Ratapan Hati

Ratapan Hati
Bab 49


__ADS_3

Di sisi lain


Lian dan kedua orang tua nya sedang berlibur ke Staten Island


"Lian"


Lian menoleh "Papa" Tersenyum


Dion mendekat kearah putri tunggalnya itu "Sayang.. Papa ingin menceritakan sesuatu padamu"


"Cerita apa pa?"


Dion mengelus rambut putrinya lembut "Kisah persahabatan papa dengan ayahnya dira"


Seketika wajah lian berubah sendu, ia menundukkan kepala sambil meremas jari-jari nya


Dion menghela nafas panjang, ia tau apa yang sedang terjadi antara putrinya dengan putri sahabat nya itu..


"Lian.. Kau tau kan jika papa dan ayah nya dira sebelumnya memiliki hubungan yang kurang baik?" Lian mengangguk "Sebenarnya kami dulu adalah sahabat yang baik, dan hubungan persahabatan kita hancur hanya karena seorang gadis dan gadis yang kami sukai tak lain adalah ibu mu" Tersenyum "Selama menjalin hubungan dengan ibu mu, papa tidak pernah mempublish nya jadi tak ada yang tau jika saat itu papa menjalin hubungan dengan ibu mu begitupun ayahnya dira, dia sama sekali tidak tau jika papa memiliki kekasih"


"Papa bukan bermaksud tidak memberitahu nya tapi papa memang orangnya tidak suka mengumbar kisah asmara papa walaupun itu dengan keluarga papa sendiri..." Tersenyum


"Saat itu... Ayahnya dira datang menemui papa dan ia mengatakan jika dia menyukai seorang gadis dan meminta bantuan papa untuk mendekati gadis itu... Tentu saja sebagai sahabat yang baik, papa membantu nya... Namun papa tidak menyangka jika yang zian sukai adalah ibu mu yang notabene nya saat itu adalah kekasih papa.. Papa benar-benar bingung harus bagaimana"


"Papa sudah menganggap ayahnya dira seperti saudara sendiri... Papa tidak tega harus memberitahu kebenaran nya jika ibu mu adalah kekasih papa.. papa tidak ingin menyakiti perasaan nya.. namun, justru papa mengambil keputusan yang salah... Papa meminta bantuan pada ibu mu untuk menerima ayah dira, tentu saja awal nya ibu mu marah dengan permintaan papa"


"Tapi pada akhirnya ibu mu menyetujui permintaan papa... Keduanya menjalin hubungan tapi tidak lama hanya sebulan, karena ayahnya dira sudah mengetahui kebenaran nya... Papa tau ayahnya dira marah bukan karena papa menjalin hubungan dengan ibu mu tapi dia marah karena papa tidak jujur dari awal.. dia kecewa pada papa karena itu hubungan persahabatan kami hancur dan kamu tidak kontekan selama bertahun-tahun lamanya"


Menatap Lian "Tapi semenjak kau dan dira menjalin pertemanan, hubungan kami pun mulai membaik" Mengelus rambut lian


"Nak... Papa tau apa yang sedang kau alami, papa hanya ingin berpesan padamu.. Jangan hanya karena pria hubungan persahabatan antara kau dan dira hancur.. Dira tidak salah, yang salah adalah hati mu yang tak bisa menerima fakta bahwa pria yang kau sukai menyukai gadis lain"

__ADS_1


Air mata lian jatuh begitu saja "Papa"


Dion tersenyum lalu membawa putrinya ke dalam pelukannya "Sayang.. papa hanya tidak ingin, kau dan dira seperti kami dulu.. Papa mengerti bagaimana perasaan mu tapi cobalah untuk menerima semuanya dan tetaplah menjalin hubungan yang baik dengan dira"


Lian mengeratkan pelukannya "Aku berusaha untuk itu paa... Tapi tetap saja aku tidak bisa mengabaikan rasa sakit di hati ku saat melihat mereka bersama" Batin nya terisak


"Aku juga ingin memiliki nya pa.."


"Tidak bisakah dia menjadi milik ku?"


.


.


.


.


.


Setelah menenangkan diri, Lian dan keluarga nya pun kembali ke new York.. Dan Lian mulai beraktivitas seperti biasanya


Hari ini lian kekampus untuk mengambil beberapa tugas dari dosen..


¶Kampus


Lian menghentikan langkahnya kala dari jauh ia melihat dira dan jay sedang bercanda tawa di taman kampus


"Lihatlah, mereka bahkan sudah seakrab itu.." Gumamnya


"Dira, tampaknya kau sudah mulai terbiasa berada di dekatnya.. Kenapa aku menjadi muak padamu? Mengingat bagaimana kau ketakutan saat di dekatnya dulu tapi lihatlah sekarang? Tampaknya kau juga menginginkan nya" Batin nya menatap dira datar dan dingin

__ADS_1


Lian memutuskan untuk langsung masuk ke gedung kampus karena sudah merasa muak melihat kedekatan keduanya namun langkah Lian terhenti kala ada yang meneriakkan namanya


"LIAAAANNNNNN"


Siapa lagi kalau bukan Dira.. Dira tidak sengaja melihat lian dan ia pun dengan segera mengejar Lian dan meraih lengan lian


"Lian kau kemana saja? Aku sangat merindu-" Dira terdiam kala lian menghempaskan tangan nya dengan kasar "Lian" menatap lian


"Aku sibuk" Hendak beranjak pergi


"Lian tunggu... Kau ini sebenarnya kenapa? Kenapa kau seperti ini, apa aku melakukan kesalahan?" Tanya nya lirih


Lian menoleh menatap dira "Sudah ku bilang aku sibuk" Melepas tangan dira dan pergi begitu saja


Dira diam mematung, ia menatap punggung lian yang semakin menjauh lalu menatap tangan nya "Lian... Aku sangat mengenal dirimu, aku tau ada suatu hal yang ku perbuat hingga kau bersikap seperti ini.. Seharusnya kau mengatakan apa kesalahan ku bukan nya menghindar seperti ini" Batin nya sendu


.


.


Di sisi lain Jay yang melihat interaksi keduanya tampak mengepalkan tangan menahan kekesalannya "Tidak ku sangka gadis itu memiliki pemikiran yang sempit..." Kesalnya


"Dira.. maafkan aku, seperti nya aku terlalu baik pada sahabat mu itu hingga dia semakin melunjak..."


.


.


.


"Lian Willer.. Awas saja jika dira menghindari ku hanya karena dirimu, aku tidak akan tinggal diam"

__ADS_1


__ADS_2