Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 12


__ADS_3

¶Kediaman Keluarga Wijaya


"Mama sudah pulang, bagaimana dengan kak zeela?" Tanya nya tak sabaran


"Carilah pria lain, zian bukan pria yang baik dan tidak pantas bersanding dengan mu"


"Maksud mama apa?" Mengernyitkan dahi bingung


"Dia sudah mempermalukan mama di depan umum, dan dia mengatakan jika dia tidak akan pernah menikah dengan gadis manapun kecuali zeela"


Syila mengepalkan tangannya kesal "Sebenarnya apa yang pria itu liat dari kak zeela, jelas-jelas aku jauh lebih baik dari nya tapi kenapa zian lebih memilih nya"


"Itu tidak penting, dibandingkan dengan harga diri mama syila" Geramnya


Syila tampak tidak perduli dengan ucapan ibu nya "Aku sendiri yang akan turun tangan, jika memang mama dan papa tidak bisa membuat kak zeela ataupun zian membatalkan pernikahan itu"


"SYILA (bentaknya) dia sudah menghina mama... Apa kau mau punya suami yang kurang ajar pada orang tua mu haaa" Emosi nya


Syila tersenyum kikuk) "Ma tenanglah.. aku yakin zian hanya terbawa emosi, ku pastikan lambat laun Zian akan datang dan minta maaf pada mama" Mengelus punggung ibu nya lembut


"Ya.. tapi mama tidak akan pernah sudi memiliki menantu seperti nya, jika di lihat-lihat mereka memang pasangan yang sangat cocok (berdecih) kita liat saja bagaimana kehidupan rumah tangga mereka dengan sikap mereka yang sama-sama kurang ajar itu" Geram nya


"Jangan bilang mama menyetujui pernikahan mereka??" Tanpa sadar meninggikan nada bicaranya


"Syila kau meninggi kan nada bicara mu pada mama hanya karena mereka haa???" Menatap syila tajam


"Ma.. sudah berapa kali ku katakan aku tidak mau sampai pernikahan mereka terjadi.. Seburuk apapun zian di mata mama, aku tetap mau dia.. aku menginginkan nya ma"


"SYILA" bentak nya


"Aku akan mendapatkan nya bagaimana pun caranya" Berlalu pergi


"Ohh ya tuhan" Memegang tengkuk lehernya yang terasa sakit


 


...Inilah akibatnya jika anak-anak terlalu dimanjakan.. Setiap anak memang akan senang jika permintaan nya selalu di penuhi tapi ingat!! jika terus-terusan menuruti permintaan anak, akan berdampak tidak baik pada anak tersebut...


...Salah satu contohnya adalah sikap syila...


...Karena permintaan nya selalu di penuhi dan langsung ia dapatkan.. sekali tidak dipenuhi ia bisa memberontak dan bahkan melakukan hal nekat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan...


 


19:00 apartemen zian


Kening zeela mengkerut saat melihat kedatangan Zian dan asistennya di apartemen dengan membawa banyak paper bag


"Selamat mal nona zeela" Sapa nya sambil tersenyum


"Malam pak danu.. Ada apa datang kemari malam-malam begini" Tnya nya bingung


"Ini apartemen ku, suka-suka ku mau datang kapan saja.. Minggir!!!" Mendorong zeela lalu masuk ke dalam apartemen nya


Zea menatap Zian kesal "Sekalipun ini apartemen mu, tapi kau sudah mengijinkan ku tinggal disini dan kau tidak bisa datang seenaknya ke tempat anak gadis"


"Kami hanya ingin datang merayakan hari kelahiran bidadari nona" Mengedipkan matanya pada zeela lalu mengikuti Zian masuk kedalam apartemen


"Klahiran bidadari?" Menatap sekretaris danu aneh


"Ini tuan" Ucapnya sambil menyodorkan topi kerucut

__ADS_1


Zian enatap sekretaris danu dan topi itu bergantian lalu berdecih "Yang benar saja kau ini "


"Kita kan datang kesini ingin merayakan hari ulang tahun nona zeela, jadi tuan harus memakai topi ini"


