Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 42


__ADS_3

"Dasar bule brengseekkkk" Pekik dira setelah baru saja sadar dari lamunannya, dira terus mengusap bibirnya dengan kasar "Dasar bajingan" Menangis


Setelah meluapkan emosi nya, dira dengan segera mencari lian di kelas namun dira tidak mendapati lian dimana pun... Lian juga tidak mengangkat telfon dira ataupun membalas pesan dira "Lian kau dimana sih.... Atau mungkin lian sudah pulang yah? tapi kok ga bilang-bilang... Ya sudahlah, lebih baik aku ke rumah lian dan mengecek nya langsung"


------------


¶Kediaman keluarga willer


"Loh dira? lian mana?" Tanya ibu tiri lian


"Lian belum pulang aunty?" Terbelalak "Duh lian kemana sih" Batin nya khawatir


"Lian belum pulang d-"


"Dira!" Panggil seseorang membuat keduanya menoleh


"Astagah lian" Mendekat kearah Lian dan memeluk nya "Kau dari mana saja, kenapa tidak menjawab telfon ku dan tidak membalas pesan ku?"


Lian tidak memperdulikan ucapan dira "Kenapa wajah mu sembab dira? kau habis menangis?"


"Aku ingin bicarakan sesuatu padamu" Seraknya


"Ya sudah kita masuk dulu... Ma, boleh minta tolong buatkan minuman?" Tanya lian pada ibu tirinya


"Tentu saja sayang... Kalian masuklah, mama akan membuatkan minuman dan beberapa camilan" Lian hanya mengangguk sambil tersenyum lalu menarik dira masuk


------


¶Kamar Lian


"Kau kenapa eoh?"

__ADS_1


"Hiks hiks hiks lian aku dilecehkan" Menangis


"Apaaaa??" Pekik lian


"Senior itu sangat bajingan dia mencium ku.. Lian aku sangat takut ke kampus besok" Sesegukan


Lian tampak terdiam "Aku sangat tau betul bagaimana senior jay, dia tidak pernah menunjukkan ketertarikan nya pada gadis manapun.. Seperti nya senior jay menyukai dira" Batin nya sendu


"Lian kenapa hanya diam... Apa kau tidak perduli jika aku dilecehkan" Menangis


"Bukan seperti itu dira" Memeluk dira "Dengarkan aku... Mulai besok kita harus terus bersama, kau tidak boleh berkeliling sendirian.. Kalaupun aku masuk kuliah sejam sebelum kelas mu di mulai sebaiknya kau masuk ke kelas ku dan menunggu sampai mata kulia di mulai"


"Apa tidak apa-apa jika aku masuk ke kelas mu?"


"Tentu saja tidak apa-apa" Mengelus punggung dira


Dira mengeratkan pelukannya pada lian "Ya aku setuju... Tapi lian, bagaimana jika kau tiba-tiba ada urusan mendadak di kantor?"


"Aku akan menyuruh bodyguard papa untuk menjaga mu... Tenang saja, papa memiliki bodyguard perempuan yang sangat pandai beladiri jadi jangan khawatir oke" Dira hanya mengangguk "Tapi dira, aku ingin tanya padamu... Bagaimana kau bisa dekat dengan senior jay?"


"Aku tidak dekat dengan nya... Pertama kali aku bertemu dengannya itu di perpustakaan, dia membantu ku menyimpan buku di rak yang paling tinggi.. Setelah itu entah kenapa aku terus bertemu dengan nya dan dia selalu menganggu ku"


"Ya sudah jangan menangis lagi" Mengusap punggung dira


Esok harinya lian dan dira berangkat ke kampus keduanya di kawal oleh bodyguard perempuan yang bernama lucy, lucy berpakaian sederhana seperti anak kuliahan pada umumnya jadi ia tidak terlihat seperti bodyguard yang sedang menjaga 2 anak gadis


Sesampainya di kampus ternyata dosen yang mengajar dikelas dira tidak jadi masuk dan hanya mengabsen saja... Sedangkan lian, saat ia dia sedang mengumpulkan tugas teman-teman nya


Dira pun memutuskan menunggu lian di depan ruang kelas lian ditemani oleh lucy... Tak berlangsung lama tiba-tiba jay muncul entah dari mana


"Hey gadis pendek"

__ADS_1


Dira yang melihat jay reflek menggandeng tangan lucy dan sedikit menyembunyikan tubuhnya di balik tubuh lucy "Kakak, dia orang nya" Ucap dira membuat lucy langsung menatap tajam kearah jay


"Hey kau ini kenapa" Tanya nya bingung saat melihat dira bersembunyi di balik tubuh wanita yang tidak ia kenali


"Sebaiknya anda pergi atau saya tidak akan segan-segan" Ucap lucy dingin


"Maksud anda apa? Saya ini bukan penjahat" Ucap Jay bingung


Tiba-tiba pintu kelas lian terbuka, mereka menepi kala para mahasiswa berbondong-bondong keluar dari kelas... Dan Setelah nya lian pun juga keluar sambil memegang kertas-kertas tugas teman-teman nya...


Lian menatap jay sebentar lalu menatap kearah dira yang terlihat ketakutan "Kak lucy, bawa dira ke kantin yah.. Aku akan menyusul setelah membawa tugas-tugas ini ke dosen" Lucy hanya mengangguk lalu menarik dira pergi


"Senior jay bisa kita bicara sebentar"


"Tentu"


"Sebaiknya jangan disini... Tidak baik jika di dengar orang lain" Ucapnya lalu berjalan mendahului jay


¶Taman kampus


"Mau bicara apa?"


"Maaf sebelumnya jika perkataan saya menyinggung senior.... Tapi saya mohon, tolong jangan menganggu sahabat saya dira"


"Mengganggu? Aku sama sekali tidak merasa mengganggu nya"


Lian terdiam sejenak "Kemarin dira menemui saya dalam keadaan wajah yang sembab... Dan penyebabnya adalah senior, dira bilang senior melecehkan nya"


"Whaaatttttt?!!!!! Melecehkan???!!!" Pekik jay


"Senior.... Di negara ini ciuman memang hal yang biasa namun di negara kami itu masih hal yang tabu apalagi anda tiba-tiba mencium sahabat saya dan juga kalian tak mempunyai hubungan apapun dan di negara kami itu masuk dalam tindakan pelecehan seksual... Dira orang baru disini dan dia tidak tau apa-apa mengenai kehidupan di negara ini, yang ia tau hanya pergaulan disini sangat bebas namun dia belum pernah melihat pergaulan yang bebas disini itu seperti apa... Dan saya yakin jika dia melihat nya dia akan minta pulang ke negara asalnya.. Dira kami gadis yang polos dan tidak pernah menjalin hubungan dengan pria manapun sebelumnya... Tindakan anda kemarin membuatnya benar-benar sangat ketakutan, tubuhnya bahkan gemetar saat menceritakan kejadian kemarin pada saya..."

__ADS_1


Lian mengambil nafas sejenak "Karena itu saya mohon tolong jauhi sahabat saya, demi kenyamanan bersama.." Ucapnya lalu beranjak pergi


"Oh God" Mengusap wajah nya kasar "Kenapa aku begitu bodoh" Ucap Jay frustasi


__ADS_2