
"Lalu bagaimana hubungan tuan wilson dengan Lian?"
"Mereka tak punya hubungan apapun, jay memang tak berhubungan dekat dengan Lian" Ucapnya lirih
"Lalu, bagaimana hubungan mu dengan tuan Wilson?" Dira hanya diam sambil meremas jari-jari nya "Apa sebelum ini kalian memang sering berkomunikasi?"
Dira menggelengkan kepala "Tidak dad, semenjak pindah ke LA aku tidak pernah berkomunikasi dengan nya lagi hingga sampai detik ini"
"Lalu kedatangan nya kemari dan menerima undangan jamuan perusahaan kita, apa karena mu?"
"Jay tidak bilang akan hal itu, dia hanya bilang jika dia sudah lama menantikan hari ini" Menunduk malu
"Apa dia mengatakan jika dia mencintai mu?" Dira hanya mengangguk dengan pipi yang memerah "Apalagi yang dia katakan?"
"Dia menceritakan tentang dirinya dan keluarganya yang terpuruk setelah saudara kembar nya bunuh diri.. Dan Jay mengatakan dia harus bangkit demi keluarga nya dan terlebih lagi" Terdiam sejenak sambil menundukkan kepalanya "Jay mengatakan jika dia tidak ingin aku dimiliki orang lain" malu-malu
"Apa kamu percaya dengan apa yang dia katakan?" Dira mendonggakkan kepala menatap ayah nya "Dia bilang mencintai mu tapi dia sudah pernah menikah dan memiliki anak... Apa itu bisa di bilang cinta? Atau apa dia di jodohkan? Kalau begitu berarti dia bukan lelaki yang teguh pada pendirian.. Dan tak bisa berjuang" Datar "Dira.. Daddy tau sekarang mengapa kamu tak mau dekat dengan pria lain dan menolak untuk dijodohkan.." Menatap dira datar "Cinta mu terlalu besar untuk nya, sedangkan dia a-"
"Dad.. Jay tidak seperti itu.." Menatap ayahnya sendu "Jay belum menikah.. dan anak itu adalah anak saudara kembarnya yang sudah tiada" Sendu
"Apa??"
"Daddy bisa tanyakan langsung pada Jay.. Jay sudah menjelaskan semuanya padaku tadi, dan dia juga menunjukkan foto saudara kembarnya serta istri dari saudara kembarnya"
"Apa yang dira katakan benar tuan" Ucap Jay tiba-tiba muncul
"Jay" lirih
Jay tersenyum lalu mengelus rambut dira "Saya mengerti bagaimana perasaan tuan sebagai seorang ayah.. Tak ada seorang ayah yang ingin melihat putrinya salah dalam memilih pasangan.. Tapi tuan, saya dengan yakin mengatakan dan saya bahkan bisa bersumpah atas nama Tuhan dan ibu saya.. Saya sangat mencintai Dira" Menatap dira penuh cinta "Alasan saya tetap bertahan dan bangkit lagi hingga bisa sesukses sekarang adalah karena Dira.. Kedatangan saya kesini dan menerima undangan jamuan perusahaan anda memang karena putri anda.. Sedari dulu saya ingin sekali datang menemuinya tapi karena masalah yang datang menghadang, membuat saya harus menundanya"
Menatap Dira "Saya bersyukur karena penantian saya selama ini berbuah manis, dira memiliki perasaan yang sama dengan apa yang saya rasakan.. Dia pun menerima saya, tetapi dia tidak mau saya nikahi dalam waktu dekat" Tersenyum
"Jika tuan mengizinkan, apa saya boleh menjalin hubungan dengan Putri tuan?" Gugup
Zian terdiam sambil menatap kedua insan itu bergantian "Apa kalian bisa menjalin hubungan jarak jauh?"
"S-sebenarnya aku tidak masalah tapi" Menatap jay "Jay kita baru bertemu dan harus berpisah lagi" Ucapnya pelan sambil menunduk
Zian tampak tersenyum geli melihat putrinya yang terang-terangan mengungkapkan kerinduan nya.. Rasanya sangat aneh melihat putrinya menunjukkan wajah malu-malu seperti itu karena sebelumnya Dira tak pernah menunjukkan ketertarikan nya pada lawan jenisnya
"Sayang aku akan menetap selama sebulan disini, jangan sedih hmm" Tersenyum sambil menggenggam tangan dira
Dira mendonggakkan kepala menatap jay dengan mata yang membulat sempurna "Benarkah? Tapi kenapa tidak bilang padaku?"
