
"A apa yang kau lakukan" Ucapnya pelan dengan pipi yang memerah
Zian hanya tersenyum tanpa membalas pertanyaan zeela
"Sial" Syila tampak mengepalkan tangannya kesal
"Usir teman-teman mu dari sini.. Jangan membuat papa semakin malu syila" Bisik nya geram
Syila hanya diam menahan kekesalan nya
"Suruh mereka minta maaf dan pergi sekarang juga, jika tidak papa akan meninggalkan mu dan mama mu disini" Ancam nya
"Minta maaf pada mereka dan pergi dari sini" Ucapnya pada teman-teman nya
'Kau mengusir kami?" Tanya salah satu teman syila
Syila memejamkan matanya erat-erat sejenak "Kubilang minta maaf dan pergi dari sini" Ucapnya yang mendapat tatapan sinis dari teman-teman nya
"Apa-apaan kau ini, kau yang mengundang kami dan sekarang kau mengusir kami?? Dimana sopan santun mu pada seorang tamu"
"Jika kalian tidak membuat masalah s-"
"Helloowww jangan pikir kami bodoh, kau mengundang kami kesini memang tujuan nya untuk itu kan... Lihatlah sekeliling yang di undang hanya kerabat dekat dan hanya kau yang mengundang teman-teman sekolah mu"
"Tutup mulut mu dan segera pergi dari sini... Aku akan mentransfer kan kalian sejumlah uang" Ucapnya pelan namun tajam
Teman-teman syila terlihat memutar bola mata mereka jengah lalu membungkuk minta maaf pada keluarga zian dan berlalu pergi
"Kau yakin dia adikmu?? saudara kandung mu??" Tanya nya pada zeela
"Sudah jangan mulai lagi" Menghela nafas berat
Setelah acara selesai merekapun kembali ke kediaman masing-masing
¶Kediaman zian
"Dira biarkan mommy mu Istirahat, kembalilah ke kamar mu" Ucapnya pada dira yang masih terus menempel pada zeela
"Tidak apa-apa biarkan saja.. emm zian, bisa minta tolong pesankan makanan? Aku sangat lapar"
"Baiklah tunggu sebentar" Ucapnya lalu beranjak ke kamar mengambil ponsel nya
"Kak... Aku senang kakak menjadi mommy ku, sekarang aku punya ibu dan aku bisa memamerkan nya pada teman-teman ku.. Kak zeela mau kan membuat kan ku bekal dan mengantar jemput ku di sekolah setiap hari seperti yang dilakukan ibu teman-teman ku" Ucapnya memohon
__ADS_1
Zeela menatap dira sendu "Tentu sayang kenapa tidak.. kakak kan sekarang sudah menjadi mommy dira dan itu sudah menjadi kewajiban kakak untuk merawat mu "Mengusap rambut dira
"Terimakasih kak... Ehh tidak, maksud ku terimakasih mommyy" Memeluk zeela
"Jangan berterimakasih sayang.. itu sudah tugas mommy" Mengecup pucuk kepala dira
"Ohh iya mom.. 2 hari lagi peringatan anniv sekolah dan setiap anniv akan di adakan lomba"
"Benarkah?? Apa dira mau ikut?"
