Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 35


__ADS_3

Seminggu kemudian


"mom.. dad... aku ingin bicarakan sesuatu" Ucap dira gugup


"Mau bicara apa sayang" Tanya zeela


"Lian menawarkan aku kerja di perusahaan ayahnya sekalian juga kuliah S2 disana"


Zian mengernyitkan dahinya "Kan ada perusahaan Daddy juga"


"Iya sih... Tapi aku ingin mencari suasana yang berbeda dad, aku juga ingin memiliki pengalaman kerja diluar negeri.. B boleh yah?!!" Memohon


Zian menghela nafas panjang "Dira... Bukannya Daddy tidak mengizinkan mu, Daddy tidak bisa jika kau jauh dari daddy.. Daddy khawatir dan tak akan tenang jika kau jauh dari kami"


"Tapi dad disana kan ada Lian dan uncle Dion.. aku akan baik-baik saja"


"Iya benar tapi tak akan sama dengan berada di sisi kami... Walaupun kau sibuk diluar tapi daddy tetap bisa mengawasi mu disini"


Zeela yang mulai merasakan ketegangan di antara keduanya pun mulai angkat suara.. "Dira.. Kita akan bicarakan ini lain kali, sekarang pergilah istirahat sayang" Dira hanya mengangguk lalu beranjak pergi

__ADS_1


Zeela menatap suaminya yang saat ini memasang wajah masam "Dad... Bukankah bagus jika dira melanjutkan sekolahnya di luar negeri, apalagi di usa memiliki banyak universitas terbaik dan pastinya metode pembelajaran nya juga bagus... Selain dapat pengalaman baru, Dira juga dapat merasakan bagaimana hidup jauh dari orang tua, dan ia bisa belajar bagaimana me-manage waktu... Wawasan nya pun akan semakin bertambah luas"


"Tetap saja sayang... Dira itu perempuan dan kau tau sendirikan bagaimana pergaulan di luar negeri?!"


Zeela menghela nafas panjang "Putri kita itu gadis yang baik-baik, circle pertemanannya pun baik... Lagian disana kan ada Lian, ada dion juga.. aku yakin Dion pun sangat overprotektif pada lian dan membatasi pergaulan lian... Tapi Lian kan anak yang baik, dia tau mana yang baik untuk nya dan tidak... Semua tergantung dari diri masing-masing dad.. Dan aku percaya, putri kita bisa menjaga dirinya dengan baik"


Tiba-tiba saja Radit muncul entah dari mana "Mom... Dad.. Aku punya solusi" Duduk di depan kedua orang tua nya


"Solusi apa?" Ucap kedua nya bersamaan


"mommy dan daddy bisa mengijinkan kak Dira pergi tanpa harus khawatir dengan keadaan nya nanti disana...." Sumringah


Zian mengernyitkan dahi nya "Tinggal bilang saja solusi nya apa"


.


.


"Bocah edaann" Melempar putranya itu menggunakan bantal sofa " Kau ini masih kecil, yang ada nantinya kakak mu yang kewalahan menjaga mu" Ketus zian

__ADS_1


Zeela menggelengkan kepala "Kamu ini niatnya mau jaga kakak kamu atau mau ikut karena ingin bertemu dengan Lian hmm??"


Radit tersenyum lebar "Itu juga salah satu alasan ku mom"


"RADIIITTTTTTTT" Hendak mendekat kearah putranya itu


"Eittssss mom!!!! Yang terpenting alasan utama ku itu ingin menjaga kak Dira"


"Tidak, kau akan tetap disini bersama mommy dan daddy"


"Tapi mom-"


"Tidak ada tapi-tapian" Ucapnya membuat radit mendengus kesal lalu pergi begitu saja "Dad.. Sebenarnya anak mu itu ikut sifatnya siapa? masih kecil sudah cinta-cintaan saja di pikiran nya" Ucapnya sambil menggelengkan kepala


"Sayang dia itu sedang puber... Dan wajar saja jika dia menyukai lian, lian gadis yang cantik, cerdas dan baik hati" Ucap Zian santai


"Jika mereka memiliki hubungan nanti nya apa kau akan merestui nya dad"


"Aku sih tidak masalah... Tapi si dion itu mana mau menyerahkan putrinya pada bocah edan seperti Radit"

__ADS_1


"iissss kau ini dad... bocah edaann itu anak mu loh" Kesalnya


"anak mu juga sayang..."


__ADS_2