Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 58


__ADS_3

New York 08:30


DW Company


Hari ini lian ke kantor pagi-pagi, ia mengganti kan ayah nya untuk memimpin rapat hari ini karena ayahnya sedang tidak enak badan


"Lian"


Lian menoleh saat ada yang memanggil nya


Lian tersenyum dan menghampiri orang itu "Hey steve.. Rapat nya kan di mulai jam 9, kenapa kau cepat sekali datang nya"


Steve adalah salah satu rekan bisnis ayah lian dan merupakan teman seangkatan lian


"Emm bagaimana yah, aku tidak sabar melihat wanita cantik di hadapan ku ini jadi aku datang lebih awal" Ucapnya sambil terkekeh


"Kau ini bisa saja"


"Ayo kita ke ruang meeting" Ucapnya lalu merangkul pundak lian dan jalan beriringan


Depan ruang staff keuangan


"Wow para karyawan mu ternyata sangat disiplin, pagi-pagi sudah ramai saja" Melihat ruang staff keuangan yang di penuhi dengan karyawan wanita


Lian tampak mengerutkan keningnya heran, ia pun menghampiri para karyawan-karyawan itu untuk melihat apa yang terjadi..


"Radit ini aku buatkan sarapan untuk mu" ucap salah satu karyawan wanita


"Tidak.. Kau makan punya ku saja, ini lebih sehat" Tersenyum centil pada radit


"Hey berhenti berbicara omong kosong, aku yang pertama datang disini dan jelas sarapan buatan ku yang akan di makan oleh Radit" ucap karyawan yang lain


Radit tampak memijit pelipisnya "Derita orang tampan begini amat" Batin nya


"Emm senior-senior ku tersayang, maaf sebelumnya.. sebenarnya aku sudah sarapan tadi di apartemen jadi kalian tidak perlu repot-repot yah" Senyum terpaksa


"Ya sudah bagaimana jika aku membuat kan mu bekal makan siang besok jadi kau tidak perlu repot-repot ke kantin lagi" -Karyawan wanita


Radit menggelengkan kepala "Tidak perlu senior, saya bawa bekal sendiri"


Di sisi lain, lian tampak menatap horor wanita-wanita itu "Jadi mereka berkumpul disini hanya untuk menarik perhatian Radit.. tck tck tck benar-benar" Batin nya heran


"Apa yang kalian lakukan disini" Ucap Lian membuat semua karyawan wanita yang berada di sana menoleh


"N-nona Lian" Ucap mereka serentak


"Kembali ke ruangan kalian masing-masing" Ucap lian sambil menatap karyawan-karyawan wanita itu tajam


"B-baik nona" ucap mereka serentak lalu bergegas ke ruangan masing-masing


Lian menghela nafas panjang "Baru 2 hari sudah begini" Ucapnya sambil menatap radit


Radit tidak memperdulikan ucapan lian, ia hanya fokus pada pria di samping lian


"Radit?!!"


"Emm?" Menatap lian


"Apa kau terganggu dengan mereka? Aku akan memberitahu mereka untuk berhenti mengganggu mu"

__ADS_1


"Tidak perlu.. Mereka semua sangat baik padaku" Datar dan kembali mengerjakan tugas kantor


"Kenapa dia? Tumben jutek begitu padaku" Batin lian


"Li.. sebaiknya kita langsung ke ruang meeting saja" ucap Steve


"Baiklah.. Radit aku ke ruang meeting dulu" Radit hanya berdehem lalu Lian pun berlalu pergi


Radit menatap keduanya dengan perasaan kesal "Kelihatan nya mereka dekat.. Dan sepertinya lian tampak senang berada di dekat pria bule itu.. Apa jangan-jangan itu pria yang mau tunangan dengan lian? Tck tapi menurut ku muka nya biasa saja, gantengan gue juga kemana-mana" Julid


.


.


.


.


Di sisi lain


Yogyakarta Indonesia


Vila Aditama


Saat ini dira sedang mempresentasikan proyek baru perusahaan nya, dan kini semua mata tertuju padanya... Jay yang duduk tak jauh dari dira, terus menatap dira dengan penuh kasih.. Pria keturunan Kanada itu tak henti-hentinya mengagumi kecantikan sang pujaan hati


"Setelah 6 tahun lamanya aku menunggu.. Dan akhirnya aku bisa melihat mu lagi.. Nadira Aditama, dalam waktu dekat kau akan menjadi milikku" Batin nya sambil tersenyum


.


.


