
3 hari kemudian
Saat ini syila dan kedua orang tua nya sedang menunggu kedatangan orang tua zian.. Beberapa hari yang lalu Tn Wijaya mendapat telfon dari Tn Aditama jika Tn Aditama dan istrinya akan datang berkunjung akhir pekan ini
"Selamat sore om.. Tante.." Sapa nya sambil tersenyum manis
"Selamat sore"
Ny Aditama memeluk Ny Wijaya sebentar lalu duduk di sofa
"Jaya maaf untuk kejadian makan malam yang lalu" Ucap Tn Aditama tak enak hati
"Tidak apa-apa chandra.. kau ini setiap kita bertemu pasti minta maaf terus" Terkekeh
"Oh iya dimana zeela?" Ny Aditama sengaja menanyakan zeela karena ia ingin tau jawaban apa yang akan keluar dari mulut keluarga zeela
Seketika suasana hati syila berubah suram saat mendengar Ny aditama menanyakan zeela
"Kak zeela sedang keluar bersama teman-temannya Tante" jawab syila sambil tersenyum paksa
"Oh ya... Kapan dia pulang?"
"Biasanya zeela pulang nya malam, dia memang seperti itu kalau sudah kumpul sama teman-temannya.. suka lupa waktu" Celetuk Ny Wijaya
"Selama ini saya kurang tau mengenai zeela.. apa saya boleh bertanya semua tentang zeela?" Menatap Ny wijaya dengan tatapan yang sulit di artikan
"Kenapa tiba-tiba tante ingin tau tentang kak zeela.. tak ada yang spesial darinya jadi-"
"Kami hanya ingin tau bagaimana latarbelakang pendidikan serta sifat dan watak calon menantu kami, jadi tidak apa-apa kan kami menanyakan nya" Ucap Tn Aditama sambil tersenyum
"C calon menantu??" Syila terbelalak tak percaya
"Iyaa.. kami sudah memutuskan, siapa pun pilihan zian kami akan merestui nya.. Maaf sebelumnya kami hanya tidak ingin memaksakan kehendak kami pada zian" -Ny Aditama
"Benar.. karena itu kedatangan kami kesini ingin mewakili Zian untuk melamar zeela" -Tn Aditama
"(Memaksakan senyum dengan tangan yang bergetar) Om.. Tante.. apa kalian yakin? Kak zeela tidak sebaik itu asal kalian tau.. dia benar-benar buruk dalam segala hal, apa kalian yakin mau menjadikan nya menantu a-
"Syila jaga ucapan mu" ucap Tn wijaya sambil menatap putri bungsu nya tajam
"Aku hanya tidak ingin mereka salah pilih pa... Papa juga tau kak zeela seperti apa kan j-"
"Anak kami pun tau.. mana yang terbaik untuk nya" ucap Tn Aditama sambil tersenyum
"Saya saudaranya... Dan saya yang lebih tau dia seperti apa" Tanpa syila sadari, saat ini dia sedang menunjukkan sifat aslinya pada kedua orang tua zian
"Syila hentikan" Ucap Ny Wijaya sambil menatap anaknya tajam
__ADS_1
"Maaf Tn Aditama dan Ny Aditama.. Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, kami tidak bisa menerima lamaran zian" -Ny Wijaya
"Kami sudah menjodohkan zeela dengan orang lain" -Ny Wijaya
"Benarkah? Lalu kenapa zeela menerima lamaran zian jika dia sudah dijodohkan?" Tanya Tn Aditama
"Itu krn-"
"Saya menerima lamaran zian" Ucap Tn Wijaya menyela ucapan putri bungsu nya itu
"Paa..." Menatap ayahnya tak percaya
"Katakan pada zian jika kami menerima nya dan persiapkan lah pernikahan nya"
"Apa yang kau lakukan" bisik ny wijaya
"Diam jika kau masih ingin menikmati fasilitas yang kita miliki saat ini" Menatap Ny Wijaya tajam
"Terimakasih... Kalau begitu kami permisi dulu, kami tidak bisa meninggalkan dira lama-lama di rumah" ucap Tn Aditama sambil tersenyum
Setelah Tn Aditama dan istrinya pergi, Syila langsung mengeluarkan semua amarahnya pada sang ayah
"Harus berapa kali papa katakan... Jika kau masih ingin menikmati fasilitas yang ada saat ini, lebih baik diam dan ikuti perintah papa" tegasnya lalu beranjak pergi
Zian baru saja sampai di kantor.. matanya menyipit di sertai kerutan di dahinya saat melihat beberapa bingkisan di meja customer
"Ada apa ini?? Kenapa banyak bingkisan disini?" Tanya nya pada salah satu CS
"Ini kiriman untuk nona zeela tuan"
"untuk zeela?" Mengerutkan keningnya bingung
"Oh itu nona zeela.. nona ini ada kiriman untuk anda" ucapnya sambil menyerahkan beberapa paper bag dan bingkisan