__ADS_1
Jay terkekeh "Katanya aku harus melakukan pendekatan dulu pada keluarga mu, jika aku langsung pulang bagaimana aku bisa dekat dengan keluarga mu hmm" Mengacak rambut dira gemas
Dira tersenyum sumringah dan hendak memeluk Jay tapi deheman sang ayah membuat nya mengurungkan niatnya
"Lalu dimana nak Jay angkat tinggal jika menetap disini selama sebulan" Mulai berbicara santai membuat Jay tersenyum senang
"Emm sebelumnya apa saya bisa berbicara santai tuan, maksud saya apa bisa saya memanggil tuan dengan sebutan paman?"
"Tentu saja" tersenyum
Jay tersenyum "Paman tidak perlu memikirkan tentang saya yang tinggal dimana.. Saya sudah menyuruh sekretaris saya membeli rumah di komplek perumahan keluarga aditama"
"Benarkah??" Membulatkan matanya
"Emm.. Biar enak nantinya, tidak susah payah lagi mencari penginapan jika berkunjung ke Indonesia" Tersenyum
"Yasudah, setelah jamuan selesai.. Nak Jay bisa berkunjung kerumah" Tersenyum
"Terimakasih paman" Sumringah
.
.
.
Saat ini Jay dan putri angkatnya sudah berada di kediaman keluarga aditama
"Duh siapa ini lucu nya" Ucap zeela gemas pada Jasmine
"Ini yang aku maksud sayang" Bisik Zian pada istrinya
"Ohh jadi ini calon mantu dan calon cucu mommy" Menggoda Dira
"Apa sih mom" Menunduk malu membuat zeela terkekeh
"Selamat sore aunty dan salam kenal, saya Jayden Wilson dan ini putri saya Jasmine Wilson" Tersenyum
"Salam kenal nak Jay, dan si cantik" me-noel pipi jasmine membuat Jasmine tersenyum malu-malu "Ayo masuk.. Aunty sudah siapkan banyak makanan di dalam.."
"Waahh jadi merepotkan aunty" menggaruk tengkuknya sambil tersenyum canggung
"Sama sekali tidak.. ayo masuk.. Jasmine masuk kedalam yah.. Grandma tadi buatkan es kelapa muda untuk Jasmine loh" Mengulurkan tangannya ke Jasmine
__ADS_1
"Terimakasih Grandma" Ucapnya malu-malu sambil membalas uluran tangan zeela
"Sama-sama sayang.. Ayo" Menarik Jasmine masuk di ikuti Jay, Dira dan Zian di belakang
.
.
Merekapun berbincang-bincang santai sambil menyantap hidangan yang sudah zeela siapkan
Dira tampak tersenyum senang melihat kedekatan ibu nya dengan jasmine.. Zeela memang sangat menyukai anak kecil dan ia sangat pandai mengambil hati anak kecil hingga membuatnya gampang dekat dengan anak-anak seusia jasmine
"Yank.. kayaknya seru kalau kita punya anak seusia jasmine, iya kan" Bisik nya pada sang istri
"Jangan mulai deh" Menatap suaminya tajam
"Huufff" cemberut
Dira hanya terkekeh kecil melihat kelakuan sang ayah
"Sayang.. Aku mau jalan-jalan di sekitar rumah mu" Ucap Jay
Dira mengangguk sambil tersenyum "Mom.. Dad.. Aku keluar dulu ajak Jay berkeliling di sekitar rumah" Kedua orang tua nya hanya mengangguk sambil tersenyum dan Jay Dira pun berlalu pergi
.
.
.
"Sayang.. aku senang orang tua mu mau menerima ku" Menggenggam tangan dira dan sesekali mengecupnya
Dira mengangguk sambil tersenyum "Jay.. Lalu bagaimana dengan ku, jujur aku tidak tau harus bagaimana di depan orang tua mu nanti"
Jay tersenyum lalu merangkul pundak kekasih nya "Jangan khawatir sayang, orang tua ku cukup gaul.. Kau akan cepat akrab dengan mereka, orang tua ku tak pernah mempermasalahkan tentang bagaimana pasangan hidup anak-anak nya yang terpenting anaknya bahagia itu saja.. Dan apa kau tau, mereka sangat ingin bertemu dengan mu.."
"Benarkah??"
Jay mengangguk "Aku sering menceritakan tentang mu pada mereka, dan aku selalu menyebut mu di berbagai kesempatan.. Dan orang tua ku tau jika kau adalah alasan aku bertahan.. Karena itu mereka sangat ingin bertemu dengan mu dan berterima kasih.."
Dira tampak terharu, ia menghentikan langkahnya lalu memeluk Jay "Terimakasih, sudah mau bertahan untuk ku.. Jika tidak, aku pasti akan menjadi perawan tua" Ucapnya membuat Jay tertawa terbahak-bahak "isss aku serius tau.. Aku tidak bisa menerima pria lain karena mu"
"Ohh sayang aku sangat tersanjung" Mengecup kening dira "Tak ada yang bisa memiliki mu selain aku.. Di kehidupan ini maupun di kehidupan selanjutnya.. I love u sayang"
__ADS_1