Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 57


__ADS_3

...................


"Dira" Gumamnya lirih


Lamunan keduanya buyar kala gadis kecil berusia 3 tahun itu kembali mengoceh "Aunty tolong turunkan aku.. Aku mau menghampiri daddy"


"o oke" Menurunkan gadis kecil itu dari gendongan nya


Gadis kecil itu langsung berlari dan menubruk kaki sang ayah "Daddy"


"Ya tuhan sayang.. Kau ini kemana saja? Daddy sangat mengkhawatirkan mu nak" Memeluk putrinya


"Maaf daddy, tadi aku habis pergi minum es kelapa muda.. Aunty cantik yang membayar nya karena aku tidak punya uang" Tersenyum


Pria keturunan kanada itu menatap sendu wanita yang masih berdiri mematung di hadapannya.. "Terimakasih" lirih


Dira mengangguk "Sebaiknya anda masuk ke vila dan istirahat tuan.. Kami sudah menyiapkan semuanya, pak dirman tolong di tunjukkan penginapan nya yah"


"Baik non... Tuan mari ikut saya"


Pria itu mengangguk lalu berdiri dan menggendong putrinya "Bisakah kita berbicara setelah ini?"


"Jika itu tentang pekerjaan tentu saja bisa tuan" Mencoba untuk tersenyum


"Tidak.. bukan tentang pekerjaan tapi tentang kita" Batin pria itu


.


.


.


Di sisi lain


Saat ini radit tengah mengerjakan beberapa berkas-berkas kantor, kinerjanya cukup baik dan kemampuannya di atas rata-rata untuk seorang karyawan magang


"Bos.. Sepertinya bos kurang menyukai anak magang itu yah?" Tanya sekretaris michele melihat atasan nya yang terus menatap kearah Radit dengan tatapan tajam


"Ya bisa di bilang begitu"


"Tapi kenapa bos? Menurut saya kinerjanya bagus, publik speaking nya bagus, dia juga sopan ditambah wajahnya sangat tampan" Tersenyum


Dion menoleh menatap sekretaris nya itu tajam "Karena itu saya tidak suka.. Seharusnya dia tidak magang disini" Ucapnya membuat sekretaris michele bingung


"Si bos kenapa sih, aneh banget" Batin nya


•••


Jam istirahat

__ADS_1


Saat ini radit sedang di ruangan dion, Dion memanggil nya untuk makan siang bersama


"Kita tunggu lian dulu, tidak lama lagi dia datang"


"Tentu uncle" Tersenyum "Ahhh ayang beb akhirnya kita ketemu juga" Batinnya sambil tersenyum senang


"Jangan senang dulu kamu.. Kamu pikir saya mau anak saya di dekati sama bocah edan seperti kamu" Batin dion sambil menatap radit dingin


.


.


Tak berlangsung lama pintu ruang CEO pun terbuka menampakkan seorang wanita cantik dengan gaya modis nya.. "Pa.. maaf lama, ini aku sudah membeli makanan d-" Terbelalak saat melihat pria muda yang duduk di depan sang ayah "Radit??!!!"


"Hai lian, apa kabar?" Tersenyum ramah


"Bukankah Lian lebih tua dari mu, kenapa kau tak memanggil nya dengan sebutan kakak?" Tanya dion datar dan dingin


"Ahh maaf uncle" Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Lian duduk di samping ayah nya lalu menatap kearah Radit "Apa yang kau lakukan disini Radit?"


"Aku magang di sini li- ekhem maksud ku k-kak lian"


Lian tersenyum "Rasanya aneh mendengar mu memanggil ku kakak karena biasanya kau hanya memanggil nama ku tanpa embel-embel kakak"


"Ya sudah ayo makan" Ucap lian lalu mengeluarkan beberapa makanan di atas meja


Radit terus menatap kearah lian "Dia tampak biasa saja setelah melihat aku disini..." Batin nya


"Kenapa harus magang disini? Kalau beginikan aku tak bisa menatap wajah mu karena rasa bersalah ku pada dira" Batin nya sendu sambil melirik sekilas ke arah radit


"Oh iya radit.. Bagus juga kamu disini, kamu bisa mewakili keluarga mu untuk datang ke acara nya lian" -Dion


"Acara apa uncle?"


