
Zian mengusap wajahnya kasar, ia menyesali apa yang baru saja ia lakukan pada zeela.. Zian menatap zeela yang sedang membelakangi nya, tubuh mungil itu bergetar karena berusaha menahan Isak tangis
"Maaf.. maafkan aku.. aku tidak bisa mengendalikan emosi ku" Bisik nya lalu memeluk zeela
Zeela menggelengkan kepala pelan "aku yang salah" Sesegukan
Keduanya terdiam, hanya isakan tangis zeela yang terdengar.. Zian juga tidak tau harus berkata apa, hingga akhirnya merekapun tertidur
Esok harinya, Zeela terbangun saat mendengar ketukan pintu
"Nyonya.... Nyonya zeela..." Panggil nya sambil mengetuk pintu
"I iyaa bi.. ada apa??"
"Sarapan nyonya sudah siap..'
"Sarapan? (Melihat ke jam dinding) astagahhhhh sudah jam 7" Pekiknya
"Iya biiii... Saya mandi dulu" Dengan langkah tertatih-tatih zeela berusaha menuju kamar mandi
Setelah membersihkan diri, zeela pun bergegas ke dapur
"Bi.. dimana dira dan Daddy nya?"
"Sudah berangkat nyonya.. tadinya saya ingin membangun kan Nyonya karena kan biasanya Nyonya sudah berada di dapur pagi-pagi sekali tapi tuan zian bilang kalau Nyonya sedang tidak enak badan jadi pagi ini saya yang membuat kan sarapan untuk non diradan tuan zian.. maaf nyonya" Ucapnya tidak enak hati karena mengambil alih kewajiban zeela
"Tidak apa-apa bi.. justru saya sangat berterimakasih pada bibi (tersenyum)
Biii.. ayo kita sarapan bersama (maid itu hendak mengangkat suara) tidak ada penolakan.." Tegasnya
"Baik nyonya" Tersenyum
Di sisi lain Zian dan sekretaris nya sedang berada di gedung D corp yang merupakan perusahaan dion untuk menghadiri meeting
"Apa lagi jadwal ku selanjutnya?"
"Tidak ada lagi tuan.. tapi ada beberapa berkas yang harus anda tangani di kantor" Zian hanya mengangguk lalu hendak beranjak
"Jangan terlalu kasar padanya" Ucapnya membuat zian menghentikan langkahnya dan berbalik badan menatap dion tajam
__ADS_1
"Urus-urusan mu sendiri"
"Aku tidak akan tinggal diam jika kau menyakiti nya"
Zian menarik kerah baju dion "brengsek.. jauhi istri ku, dan jangan coba-coba ikut campur dalam urusan rumah tangga ku"
"Aku tidak akan ikut campur jika kau tidak menyakiti nya" Datar
Zian hendak melayangkan pukulan pada wajah dion tapi sekretaris danu menahan nya "Tuan jangan membuat masalah disini..." Bisik nya
"Kali ini aku tidak akan kecolongan lagi.. Dengar!! Dia hanya milikku.. tak akan ku biarkan siapapun merebut nya termasuk bedebah seperti mu" Melepas cengkraman nya dengan kasar lalu berlalu pergi di ikuti sekretaris danu di belakang nya
Takdir begitu aneh bukan... Lagi dan lagi kita jatuh pada wanita yang sama Zian (tersenyum miris)
.
.
.
.
¶Sekolah Dira
Sudah waktunya murid-murid sekolah dasar pulang ke kediaman masing-masing..Gadis kecil kesayangan keluarga aditama itu tampak lesuh berjalan keluar kelas hingga sampai kehadapan ibu nya
Zeela melihat ke arah tangan dira yang sedang memegang kertas ulangan "Apa nilai mu kurang bagus?? (Tersenyum kecil) bukankah mommy sudah bilang.. tidak apa-apa jika tidak memuaskan, kedepannya pasti dira bisa mendapatkan nilai yang lebih baik lagi"
"Bukan itu mom.. aku mendapat nilai yang sangat bagus kok" Menunjukkan kertas ulangan nya yang mendapat nilai 85
"Lalu kenapa bersedih sayang?"
"Lian menghindari ku" Menundukkan kepala sedih
Zeela menghela nafas berat "Apa dira sudah minta maaf atas nama Daddy? (Dira mengangguk) ya sudah.. tidak apa-apa, dira hanya perlu waktu"
Dira mengangguk "mom.. mommy tidak apa-apa kan?? Kemarin aku mendengar mommy teriak.. apa Daddy memukul mommy?" Tanya nya dengan air mata yang sudah mengalir
"T tidak sayang.. Daddy tidak memukul mommy kok" Tersenyum kikuk
"Terus kenapa mommy teriak?!" Menangis
"Mommy mu teriak karena daddy jebolin gawang nya" Ucap Zian tiba-tiba muncul
"kauuuuuuuu?!!!" Melototi Zian
__ADS_1
"Kenapa?" Memasang wajab polos
"Daddy.. jangan jahati mommy" Menangis
"Tidak sayang.. maaf kemarin daddy marah-marah" Menghapus air mata dira "Sebagai permintaan maaf Daddy.. bagaimana jika kita makan siang diluar hmm??" Dira mengangguk "Yasudah ayo" Menggandeng tangan dira dan zeela
¶Mobil
"Daddy.. tumben daddy datang menjemput ku"
"Mulai sekarang dan seterusnya daddy akan menjemput mu"
"Benarkah??" Tersenyum sumringah
"Emm takutnya anak dan ISTRI ku berulah lagi" Menatap zeela dingin sedangkan Zeela hanya menunduk dengan pipi yang memerah
"Daddy marah karena tidak di ajak?" Tanya nya polos
"Lebih dari itu.. Dira, daddy juga punya perasaan, bisakah kau menjaga perasaan daddy dengan tidak terlalu dekat dengan paman Dion?!"
"Daddy cemburu??" Tanya nya dengan bibir yang mengerucut lucu
"Emm SANGAT!!!" Ucapnya sambil menatap zeela
Zeela yang di tatap jadi salah tingkah dan memilih memalingkan wajahnya kearah lain
Dira memajukan tubuhnya ke arah zian lalu mengecup pipi zian "Maaf dad.. Dira tidak bermaksud membuat Daddy cemburu dan sedih, walaupun dira dekat dengan paman dion ataupun teman-teman Daddy yang lainnya... tetap Daddy yang akan selalu menempati posisi paling pertaaaaaaaaaaaaaaama dihati Dira" Tersenyum
Zeela terkekeh gemas melihat dira "Dengar dad.. Daddy tetap jadi yang pertama" Menatap zian dalam
Zian membalas tatapan zeela sambil tersenyum lalu mengecup pipi zeela "Tapi aku tidak membenarkan mu dekat-dekat dengan pria lain mommy.. (mengecup pipi dira) begitupun dengan mu sayang"
"Astagahhh memalukan" Batin zeela dengan pipi yang semakin memerah
"Tenang saja dad.. aku janji tak akan mengulangi nya lagi" Memeluk leher zian
Saat dita masih memeluk nya, zian menarik pinggang zeela hingga wajah keduanya hanya berjarak beberapa senti saja
Cup
"Jangan nakal lagi" Bisiknya sambil mengelus pipi zeela
Zeela hanya mengangguk malu-malu
"Sudah.. kita berangkat sekarang, Daddy sudah sangat lapar"
__ADS_1
"LET'S GOOOOOOO!!!!" Ucapnya membuat zian dan zeela tertawa gemas