Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 16


__ADS_3

Nadira mendonggakkan kepala nya saat ada seseorang memanggil nya "Kakak?!!!"


Zeela menyamakan tinggi nya dengan dira "Apa yang kau lakukan disini?" Dira hanya diam sambil menunduk


"Apa kakak ini kakak nya dira?" Tanya salah satu gadis kecil yang mengejek Dira tadi


"Iya.. kalian ini masih kecil tapi sudah pintar berbicara kasar" -Zeela


"Kami bicara sesuai fakta, dia memang bodoh.. apa kakak tidak pernah mengajari nya di rumah?!! Sekolah kami sekolah favorit dan terkenal dengan murid-murid nya yang cerdas tapi karena dia, citra sekolah kami jadi buruk" Menatap dira tajam


"Benar.. seharusnya kakak mengajari nya, atau tidak di ajari orang tua.. upss aku lupa kalau dira tidak punya orang tua yah" Ucapnya membuat kedua teman nya yang lain tertawa sedangkan yang satunya lagi hanya diam tak memberi respon apa-apa


Zeela terperangah mendengar ucapan gadis kecil itu "Ya sekolah mu adalah sekolah favorit dan terkenal dengan murid-murid yang cerdas tapi sayang nya attitude nya tidak se cerdas otak nya.. sekarang kakak tanya, apa orang tua mu mengajari mu merendahkan orang lain??" Tanya zeela membuat ketiga gadis kecil yang mengejek Dira tadi terdiam


"Walaupun dira tidak se cerdas kalian tapi setidaknya attitude nya jauh lebih baik dari kalian... Apa gunanya memiliki otak yang cerdas tapi attitude nya sangat buruk"


Zeela menghela nafas panjang "Sekarang pulang lah ke rumah kalian masing-masing, orang tua kalian pasti sedang mencari kalian saat ini"


"Dan kamu (menunjuk gadis kecil yang sedari tadi hanya diam saja) nama mu lian kan? (Liam hanya mengangguk) ayah mu mencari mu sedari tadi.. kamu disini saja, sampai ayah mu datang"


"Lian kami pulang dulu yah" Lian mengangguk


Ketiga teman Lian yang mengejek dira pun berlalu pergi


"Kakak sudah menghubungi sekretaris ayah mu, tunggu lah disini.. Kakak dan dira akan menemani mu sampai jemputan mu datang" Lian hanya diam tanpa berniat membalas ucapan zeela


"Kak.. kenapa kakak bisa ada disini??" -Dira

__ADS_1


"Kakak membantu ayah Lian untuk mencari Lian" Tersenyum sambil mengelus rambut dira


"Kakak mengenal papa ku?" -Lian


Zeela menoleh ke arah Lian "emm.. tadi papa mu datang meeting ke tempat kakak bekerja, dan saat akan pulang dia mendapat telfon jika kau tak ada di sekolah.. lain kali jangan begitu yah kasian papa mu, ia sangat khawatir" Lian hanya menunduk


"Lian.. bisakah kakak minta tolong padamu" Ucapnya membuat lian mendonggakkan kepala menatapnya


"Jika kau tidak mau berteman dengan dira yah tidak apa-apa tapi jangan sampai menghina nya.. setiap manusia memiliki perasaan, setiap ucapan yang teman-teman mu lontarkan tadi membuat dira terluka begitupun dengan kakak"


"Semua orang memang berhak memilih siapapun yang ingin dia ajak berteman.. Tapi, memilih teman berdasarkan isi otak dan harta itu tidak benar, apa yang kau punya saat ini hanya titipan dari yang maha kuasa.. kau bisa kehilangan itu semua karena kesombongan mu.. berteman yang sehat itu adalah berteman dengan orang-orang yang memiliki kepribadian yang baik"


"Tapi bukan berarti kita tidak boleh berteman dengan orang-orang yg memiliki kepribadian yang kurang baik.. Kakam mempunyai banyak teman di bangku sekolah dengan berbagai macam sifat, ada yang baik dan sebaliknya... Kakak tidak pernah memilih-milih teman, jika ada yang mau berteman dengan kakak yah kakak dengan senang hati menerima nya tapi kakak tidak pernah mengikuti sifat-sifat buruk yang di miliki teman-teman kakak"


"Lian.. mau di sekolah favorit manapun kau bersekolah, jika attitude mu tidak baik orang-orang pasti akan memandang mu tidak baik.. apa kau tau?!! kualitas seseorang di lihat dari cara ia memandang orang lain.. dan cara ia menanggapi sesuatu" Tersenyum


Lian mendonggakkan kepala menatap zeela "maaf.. aku.. aku bukan nya tidak ingin berteman dengan dira, tapi aku takut jika orang-orang juga akan mengejek ku karena berteman dengan nya (menunduk) aku sama seperti dira, tidak memiliki ibu" Lirih nya


Zeela tersenyum tipis "Setidaknya kalian masih punya ayah yang sangat menyayangi kalian"


"Tidak sama seperti kakak yang memiliki orang tua lengkap tapi tidak mendapatkan kasih sayang sedikit pun dari mereka" Batin zeela sendu


"Tak apa-apa" Mengelus rambut dira dan Lian bergantian


Krruukkkk


Suara perut zeela berbunyi membuat dira terkekeh geli "Kakak lapar yah?"

__ADS_1


"Hehe.. iya, kakak belum makan siang"


"Kalau begitu kita makan siang bareng yah kak, aku juga blum makan" Ucap Dira sambil tersenyum


"Oke" Mengelus rambut dira


 


Tidak berlangsung lama dion dan sekretaris nya pun datang


"Lian (memeluk lian) kau ini kemana saja... Sedari tadi papa mencari mu" Khawatir nya


"Maaf pa" menunduk


Dion menghela nafas panjang "lain kali jangan begitu yah sayang" Lian hanya mengangguk


Dion beralih menatap zeela lalu tersenyum "Terimakasih"


"Sama-sama tuan (tersenyum) Kalau begitu saya pamit dulu" Membungkuk hormat lalu beranjak pergi sambil menggandeng tangan dira


"Kak kita mau makan dimana?!"


"Mau Dira dimana?"


"Di dekat kantor tempat Daddy bekerja ada restoran yang makanan nya enak-enak.. kita makan di saja sana kak" Antusias


Zeela terkekeh gemas "Baiklah" Mengelus rambut dira

__ADS_1


Lian menatap keduanya dengan tatapan iri


"Seperti nya aku pernah melihat gadis kecil itu, tapi dimana yah" Batin Dion


__ADS_2