
¶Kediaman Zian Aditama
Zian baru saja tiba di kediamannya, dahinya mengernyit heran saat mendapati mobil ayahnya masih terparkir di halaman rumah nya "mereka masih disini?!" batin nya
Zian masuk ke dalam rumah dengan santai tanpa memperdulikan kedua orang tua nya yang sudah siap siaga menyemburnya dengan berbagai ocehan
"Kemari kau" Ucap Ny Aditama sambil menatap putra nya itu tajam
"Mama sama papa masih disini?? ini sudah tengah malam sebaiknya kalian pulang saja" Hendak beranjak
"ZIANNNNNN berani sekali kau mengusir orang tua mu sendiri" Geram Tn Aditama
"Apa sih pa... Ahh kalian mau menginap? Ya sudah menginap saja, aakhh aku sangat lelah.. aku ke kamar dulu"
"Tidak bisa.. kita harus bicara sekarang" Ucap Ny Aditama lalu menarik zian duduk di sofa
"Besok saja ma.. aku mengantuk"
"(Memukul pundak zian) kau ini yah benar-benar... Kenapa haa? Kenapa tiba-tiba memilih zeela?!" Tanya nya sambil melototi zian
"Kenapa tiba-tiba? Emm kenapa yah" Berfikir
__ADS_1
"Zian... Mama sedang tidak ingin bercanda saat ini" Geramnya
"Lalu bagaimana dengan mama.. kenapa tiba-tiba memilih anak bau kencur itu untuk menjadi istri ku?" Menatap ibu nya jengah
"Anak bau kencur? Maksud mu syila?? (Zian mengangguk) Tidak tiba-tiba... Sedari dulu mama sudah mengincarnya, syila anak yang baik sopan cerdas dan cantik.. tidak sama dengan saudaranya itu" Ketus
"Mereka memang tidak sama.. sangat jauh berbeda" -Zian
"Nah itu kau tau.. lalu kenapa kau memilih zeela?"
"(Menaikkan alisnya sebelah) tentu saja karena zeela jauh lebih baik dan dewasa"
"Kalau begitu katakan dari segi mana mama melihat jika syila lebih baik dari zeela?!" Menatap ibu nya datar
"Banyak... Mulai dari gaya hidup, sampai masalah otak"
"Memangnya kenapa dengan gaya hidup zeela?" Tanya nya dengan kening yang mengkerut
"Dia sangat tertutup, dan jarang berbaur dengan orang lain... Dia bahkan tidak punya sopan santun, selama mama mengenal keluarga nya tak pernah sekalipun dia menyapa mama dan papa.. terlebih lagi soal otak, mama bisa langsung menilai saat pertama kali masuk ke dalam rumah mereka.. Yangg terpajang di setiap sudut rumah mereka hanya prestasi-prestasi yang sudah syila raih"
"Tak ada satupun prestasi zeela yang terpajang di sudut rumah mereka... Itu tandanya hanya syila yang bisa di andalkan dan membangga kan keluarga mereka, ahh dan satu lagi mama bahkan tidak tau zeela itu tamatan apa... Bahkan setiap mama bertanya pada Ny Wijaya, pasti Ny Wijaya akan mengalihkan pembicaraan.. Bukan kah itu berarti Ny Wijaya berusaha untuk menutupi kenyataan bahwa zeela sangat kurang dalam bidang akademik"
__ADS_1
"Bahkan dia menyembunyikan apa yang sudah ia raih selama ini... (tersenyum kecil) ahh kenapa tiba-tiba aku merasa bangga hanya karena aku mengetahui apa yang tidak di ketahui orang lain" Batin Zian terkekeh
"Ma.. mau ku beri tau sebuah rahasia dan sedikit saran?"
"Apa itu" penasaran
"Zeela tidak seperti yang ada dipikiran mama, dan jangan sekali-kali beradu mulut dengan nya atau tidak kualitas diri mama akan terlihat.. aku bukan nya merendahkan mama atau menghina mama tapi jujur mama pun sangat kurang dalam bidang akademik, bukan begitu?" Bisik nya sambil tersenyum jail
"ZIAAAAAAAAAANNNNNNN!!!!!! Anak kurang ajarrr" Ziqn melarikan diri sambil tertawa terbahak-bahak
"Sayang anak mu itu secara tidak langsung mengatai ku bodoh" Mengadu pada Tn Aditama
"Sudah lah sayang tidak perlu di tanggapi.. kamu tidak bodoh kok cuma kurang pintar saja" Ucap nya santai
"Bukan kah itu sama saja" Menatap Tn Aditama tajam
"Beda sayang.. Tapi mau bagaimanapun dirimu aku akan tetap cinta" Memeluk Ny Aditama
"(Mencubit perut Tn Aditama) Issss... lalu bagaimana dengan perjodohan itu"
"Besok saja membahasnya.."
__ADS_1