Zeela menghampiri keduanya lalu uduk di hadapan kedua nya "Dari mana kalian tau jika hari ini adalah hari ulang tahun ku" Heran


"Dari teman-teman kantor" Jawab sekretaris danu sambil tersenyum


"Benarkah?? Perasaan tidak ada yang tau" Gumamnya


"Sudah lah nona... Ini hadiah untuk nona dari saya" Menyodorkan sebuah paper bag


"Waahhhh (sumringah) seharusnya tidak perlu repot-repot pak danu, (menatap sekretaris danu sambil tersenyum) terimakasih banyak yah pak"


"Sama-sama nona.. ahh kalau di luar kantor panggil mas aja atau abang hehe" Ucapnya yang mendapat tatapan tajam dari zian


Zeela terkekeh geli "Makasih mas Danu" Zian menatap zeela tak percaya, entah kenapa Zian merasa kesal karena zeela dengan gampang nya mengubah panggilan pada orang yang baru dia kenal..


Zian mngendurkan dasi nya yang terasa mencekik "Keluar kan kue nya Ketus


Sekretaris danu pun mengeluarkan cake dan memasang lilin, sebelum itu ia meminta izin untuk mengambil piring dan pisau di dapur


"Apa liat-liat" Ucap Zian ketus saat zeela terus menatap nya


"Apa sih dasar om-om" Gumam nya sambil mengalihkan pandangannya kearah lain


"Apa kau bilang??" Menatap zeela tajam


"Memangnya apa yang kau dengar?" Ziam hanya membuang muka, malas berdebat dengan zeela


Zeela tersenyum saat sekretaris danu sudah datang membawa piring dan pisau, setelahnya sekretaris danu menyalahkan lilin dan menyuruh zeela make a wish


"Selamat ulang tahun nona zeela...


Sekarang potong kue nya" Zeela mengangguk


Zian mengalihkan pandangannya saat zeel mulai memotong kue, dan menyimpan kue itu di piring.. ia sdh tau, pasti potongan kue pertama itu untuk sekretaris danu


"Aaaaa" Menyodorkan sesendok kue)


"Tuan.. balik sini, nona zeela mau menyuapi tuan" Ucapnya membuat zian menoleh menatap zeela


"Tangan ku pegal.. cepatlah makan" Kesal nya


Zian menahan tawanya melihat raut wajah zeela yang terlihat aneh, ia segera melahap cake itu dengan hati yanv senang


"Tidak perlu menyuapi nya" Ucapnya cepat saat zeela hendak menyuapi sekretaris danu


"Tck tck tck belum apa-apa sudah posesif" Gumamnya


"(Terkekeh) Terimakasih" Ucapnya tulus sambil menatap Zian, sedangkan zian hanya mengangguk sambil tersenyum tipis


Zian, sekretaris danu, dan zeela mulai berbincang-bincang santai.. mereka memang mulai dekat semenjak zeela tinggal di apartemen zian


Sekretaris danu yang selalu terlihat dingin di kantor ternyata memiliki sifat random yang selalu mengundang tawa zeela... Zeela selalu berpikir jika zian dan sekretaris danu itu partner yang sangat cocok, zian yang dingin dan menyebalkan di satu kan dengan sekretaris danu yang kocak.. Perbedaan keduanya itu yang membuat mereka terlihat cocok menurut zeela


Zeela dan sekretaris danu sedang asik bercanda sedangkan zian hanya menatap kedua nya aneh "kenapa mereka terlihat kompak begini" batin zian


Ketiganya terdiam saat mendengar suara bel apartemen berbunyi


"Biar saya saja" Ucapnya lalu beranjak

__ADS_1


 


¶Depan pintu


"Oh?? Tn wijaya.. nona syila"


"Kenapa sekretaris danu ada disini?" Tanya Tn Wijaya bingung


"Ahh saya dan Tn zian sedang merayakan ulang tahun nona zeela, silahkan masuk" Ucapnya membuat syila berdecak kesal