Saat meeting sudah hampir selesai tiba-tiba seorang gadis kecil datang dan memeluk kaki Dira, membuat semua orang yang berada di sana langsung terfokus pada gadis kecil itu


"Aunty"


Dira menoleh kebawah "Ohh jasmine, kenapa kau disini hmm?" Mengelus rambut jasmine


"Aku mau es kelapa lagi"


Jay menghampiri putrinya "Sayang.. Nanti daddy akan membawa mu minum es kelapa yah, sekarang pergilah ke paman robert dulu.. Jika daddy sudah selesai bekerja, Daddy akan menghampiri mu"


Jasmine tampak murung dan merengek membuat jay tidak enak hati pada investor lain


Dira tersenyum lalu berjongkok menyetarakan tinggi nya dengan jasmine "Jasmine tunggu aunty di luar yah.. Tidak lama lagi pekerjaan aunty selesai.. Setelahnya kita akan pergi minum es kelapa bersama oke?"


Jasmine tersenyum sambil mengangguk lalu keluar dari ruangan itu


"Maafkan atas ketidaknyamanan nya tuan-tuan" Ucap Jay tak enak hati


"Tidak apa-apa tuan wilson kami mengerti"


Jay tersenyum lalu kembali duduk di kursinya, dan meeting pun kembali berjalan...


.


.


.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian


Setelah meeting selesai jay, dira dan jasmine pergi bersama ke tempat penjual es kelapa


"Sepertinya putri ku sudah kenal dengan tuan Wilson" Ucap zian pada sekretaris dirman sambil menatap putri nya yang sedang berjalan beriringan dengan jay dan jasmine


"Saya rasa juga begitu boss"


"Coba kau cari tau"


"Baik tuan"


.


.


Di sisi lain


Saat ini dira dan jay tengah menikmati es kelapa muda sedangkan jasmine sedang bermain-main dengan anak pemilik kedai es kelapa


Jay mulai angkat bicara setelah lama berdiam diri "Dira.. aku ingin bicara s-"


"Jika itu membahas tentang hal pribadi sebaiknya tidak usah tuan" Ucap Dira dingin


Jay menghela nafas panjang "Aku menahan diri sekuat mungkin untuk tidak datang menemui mu.. Kumohon dengarkan aku sekali ini saja"


"Apa yang harus saya dengarkan dari tuan?" Menatap jay kesal


"Aku belum menikah, dan jasmine bukan anak kandung ku" Menatap dira dalam


Dira tampak tertawa sinis " Wajahnya bahkan sangat mirip dengan mu.. Kau tidak mengakui nya hanya agar aku tak menghindari mu? Sadarlah jay.. Aku tak akan pernah mau berhubungan dengan pria sudah beristri"


"Bagaimana aku bisa menikah jika hati ku masih untuk mu dira?"


"Berhenti berbicara omong kosong" Ketus


Jay merogoh ponsel nya lalu membuka aplikasi photo, setelahnya Jay menyerahkan ponselnya pada dira


Dira tidak mengambil ponsel jay, ia hanya melihat foto yang jay tunjukkan... Sekian detik kemudian dira terbelalak melihat foto itu.. Foto yang menampakkan 2 pria tampan kembar identik dan satu wanita yang sedang menggendong bayi.. Dira menoleh ke arah jay dan menatap jay tak percaya


Jay menundukkan kepalanya sejenak lalu menatap dira "Aku punya saudara kembar.. Saudara kembar ku menikah lebih cepat, dan memiliki seorang putri yang sangat mirip dengan nya" Menatap Jasmine sendu "Istri saudara kembar ku meninggal saat melahirkan, dan saudara ku depresi hingga mengakhiri nyawa nya sendiri.. Aku bisa bilang dia sangat bodoh, dia hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak memikirkan jika dia memiliki seorang anak"


"Keluarga ku terpuruk karena kehilangan saudara kembar ku... Ayah dan ibu ku jatuh sakit bersamaan, keponakan ku pun juga sering sakit-sakitan.. Keuangan keluarga ku memburuk, aku juga sempat depresi.."


"Jika saja saat itu kau tak memenuhi pikiran ku, aku mungkin sudah mengambil tindakan bodoh dengan mengakhiri hidup ku" Sendu "Aku harus bangkit demi keluarga ku, demi ayah dan ibu ku, demi jasmine yang sudah tidak memiliki orang tua... Terlebih lagi" Menatap dira dengan mata yang berkaca-kaca "Jika aku mati.. Orang lain yang akan memiliki mu.. Dan aku tidak bisa membiarkan itu"


Dira terdiam, tenggorokan nya terasa kering dan mata nya yang mulai memanas.. Dira tidak pernah menyangka jay mengalami masa-masa berat selama ini


"Jay" lirih


"Dira, hanya kau tak ada yang lain.. Perasaan ku masih sama, tak ada yang berubah sedikitpun"


.


.


.


..."Maaf lama up nya temen-temen, beberapa hari ini author ada kegiatan hehe" πŸ™πŸ˜„...

__ADS_1


__ADS_2