"M mau.. tapi Daddy pasti tidak mengizinkan"
"Kenapa??" Tanya nya dengan kening yang mengernyit heran
"Daddy tidak suka melihat ku berpartisipasi, katanya itu hanya membuang-buang waktu untuk hal yang konyol" Sendu
Zeela terperangah mendengar jawaban Dira "Bagaimana dia bisa mengatakan hal seperti itu pada anak se usia dira.. dasar gila"
"Daddy mu yang konyol sayang, sepertinya dia tidak pernah ikut lomba seperti itu saat ia masih sekolah.. tck tck tck Daddy mu sangat membosankan"
"Ssuuttt (menempel kan jari di bibir) nanti Daddy dengar mom"
"Biarkan saja dia dengar... Dira jangan khawatir, mommy akan membela dira selagi dira tidak salah.. lakukan apapun yang membuat dira senang selagi itu hal yang benar dan tidak merugikan orang lain" Mengelus pipi dira
Dira tersenyum sambil menganggukkan kepalanya "Iya mommy"
2 hari kemudian.. hari ini Tn wijaya, Ny Wijaya dan syila akan berangkat ke Bali, semua barang-barang mereka telah di packing sejak 2 hari yang lalu
"Ma.. aku tidak mau tinggal di Bali, aku mau tinggal di sini" Rengeknya
"Ya sudah terserah kau.. tapi mama dan papa mu tidak akan memberikan uang sepeser pun padamu, carilah pekerjaan disini"
"Apaaa??? Kenapa mama jadi pelit sekali sekarang?!!"
"Kau tau sendiri sekarang kita tak punya uang"
"Tapi zian bilang dia sudah memberikan uang pada papa"
"Ya.. dia akan memberi nya jika papa mu sudah di Bali"
"Kalau begitu pergilah, mama dan papa tinggal transfer ke rekening ku, beres kan"
Ny Wijaya menatap syila datar "Mulai sekarang hidupi dirimu sendiri"
__ADS_1
"Mamaaaa?!!!!!" Menatap ibu nya tidak percaya
"Jika kau mau uang, ikut kami dan bantu bisnis papa mu di sana.. jika tidak mau, carilah uang sendiri disini"
Syila menatap ibu nya dengan tatapan tidak percaya, dia benar-benar bingung.. Ibu nya tiba-tiba berubah 180 derajat, sejak kemarin sikap ibu nya memang sangat aneh.. dan sangat bertolak belakang dengan sikap nya selama ini pada nya
"Ma apa terjadi sesuatu??" Ny Wijaya hanya diam sambil memeriksa barang-barang nya agar tidak ada yang ketinggalan
"Ma ayolah... A-"
"Berhenti mengoceh dan segera angkat barang-barang mu masuk ke dalam mobil" Syilahanya mendengus kesal
"Apa semua sudah selesai?" Tanya Tn Wijaya dan hanya dibalas anggukan kepala ole Ny Wijaya
"Ya sudah mari kita berangkat, di depan sudah ada zeela dan zian" Ucapnya lalu mengangkat barang-barang dan berlalu pergi
"Tck untuk apa mereka kemari, kak zeela pasti hanya mau datang menertawakan ku" ucapnya lalu mengambil barang-barang nya juga
Ny Wijaya hanya diam di tempat dengan pikiran yang kemana-mana
"Mama kenapa??" Tanya nya saat melihat ibu nya hanya diam sambil melamun
"Tidak apa-apa"
¶Halaman rumah
Syila langsung masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan zeela dan zian begitupun Ny Wijaya
Zian mengusap punggung zeela saat melihat zeela tertunduk sedih
"Kami pergi dulu" ucapnya pada zeela dan zian
"Hati-hati pa" Ucap Zian yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Tn Wijaya
"Jaga kesehatan" Ucapnya sendu
Tn Wijaya mengusap rambut putri sulungnya itu dengan lembut "Kamu juga jaga kesehatan nak.. (Memeluk zeela) maafkan papa, dan maafkan mama dan adikmu.. Pala akan selalu berdoa untuk kebahagiaan mu" Zeela hanya mengangguk sambil menahan air matanya
"Papa menyayangi mu" Ucapnya lalu masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi
"Zeela juga menyayangi papa, mama dan syila" batin nya
"Katakan saja padaku jika kau ingin menemui mereka, aku akan mengantarmu kesana"
"Terimakasih"
__ADS_1
¶Mobil
Ny wijaya menengok kebelakang melihat putri sulungnya yang tampak menangis "Maaf... Maafkan mama" batin nya sambil memejamkan mata