Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 26


__ADS_3

Esok paginya zian terbangun dan tidak mendapati zeela di samping nya, ia bergegas mencari wanita yang sudah mengambil hatinya itu


Zian tersenyum saat melihat Zeela sedang berkutat dengan alat masak di dapur


Zeela terkejut saat seseorang memeluknya dari belakang "Selamat pagi" ucap Zian lembut lalu mengecup pipi zeela membuat pipi zeela memerah semu


"Pagi.. duduklah tidak lama lagi masakan ku selesai" Zian mengangguk lalu duduk di kursi


"Bi.. bangunkan dira yah" Perintah nya pada maid


"Tidak perlu.. ini hari minggu, biarkan Dira tidur lebih lama... Makanlah" Ucapnya setelah mengatur makanan di atas meja


"Sini" Menepuk paha nya mengisyaratkan zeela untuk duduk di pangkuan nya


Zeela terdiam sejenak lalu menghampiri zian dan zian menuntun Zeela duduk di pangkuan nya


"Suap sayang" Tersenyum


"Iissss seperti anak kecil saja"


"Kau ini tidak tau yah.. beginilah yang membuat rumah tangga langgeng, kita harus sering bermesraan" Menaik turunkan alisnya menggoda zeela


Zeela terkekeh melihat tingkah Zian "aaaa" Menyodorkan sesendok nasi dan lauk ke mulut zian


Zian dengan senang hati menerima nya "eemmm... Masakan istri ku memang yang terbaik"


"Melihat mu bersikap manis seperti ini rasanya sangat aneh.." Tersenyum geli


Zian menatap zeela malas "Jadi kau lebih suka aku bersikap dingin dan marah-marah terus?!"


"Tidak" Menggelengkan kepala sambil tersenyum "Aku hanya belum terbiasa saja melihat mu bersikap manis padaku"


"Secepatnya kau akan terbiasa" Mengecup b*b*r zeela


Zeela hanya menunduk dengan pipi yang memerah, tak dapat ia pungkiri jika hatinya berbunga-bunga karena perlakuan manis zian padanya..


Β 


Hari terus berganti tidak terasa sudah dua bulan berlalu, rumah tangga zian dan zeela selalu di bumbui dengan rasa manis dan pahit tapi syukur nya rasa manis lebih mendominasi

__ADS_1


Tak jarang juga mereka bertengkar karena hal yg sama.. seperti siang ini, zian kembali memulai pertengkaran saat melihat istri nya sedang berbincang dengan dion di depan kantornya, hari ini zeela hendak mengantarkan makan siang untuk zian di kantor mumpung dira sedang pergi berkemah bersama teman-teman sekolah dan guru-guru nya... Dan saat zeela hendak masuk ke perusahaan zian, ia tidak sengaja bertemu dengan dion yang baru saja keluar dari perusahaan suaminya itu


Tidak heran jika Dion selalu terlihat di Z company, karena memang perusahaan dion dan zian menjalin kerjasama walaupun hubungan pribadi di antara keduanya kurang baik tapi mereka adalah partner kerja yang bisa di bilang sangat baik...


Itulah yang namanya profesional, tidak melibatkan urusan pribadi dalam urusan pekerjaan


"Sudah ku bilang jangan dekat-dekat dengan istri ku dan jangan ajak dia bicara" Ketus nya lalu menarik istrinya masuk ke dalam kantor


Dion tampak menghela nafas panjang "Apa salahnya hanya menyapa.. dasar posesif"


"Tuan zian memang seperti itu tuan.. bukan hanya pada anda tapi dengan pria-pria lain yang mendekati nyonya zeela pun dia seperti itu" Ucap sekretaris danu sambil terkekeh


"Saya mengerti... Kalau begitu saya pamit dulu" Tersenyum


"Hati-hati di jalan tuan" Dion hanya mengangguk sambil tersenyum lalu beranjak pergi


Β 


Disisi lain, Zian langsung mengomeli istri nya saat setelah mereka berada di ruangannya "Astagah dad.. dia hanya menyapa ku saja tidak lebih" Terperangah melihat sikap zian yang sangat berlebihan


"Apapun itu.. aku tidak suka melihat mu berbicara dengan nya" Marah nya


"Dia itu dulunya perebut kekasih orang dan sekarang mau jadi pebinor dia.. haaa tak akan ku biarkan" Geram nya


Zeela tampak mengernyitkan dahi nya bingung "Apa dia pernah merebut kekasih mu?"


"Eoh... Ibunya lian dulu adalah kekasih ku tapi dia merebut nya dari ku" Ucapnya tanpa sadar


"Bukankah itu sudah berlalu, apa kau masih belum mengikhlaskan nya dad... Apa sampai detik ini kau masih mencintai ibu Lian?" Tanya nya sendu


Zian terbelalak mendengar ucapan istrinya "Astagahhhhh sayang kenapa berpikiran sejauh itu" Memeluk zeela "Aku bukan nya tidak mengikhlaskan apa yang terjadi di masa lalu tapi aku takut apa yang terjadi di masa lalu akan terulang lagi... Aku takut dia merebut mu dari ku"


"Ternyata kau belum sepenuhnya mempercayai ku dad.." Lirihnya


"Bukan kamu sayang.. tapi si dion itu, aku tidak percaya dengan pria itu.. dia punya seribu cara untuk mendapatkan apa yang dia mau, jangan sampai dia mengguna-gunai mu sayang"


Memukul dada zian pelan "Mana ada guna-guna di zaman sekarang iisss" Melingkar kan tangan nya di leher zian "Dad percayalah pada kesetiaan cinta ku hmm" Mengecup b*b*r zian


Zian tersenyum lalu mengangguk "Iya sayang

__ADS_1


"Sekarang makan yah" Mengelus pipi zian


"Aku ingin memakan istri ku dulu lalu memakan masakan nya istri ku" Senyum om-om pedo


"Nooooo!!!! Ini di kantor dad.. nanti ada yang dengar" Pipi memerah


"Tenang sayang.. kan aku punya kamar kedap suara disini, mau yah emmm!!!" Memohon, puppy eyes


"Baiklah, tapi hanya sekali"


Zian langsung bersorak ria lalu menggendong istri nya memasuki kamar


🌚🌚🌚🌚


.


.


.


.


.


.


.


30 menit berlalu, permainan panas mereka pun berakhir setelah keduanya sama-sama mencapai puncak kenikmatan


"Kenapa tidak pernah pelan-pelan si dad main nya" Kesalnya dengan nafas yang masih terengah-engah


"Hehe maaf yank, salah kamu sendiri yang terlalu menggoda... Khilaf kan aku jadinya" Mengedipkan matanya genit


Zeela hanya berdecak kesal sambil mengatur nafas nya.. tidak berlangsung lama Zeela mengeluh kesakitan di area bawah perut nya "A akkhh" Memegang perutnya


"Sayang kau kenapa??"


"Sakit dad" Meringis

__ADS_1


Zian terbelalak saat melihat darah keluar dari intim istrinya, sontak zian langsung membantu zeela memakai baju lalu melarikan zeela ke rumah sakit


__ADS_2