau adalah prioritas ku, rasa cinta ku semakin bertambah besar setiap hari nya tapi aku pun tidak lupa jika aku pernah mencintai seorang wanita yaitu ibu dari anakku Dira... Jujur, aku sempat merasa bersalah pada ibu Dira karena (menatap zeela dalam) karena rasa cinta ku untuk nya kini tak lagi ada" Sendu nya
"Daddy... Aku yakin, ibu Dira pasti bahagia melihat mu bahagia.. Ibu Dira juga pasti senang karena putrinya memiliki ibu sekarang" Tersenyum lalu mengecup bibir suaminya
Zian tersenyum "I love you sayangku"
"I love you more honey" Mengecup pipi zian
__ADS_1