Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 11


__ADS_3

Sejam berlalu, zeela berusaha untuk fokus dengann pekerjaan nya namun tetap saja tidak bisa hingga ia memutuskan meminta izin pada zian untuk pulang dengan alasan kurang enak badan..


Zian pun mengizinkan nya pulang... Dan zeela bergegas pulang ke apartemen zian tanpa ia ketahui jika zian mengikuti nya diam-diam


Jarak antara apartemen zian dengan Z company tidak terlalu jauh jadi zeela memutuskan untuk berjalan kaki saja..


Sepanjang jalan gadis manis itu terus melamun sesekali menghapus air mata nya yang mengalir.. Zian semakin khawatir melihat zeela yang tidak terlalu memperhatikan jalannya


Hingga saat akan menyebrang jalan, zeela tidak memperhatikan lampu lalulintas yang sudah berubah hijau


CIIIITTTTTTTTTTTTTT (Suara mobil mengerem mendadak)


"ZEELAAAAAAAAAA" teriak zian


Zeela hampir tertabrak, saat zian hendak berlari menyelamatkan zeela.. seseorang sudah lebih dulu menarik zeela dengan cepat hingga zeela jatuh kedalam pelukan orang itu


"Nona kau mau mati yah... Liat-liat kalau mau menyebrang, aaisss bikin jantungan saja" Ucap pengendara mobil itu kesal


Pengendara mobil itu langsung pergi setelah puas memarahi zeela


"Nona tidak apa-apa?! Kenapa tidak liat-liat dulu jika ingin menyebrang? Jika saja saya tidak cepat menarik nona pasti nona sudah tertabrak tadi" Ucap pria itu sedikit kesal


"Seharusnya anda biarkan saya tertabrak tadi" ucapnya pelan dengan kepala yang tertunduk


"Apa" Mengernyitkan dahi nya bingung


Zeela mendonggakkan kepala menatap pria di hadapannya "Seharusnya anda tidak menyelamatkan saya tadi... Dengan begitu- "


"Dengan begitu aku tidak perlu merasakan rasa sakit yang sama lagi" batinnya menangis


"Apa yang sudah gadis manis ini alami?! matanya menyiratkan kesedihan yang begitu dalam" batinnya iba


Tanpa sadar tangan pria itu terulur mengusap air mata zeela


"Jangan di jadikan beban pikiran.. diluar sana banyak orang yang memiliki masalah yang sama seperti mu.. Bahkan ada yang memiliki masalah yang jauh lebih berat darimu.. Kau hanya perlu menghadapi nya.. Dan ingat! Kau tidak sendiri, Ada tuhan bersama mu"


"Jangan berpikiran bodoh dengan mengakhiri hidup mu... Banyak orang diluar sana bersusah payah untuk melanjutkan hidup dan bertahan hidup, tapi kau malah ingin mengakhiri hidup mu"


"Tck tck tck sayang sekali jika kucing manis ini berakhir dengan sangat menyedihkan" Menatap zeela sambil tersenyum tipis


Zeela menangis sesegukan sambil menatap pria itu, sedangkan pria itu tertawa gemas melihat zeela yang seperti anak kecil yang terlihat seperti anak kucing??!


"Hidup mu terlalu berharga untik di akhiri" ucapnya membuat zeela semakin terisak


Sedangkan di sisi lain, zian yang sedari tadi melihat interaksi keduanya, ada rasa tidak senang dalam hati nya


"****" Melangkah kan kakinya menjauh pergi


Sekretaris danu yang diam-diam membuntuti zian baru saja tersadar dari keterkejutan nya beberapa menit yang lalu saat zeela hampir tertabrak


Sekretaris danu menatap Zian yang sudah semakin menjauh lalu menatap zeela yang sedang di peluk oleh seorang pria yang sangat ia kenali "Haaa (menghela nafas) untung saja ada tuan dion kalau tidak, nona zeela pasti sudah tertabrak"


 


¶Gedung apartemen Zian


"Lain kali jgn begitu lagi yah" Zeela hanya mengangguk sambil menunduk membuat pria di hadapannya terkekeh gemas

__ADS_1


"Siapa nama mu?"


"Azeela" Ucapnya sambil mencuri-curi pandang


"Berjanjilah padaku, apapun masalah yang kau hadapi jangan sekalipun menyerah dengan mengakhiri hidup mu.." Zeela hanya mengangguk


"Masuk lah, kalau begitu aku pamit dulu"


"Terimakasih tuan" Pria itu hanya tersenyum sambil mengangguk lalu masuk ke dalam mobilnya dan berlalu pergi


"Tampan nan baik hati" Batin zeela sambil tersenyum tipis


Saat hendak masuk ke lobi apartemen, zeela tidak sengaja melihat seorang gadis kecil yang selama ini dia cari-cari


"Diraaaa" Panggil nya


"Kakak?!!" Terkejut


"Baru pulang sekolah yah? (Dira mengangguk) rumah mu di sekitar sini?"


"Ngga kak.. rumah ku jauh dari sini"


"kalau jauh kenapa jalan kaki?"


Dira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "emm aku habis menemui daddy dan membeli beberapa camilan di depan sana tadi dan sekarang aku sedang menunggu jemputan"


"Oh begitu (tersenyum) emm dira.. apa kau takut pada kakak? Apa kau berfikir kakak ini orang jahat?"