Ya.. saat pulang kantor Tn Wijaya terlebih dahulu pulang ke rumah bersih-bersih, syila yang melihat ayahnya hendak keluar rumah dengan membawa paper bag di tangan nya pun sontak menghampiri ayahnya dan bertanya kemana ayah nya akan pergi


Setelah mengetahui tujuan ayah nya, syila pun berinisiatif ingin ikut.. apalagi ayahnya bilang jika Zian juga ada disana


Syila seketika sumringah saat melihat Zian... Sedangkan zeela, ia begitu terkejut melihat ayah dan adiknya "Bagaimana bisa mereka tau aku ada disini" batin nya


Sontak zeela melihat ke arah zian, zian mengisyaratkan pada zeela bahwa semuanya akan baik-baik saja


Syila menghampiri zeela lalu memeluk zeela erat "Kak... Ternyata selama ini kakak tinggal disini, apa kakak tau jika aku, ayah dan ibu mencari kakak kemana-mana" Sendu


"Maafkan sikap mama yah.. emosi mama akhir-akhir ini memang tidak stabil" Melepas pelukannya dan menatap zeela iba


"Drama macam apa ini... Kau tau sendiri sedari dulu mama selalu seperti itu memperlakukan ku" batin nya menatap syila aneh


"Nak.. maafkan papa yah, dan ini papa bawakan hadiah untuk mu"


Zeela tersenyum tipis "Makasih pa"


Tn Wijaya dan syila duduk di antara zeela, posisi nya syila duduk di sebelah kiri zeela dan Tn Wijaya duduk di salah kanan zeela..


"Buka lah" Zeela mengangguk dan membuka hadiah dari ayah nya


"Papa tau sedari dulu kau sangat menginginkan gelang itu" Tersenyum sambil mengelus rambut zeela


"Oh my god.. itu kan gelang limited edition" Batin syila


"Jangan sampai menghilangkan nya yah.. Kakak ini kan ceroboh, ahh dan terlebih lagi pakai lah lotion yang bagus, kan tidak lucu jika gelang sebagus itu bertengger di pergelangan tangan yang kusam dan tak terurus" Tersenyum


"Syila" Tegur nya pelan


"Kenapa?? Kakak ini kan sering lupa merawat diri" Ucapnya santai


"Apa-apaan bocah ini.. apa dia sedang mempermalukan kakak nya sendiri.. Jika pergelangan tangan nona zeela yang begitu saja di bilang kusam lalu tangan ku ini di sebut apa!!" Batin sekretaris danu kesal


Zeela hanya bisa diam, ia sudah biasa di bilangi seperti itu di depan umum tapi entah kenapa rasanya dia begitu malu saat di bilangi seperti itu di depan zian dan sekretaris danu


Cup!!


Zeel tersentak saat Zian meraih tangan nya dan mengecup nya, bukan hanya zeela yang terkejut.. Syila, tn wijaya dan sekretaris danj pun demikian


Zeela hendak menarik tangan nya namun Zian menahan nya dan mengelus tangan nya dengan lembut bahkan zian mendarat kan satu kecupan lagi disana "Kusam?!! seperti nya mata mu kurang bagus" Ucapnya sambil menatap syila datar


"Sekalipun tangan nya tidak semulus ini, dan memakai barang-barang branded.. itu bukan urusan mu, sekalipun kalian bersaudara"


"Tidak ada yang melarang mu mengomentari orang lain tapi lihatlah dulu dirimu sebelum mengomentari orang lain" Menatap syila dingin dan tajam


"Sini sayang" Menarik tangan zeela dan menuntun zeela duduk di samping nya, zeela hanya bisa menuruti apa yang zian katakan


"Tapi.. jika dia sudah menjadi istri ku, kau (menatap syila tajam) bahkan kedua orang tua mu.. tak akan ku biarkan dan tak akan ku ijinkan mengejek WANITA KU... Siapapun itu, mereka akan berurusan dengan ku jika sampai mengusik wanita ku" Tekan nya


Zeela menatap zian dalam "Jangan mengasihani ku, aku tau kau melakukan ini karena kasian padaku" batin nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca

__ADS_1


__ADS_2