Ratapan Hati

Ratapan Hati
Episode 59


__ADS_3

Dira meneteskan air mata sambil menatap jay sendu.. Jay mengangkat tangan nya mengusap air mata yang membasahi pipi indah wanita pujaan hatinya itu


"Aku sangat merindukanmu.. sangat-sangat merindukan mu" Ucap Jay lirih


Dira menundukkan kepala menyembunyikan air mata nya "Aku-"


"Dira.. Apa tak ada sedikitpun rasa di hati mu untuk ku?" Menangkup wajah dira


Dira terdiam cukup lama sambil menatap jay "Ayah ku selalu khawatir karena aku tak pernah dekat dengan pria manapun, ia khawatir jika aku tidak akan menikah-menikah juga dan aku tau ayah ku selalu membuka akses untuk pria-pria di luar sana yang ingin mendekati ku bahkan beliau berniat menjodohkan ku.. Sebenarnya aku bukan nya tidak ingin menikah tapi" Menatap jay "Aku belum bisa menerima pria lain... Aku tidak bisa melupakan cinta pertama ku dan itu membuat ku sulit untuk membuka hati ku lagi"


Jay menarik tangan nya dari pipi dira "Rupanya hatimu sudah di miliki orang lain" Tersenyum sendu


Dira tersenyum sambil mengusap sisa air matanya "Emm.. Dia senior 2 tingkat di atas ku, aku pernah kuliah di universitas new York sebelum akhirnya pindah ke universitas los angeles.. Aku meninggalkan sahabat dan juga cinta pertama ku, namun rasa sayang dan rasa cinta ku tetap ku bawa bersama ku..." Menatap jay "Apa kau tau? Cinta pertama ku adalah pria yang tampan dan sangat populer di kampus ku yang sebelumnya" Tersenyum


Jay mengerjapkan matanya berulang kali mencoba mencerna ucapan dira


Dira tampak tertawa kecil melihat ekspresi jay "Setelah 6 tahun lamanya aku bertemu lagi dengan nya, namun jujur aku cukup kecewa saat melihat dia sudah memiliki anak dan aku berfikir dia sudah menikah"


Jay menatap dira dalam lalu menangkup wajah dira "Cinta pertama mu itu adalah aku?"


Dira tersenyum sambil mengangguk.. Perlahan-lahan jay menarik sudut bibirnya tanpa lama-lama ia memeluk dira sangat erat


"Jay.. aku tidak bisa bernafas"


Jay melonggarkan pelukannya "Dira kau tak membohongi ku kan?"


"Untuk apa aku bohong"


"Sejak kapan? Sejak kapan kau mencintaiku?" Tanya nya kegirangan


"Aku tidak tau pasti tapi... Aku merasa nyaman berada di dekat mu sejak kau menyelamatkan ku di rooftop"


Jay tak dapat menyembunyikan rasa senangnya "Terimakasih.. Terimakasih... Aku mencintai mu"

__ADS_1


Dira tersenyum sambil mengelus punggung jay... Jay melepas pelukannya lalu menangkup wajah dira "Karena kita saling mencintai, kau tak akan mungkin menolak ku kan?" Menatap Dira dalam


Dira tersenyum kecil "Menolak? Kau bahkan belum memberiku sebuah pilihan"


Jay terdiam "Dira.. Aku.. aku tak bisa menjanjikan apapun tapi aku akan terus membuat mu bahagia.. Aku berharap kau mau menjalin rumah tangga bersama ku, namun ada beberapa hal yang mungkin akan membuat mu sulit untuk menerima nya.. Pertama kau akan membesarkan anak yang bukan dari rahim mu.. kedua, kau harus jauh dari orang tua mu karena harus ikut dengan ku"


Dira terdiam sejenak "Jay.. b-bukan kah ini terlalu cepat, kita baru saja bertemu dan kau mengajak ku menikah"


Jay tersenyum "Bukankah lebih cepat lebih baik?"


Dira menatap jay dalam "Lakukan pendekatan pada keluarga ku dulu.. Jika kau bisa mengambil hati kedua orang tua ku dan mendapatkan restu dari mereka, aku mau hidup bersama mu"


Jay tersenyum sumringah "Pasti.. pasti sayang" Memeluk dira


Mendengar jay memanggil nya sayang membuat pipi dira bersemu merah


"Oh iya Jay.. Setelah aku pindah, bagaimana hubungan mu dengan Lian?"


Jay Mengerutkan keningnya "Hubungan? Hubungan apa? Aku tak pernah merasa memiliki hubungan apapun dengan wanita itu"


"Tidak.. Aku bahkan tak pernah melihatnya lagi saat kau pindah, aku pun juga malas bertemu dengan nya.. Aku tidak suka wanita egois seperti nya, aku benar-benar muak melihat wajahnya"


"Jay kau tak boleh seperti itu" Lirih


"Karena dia aku kehilanganmu bertahun-tahun"


"Sudahlah tidak usah di bahas" Menenggelamkan wajahnya di bahu jay


.


.


.

__ADS_1


Di sisi lain


New York


DW company


12:30


Saat ini lian sedang di toilet merapikan make up nya


"Oke selesai" Tersenyum


Lian pun segera memasukkan alat-alat makeup nya ke dalam tas dan hendak keluar dari toilet, namun ia di kejutkan dengan Radit yang sedang berdiri sambil melipat kedua tangannya tepat di depan pintu toilet


"Radit apa yang kau lakukan disini, ini toilet wanita"


Radit menutup pintu toilet dan mengunci nya


"Radit apa yang kau lakukan" Paniknya saat melihat Radit mengunci pintu dan berjalan mendekati nya


"Akhirnya kita ada waktu berdua" Ucap Radit menyeringai


Lian di buat gelagapan saat Radit menghimpit tubuhnya "Radit jangan kurang ajar kamu" Menatap radit tajam


"Kurang ajar?" Dingin "Kau yang kurang ajar sayang" Mengelus pipi lian "Aku sudah memperingati mu untuk tidak nakal selama disini tapi sepertinya kau menganggap peringatan ku main-main, kau membuat semuanya menjadi rumit entah itu hubungan kita dan hubungan mu dengan kak Dira"


"Kau bahkan tak meminta maaf pada kak dira atas kelakuan nakal mu" Mengigit pipi Lian


"RADITTTTT" Memukul-mukul dada radit dan berusaha melepas diri


"Mumpung kita hanya berdua saat ini, ini waktu yang tepat untuk menghukum mu" Menyeringai


"Radit jangan macam-macam, atau aku akan melaporkan mu p- emmpphh!!"

__ADS_1


Suara Lian tenggelam kala radit sudah lebih dulu melahap b*b*r lian dengan rakusnya


Lian terus meronta-ronta, air matanya jatuh begitu saja.. Radit benar-benar keterlaluan, pikirnya


__ADS_2