Nadira menggelengkan kepala "Tidak kak"


"Syukurlah.. kakak pikir kau tidak mau menemui kakak karena takut pada kakak" Ucapnya sambil tersenyum


"Tidak apa-apa.. kakak mengerti, kakak temani yah sampai jemputan mu datang" Dira hanya mengangguk sambil tersenyum


Setelah menunggu hampir 15 menit, jemputan dira pun datang


Kak aku pulang dulu yah" Zeela mengangguk sambil tersenyum


Dira hendak masuk ke dalam mobil "Oh iya aku belum sempat berterimakasih pada kakak saat itu... Terimakasih sudah menolong dan membela ku kak, aku harap bisa bertemu dengan kakak sesering mungkin" Tersenyum


Zeela tersenyum sambil mengangguk kan kepala "sama-sama, sampai jumpa lagi"


Dira pun masuk kedalam mobil dan berlalu pergi


"Manis.. (tersenyum) sstt tapi kalau di perhatikan baik-baik wajahnya seperti tidak asing.. dira terlihat mirip dengan seseorang tapi siapa yah"


 


Di sisi lain Z Company


"Tuan" Menghampiri zian


"Darimana saja kau" Menatap sekretaris danu tajam


"Emm (menggaruk tengkuknya yang tidak gatal) ahh saya habis mencaritahu mengenai siapa yang mengirim hadiah-hadiah pada nona zeela tadi bos" Tersenyum


"Tidak perlu.. aku sudah tidak ingin tau" Cuek nya

__ADS_1


"Haa?? (Mengernyitkan dahi nya) tapi tuan.."


"Keluar!!!!" Tanpa ba-bi-bu sekretaris danu langsung keluar dari ruangan zian


Zian mengusap wajahnya kasar "Dion Miller" Gumamnya


Pikiran Zian terus tertuju pada pria yang menyelamatkan zeela tadi... Lamunannya buyar saat sekretaris danu tiba-tiba masuk lagi ke dalam ruangan nya


"Mau apa lagi kau" Menatap sekretaris danu tajam


"A anu tuan.. di luar ada tuan wijaya, beliau ingin menemui anda"


"Tck tck tck.. baru saja istrinya datang membuat kekacauan, apa dia kemari mau membuat kekacauan juga" Gumamnya


"Persilahkan masuk"


Tak berlangsung lama Tn wijaya pun masuk ke dalam ruangan zian, zian berdiri lalu menghampiri Tn wijaya "Silahkan duduk tuan"


"Terimakasih" Tersenyum


"Ada apa gerangan Tn wijaya kemari" Tanya nya sambil tersenyum tipis


"Langsung pada intinya saja, saya ingin menanyakan pada anda dimana keberadaan anak saya zeela"


"Anak anda sudah pulang sejam ya.g lalu, katanya dia sedang tidak enak badan" Tn wijaya tampak terdiam sejenak, sebenarnya ia tidak ingin menanyakan hal yang akan memicu seseorang mengetahui bagaimana kondisi keluarga nya saat ini tapi dia sangat ingin tau dimana keberadaan zeela


"Nak zian.. Karena sebentar lagi kamu akan menjadi menantu saya jadi tak ada yang perlu saya tutupi dan saya yakin kamu pasti sudah tau... Dimana anak saya, maksud nya dimana dia tinggal sekarang??"


Zian tertawa kecil "Apa anda datang mencari zeela hanya ingin mengatai nya juga atau mengutuk nya?"


"Apa maksud mu?"


"Sejam yang lalu istri anda datang kemari dan membuat kekacauan (tn wijaya sontak sangat terkejut) katakan pada istri anda.. Saat zeela sudah sah menjadi istri saya, jangan coba-coba menganggu nya.. Saya tidak akan segan-segan pada orang yang menyakiti istri saya nanti sekalipun itu adalah mertua saya sendiri" Ucapnya penuh penekanan


Tn wijaya tampak mengepalkan tangannya geram "wanita itu benar-benar" batin nya kesal


"Saya minta maaf atas ketidak'sopanan istri saya yang datang membuat onar disini, saya datang kesini murni hanya ingin menanyakan keberadaan anak saya.. sebenarnya hari ini adalah hari ulang tahun zeela, saya hanya ingin menemui anak saya" Sendu nya


"Ulang tahun?? Jadi hari ini dia ulang tahun??" Batin zian


Zian melihat ke arah jam dinding "Sekarang masih jam kerja, saya akan memberitahu tempat tinggal zeela setelah jam kerja selesai.. anda bisa kembali ke kantor terlebih dahulu" Tersenyum


"Apa kamu mau bergabung bersama saya merayakan hari ulangtahun zeela


Zian tersenyum kecil "Kenapa tidak"


Tn wijaya tersenyum "Kalau begitu saya pamit dulu" Beranjak pergi


"Kenapa kau tidak bilang kalau hari ini ulang tahun zeela?" Menatap sekretaris danu tajam


"Tadi saya mau bilang tapi tuan sendiri yang mengatakan tidak ingin tau"


"Banyak sekali alasan mu" Ketus nya


"Salah lagi" gumamnya


"Carikan hadiah untuk zeela.. jangan lupa juga cake nya"

__ADS_1


"Baik tuan" Berlalu pergi


"Saat dimana orang-orang begitu bahagia di hari ulang tahunnya, zeela malah merasakan yang sebaliknya.. Pasti sangat menyakitkan untuk nya" batin nya sambil memikirkan zeela


__ADS_2