"Tunangan... Lian akan tunangan Minggu depan" Ucapnya sambil tersenyum smirk


Lian tampak terkejut mendengar penuturan ayah nya itu "Pertunangan? Maksud papa apa? Kenapa tidak memberitahu ku terlebih dahulu?" Batin nya


Radit tampak menatap dion cukup lama lalu tertawa kecil "Tentu uncle saya pasti akan datang di acara lian" Menatap kearah lian membuat dion meradang


"Aku tau uncle sudah tau maksud kedatangan ku kesini karena itu uncle dion melakukan segala cara agar aku tidak mendekati lian... Baiklah, lakukan apapun yang uncle mau.. Aku akan meladeninya" Batinnya tersenyum smirk


.


.


.

__ADS_1


.


20:30 Yogyakarta Indonesia


Vila Aditama


Saat ini dira sedang menuju ke salah satu penginapan investor, sekretaris ayahnya tadi menyampaikan jika salah satu investor dari Kanada ingin berbicara dengan nya


"Tuan Wilson?"


Pria itu menoleh dan tersenyum "Dira.. duduklah"


"Ada apa tuan? Apa ada sesuatu yang membuat anda merasa tidak nyaman atau?"


Menggelengkan kepala "Tidak ada.. Bisakah kau berbicara seperti biasanya saja, ini di luar pekerja" menatap dira sendu


Dira terdiam sejenak "Maaf tuan.. Jika pembahasan nya diluar pekerjaan sebaiknya tidak usah.. Kalau begitu saya permisi" Hendak beranjak


Menahan lengan Dira "Kumohon... Kau tidak tau bagaimana aku menunggu hari ini tiba aku s-"


Dira melepas tangan pria itu dari lengannya "Tolong jangan seperti ini tuan, jika ada yang mendengar dan melihat mereka pasti akan salah paham.. Sebaiknya tuan istirahat ini sudah malam" Dira dengan segera pergi dari sana namun pria itu kembali menahannya dengan cara memeluk nya dari belakang


"Apa yang kau lakukan!! Lepas!!" Memberontak


"Aku tak akan melepaskan mu lagi" Mengeratkan pelukannya


"JAYDEN WILSON!!! KUBILANG LEPASS!!" Bentaknya


"Sudah kubilang aku tak akan melepas mu Nadira Aditama" Ucapnya penuh penekanan


Dira sekuat tenaga melepas pelukan jay hingga akhirnya terlepas juga, Dira berbalik badan menghadap pria itu "Kau" Menunjuk Jay "Jika kau lancang memeluk ku lagi aku akan melaporkan mu" Hendak beranjak pergi


Jay menarik tangan dira dan meraih tengkuk leher dira lalu mel*mat b*b*r mungil itu dengan kasar.. Dira begitu terkejut dengan apa yang jay lakukan.. Ia terus memberontak sambil memukul-mukul dada jay


Tak ada pilihan lain.. Dira menggigit b*b*r jay cukup kuat hingga Jay melepas pautan nya karena merasa Sakit


PLAAAAAKKKKKKKKK!!!!! (Dira menampar jay)


"PRIA BRENGSEKKKK!!!" Pekiknya


"Berani-beraninya kau mencium wanita lain sedangkan kau sudah beristri dan sudah memiliki anak?!!!!! Dasar bajingan" Dira kembali menampar jay lalu pergi begitu saja


Jay meringis sambil memegang pipinya "Istri? Anak?"


.


.


"Astagaahh dira kau salah paham" Frustasi

__ADS_1


__ADS_2