"Untuk ku??" CS itu mengangguk
Zeela memeriksa isi paper bag itu dan menemukan surat dari sang pengirim, sontak senyum zeela mengembang saat mengetahui siapa yang memberikan bingkisan itu padanya
"Ya ampun tidak ku sangka mereka mengingat nya.. tapi seharusnya tidak perlu dengan hadiah seperti ini, ucapan saja sudah cukup untuk ku" gumamnya sambil tersenyum
"Dari siapa??" Tanya Zian penasaran
"Ohh ini dari teman-teman saya di Jakarta tuan.. kalau begitu saya ke ruangan dulu" Membungkuk hormat pada zian lalu beranjak pergi
"Cari tahu siapa yang memberi nya hadiah-hadiah itu" ucapnya pada sekretaris danu
__ADS_1
"Bukan nya tadi nona zeela sudah bilang tuan.. jika hadiah-hadiah itu dari teman-temannya di Jakarta"
"Cari tahu siapa dan kenapa mereka memberi zeela hadiah" Menatap sekretaris danu tajam
"B baik tuan... Siap laksanakan"
¶Ruangan Zeela
Saat ini zeela sedang fokus menyelesaikan tugas kantor nya.. Tiba-tiba ia di kejutkan dengan suara telfon yang berbunyi "Ya halo"
"Nona zeela.. maaf mengganggu waktu kerja anda, saya hanya ingin memberitahu nona jika ibu anda datang kemari ingin menemui anda.."
"Mama datang kemari!! Apa mama datang ingin meminta ku pulang?? Atau apa mama ingat hari ini hari apa?" (Batinnya sedikit senang) "suruh datang ke ruanganku"
"Baik nona"
Tidak berselang lama.. pintu ruang kerja zeela terbuka dan menampakkan wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu Zeela
"Ada apa mama datang kemari" Tanya nya dengan wajah datar namun hati nya merasa senang melihat ibu nya
"Kemana kau empat hari ini"
"Untuk apa menanyakan hal yg tak pernah ingin mama ketahui?!" Datar
"Bahkan aku tak pernah pulang saat masih kuliah di Jakarta dan mama tak pernah sekalipun menanyakan keberadaan ku dimana, apa yang sedang aku lakukan, dan apa aku baik-baik saja.. ahh bahkan mama sama sekali tidak tertarik dengan kepulangan ku saat itu" batin nya sesak
"Tapi melihat mama disini dan menanyakan ku.. sedikit membuat ku lebih baik" batin nya
"Tak perlu basa-basi.. langsung pada intinya saja, kenapa mama datang kemari?!"
"Kau iri pada adik mu?" Seketika suasana hati zeela berubah "apa yang kau harapkan Azeela" batinnya meringis
"Tentu.. dia mendapatkan kasih sayang yang begitu besar dari kedua orang tua nya sedangkan aku?? (Tertawa kecil) Tapi itu adalah salah satu sifat manusia jadi wajar saja"
"Jika kedatangan mama hanya ingin membahas tentang syila dan zian... Sebaiknya mama pulang saja, karena aku sama sekali tidak tertarik untuk membahas tentang keduanya.. Ohh iya pernikahan itu tak akan pernah terjadi... Karena itu tidak perlu khawatir, dan segeralah menyusun rencana pernikahan mereka agar hati kalian juga merasa tenang" Ucapnya sambil tersenyum
"(Mengepalkan tangannya) selain kurang ajar, kau ini sangat munafik... Bagaimana anak seperti mu bersikap seperti ini pada orang tua haaa.... Jika saja orang tua zian tidak datang menemui ku dan mengatakan jika mereka menyetujui pernikahan mu dengan zian, aku tak akan pernah datang kemari... Tapi karena adikmu ak-"
"Itu bukan urusan ku.. Yang harus mama datangi adalah zian bukan aku... Berapa kali pun aku menolaknya, mama kira Zian akan menyerah begitu saja dan mama bilang orang tua zian menyetujui pernikahan ku lalu kenapa mama tidak menentang keras demi syila?!"
Ny Wijaya memejamkan mata sejenak menahan kekesalan nya "Mama akan memberikan apapun yang kau mau.. kau ingin di perlakukan seperti syila kan? Baiklah mama akan melakukan nya, asal kau membatalkan pernikahan mu dengan zian bagaimana pun caranya"
"Akan memperlakukan ku seperti syila?" Gumamnya penuh tanda tanya
"Ma.. ada satu hal yang benar-benar ingin ku ketahui" Menatap ibu nya dengan mata yang mulai menggenang
__ADS_1
"Apa aku ini.. Benar-benar anak mama?"