
Setelah hari dimana zeela mengetahui jika ibu nya sudah tiada, kondisi zeela mulai memburuk.. Zeela lebih sering berdiam diri bahkan kadang zeela sering melukai diri nya sendiri
Zeela begitu terpukul mengetahui fakta yang begitu menyakitkan.. Zeela selalu berharap suatu hari nanti ibu nya akan mulai menyayangi nya lagi, dan selalu berharap ibu nya akan mengatakan jika ia begitu bangga padanya
Namun sekarang harapan tinggal harapan, ia tidak bisa berharap lagi.. Karena ibu nya sudah tiada
Sudah 2 bulan zeela di rawat di rumah sakit.. psikis zeela terganggu hingga membuat zian sulit untuk mengatasi nya dan tak ada pilihan lain zian pun memasukkan zeela ke rumah sakit demi kebaikan bersama
Menurut keterangan dokter.. sedikit demi sedikit kesehatan zeela mulai membaik, zeela sudah tidak pernah lagi menyakiti dirinya sendiri.. namun zeela belum merespon orang sekitar nya dengan baik, zeela hanya diam dengan tatapan kosong jika ada seseorang yang mengajaknya bicara
Saat ini zeela sedang duduk di pinggir kasur rawat nya sambil menatap lurus ke arah jendela
"Kakak" panggil seseorang tapi tak mendapat respon apapun dari zeela "Kak ini aku syila" lagi-lagi zeela tidak merespon nya
Syila memeluk kakaknya itu dengan erat "maaf... Maafkan aku kak.. aku banyak salah padamu" Terisak "Maaf karena menutupi semuanya dari mu.. alasan aku tidak memberitahu kakak tentang pernikahan ku karena aku begitu malu dan tidak sanggup bertemu dengan kakak... Begitupun dengan mama, mama tidak mau kakak menangis karena ibu yang jahat seperti nya" Terisak
Air mata zeela mulai mengalir
"Sehari sebelum kami pergi ke Bali, sikap mama sangat berubah 180 derajat dan ternyata alasannya karena kakak.. Saat itu mama tidak sengaja melihat kotak dibawa tempat tidur kakak yang berisi semua pencapaian dan diary curahan hati kakak.. Aku bukannya menyalahkan kak zeela.. tapi mama sakit karena terus memikirkan kak zeela, rasa penyesalan nya membuatnya menderita.. Mama begitu ingin meminta maaf dan memeluk kakak tapi ia begitu malu dan merasa tidak pantas mendapatkan maaf dari kakak"
"Saat menghembuskan nafas terakhir mama sempat mengatakan jika mama sangat menyayangi kak zeela" Terisak
Zeela hanya diam dengan air mata yang terus mengalir
"Kak (menatap zeela) ikhlaskan semuanya dan hiduplah dengan baik... aku tau sangat sulit untuk kakak menerima dan mengikhlaskan semuanya... Tapi ingatlah kak, kak zeela sekarang punya keluarga, ada anak dan suami kakak yang membutuhkan kakak"
__ADS_1
Seketika zeela menatap adiknya itu "a anak"
Syila mengangguk "Dira dan radit sangat merindukan kakak.. begitupun dengan kakak ipar.. aku baru saja mengunjungi mereka kemarin, aku melihat dira sedang menangis dan bergumam jika ia merindukan kak zeela... Sedangkan kak zian ia terlihat tegar di depan anak-anak nya tapi di balik semua itu dia sangat rapuh.. Aku bahkan melihat nya menangis diam-diam di ruangan kerjanya"
Mendengar semua itu membuat zeela terisak, selama ini pikiran nya kosong.. ia sama sekali tidak memikirkan anak dan suaminya "Dad.." Memukul-mukul dada nya, terisak
"Kak.. kak zeela harus berusaha untuk sembuh, keluarga kecil kakak menunggu di rumah" Ucapnya membuat zeela mengangguk sambil terisak
Syila tersenyum "Aku akan menemani kakak selama masa penyembuhan" Memeluk zeela
.
.
.
Setiap malam zian pasti datang menemui istrinya, ia sangat merindukan istri nya yang dulu.. hari-hari yang ia jalani begitu berat tanpa di dampingi istrinya
"Aku datang sayang..." Mengecup kening zeela yang sedang tertidur "Aku sangat merindukan mu" Meneteskan air mata "Cepat sembuh yah.. aku dan anak-anak menantikan kepulangan mu"
Esok harinya zeela mulai mengikuti terapi di temani oleh syila.. Syila sudah meminta izin pada suaminya untuk menemani zeela berobat, beruntung suami syila sedang tugas di Bandung selama sebulan
Zeela begitu bahagia, hubungan nya dengan syila sudah membaik dan syila begitu sabar dan tulus menemani zeela dalam masa penyembuhan nya
__ADS_1
.
.
.
Tidak terasa sudah 2 bulan berlalu, zian baru saja pulang kerja.. lagi-lagi rasa sedih menghampiri nya tak ada sambutan hangat lagi dari istrinya saat pulang kantor dan tak ada suara celotehan dira dan radit
Zian memang menitipkan kedua anaknya di rumah kedua orang tuanya selama seminggu ini, karena pekerjaan nya yang sangat menumpuk ia tidak bisa menjaga dan mengurus anaknya
Zian yang sedang memejamkan mata dan hampir menuju ke alam mimpi sontak terlonjak saat mendengar suara berisik dari arah dapur...
Tanpa lama-lama ia langsung bergegas ke dapur dan melihat apa yang terjadi
.
.
.
Zian mematung di tempat saat melihat seorang wanita cantik yang sedang berkutat dengan alat masak di dapur
"S sayang" Nafas tercekat
__ADS_1
...MAAF YAH KALAU BANYAK DI SKIP SOALNYA AUTHOR GA TERLALU SUKA JIKA CERITANYA BERTELE-TELE DAN KONFLIK NYA BERKEPANJANGAN WKWKWK.. MOHON DIMAKLUMI 😂❤️🤗...