
Setelah semuanya mengisi tenaga, masing-masing tim pun kembali melakukan penelitian
***
"Lian, aku akan menjabarkan laporan nya.. Setelahnya tinggal kau susun saja nanti oke?"
"Baik senior" Tersenyum
Keduanya kembali ke penginapan saat setelah mengambil sampel di pemukiman seberang sana
Seminggu berlalu, rombongan mahasiswa pun kembali ke kediaman masing-masing... Lian begitu menikmati penelitian kali ini, bagaimana tidak.. Ia menghabiskan banyak waktu bersama pria yang ia sukai apalagi pria yang ia sukai itu memberikan perhatian padanya membuat lian semakin jatuh hati pada pria yang memiliki nama lengkap Jayden Wilson itu
¶Kediaman Willer
Saat ini Jay sedang berada di rumah lian mengerjakan laporan-laporan penelitian kemarin..
"Senior makanlah dulu" Ucap Lian dengan mulut yang penuh dengan makanan
Jay terkekeh lalu mengambil tisu dan mengusap saus tomat di sudut bibir lian "Kau seperti anak kecil saja"
Tubuh lian menegang dan wajahnya berubah memerah semu
"Lian? kau tidak apa-apa wajah mu memerah" Menatap wajah lian lekat
"S saya tidak apa-apa" Gugupnya
"Emm lian.. ada yang ingin ku tanyakan padamu"
"A apa itu senior?"
Jay tampak terdiam "Ahh sebaiknya jangan dulu deh" Batin nya
Jay sangat ingin menanyakan keberadaan dira, selama 2 hari ini ia tidak melihat dira di kampus
Lian menatap jay lekat "Senior, apa ada kemungkinan kita bisa bersama?" Batin nya
"Senior.. Jika kita memiliki perasaan pada orang lain, sebaiknya di ungkapkan atau di pendam?" Tanya nya tanpa sadar
Jay tersenyum "Lebih baik di ungkapkan, karena perasaan yang di pendam itu lebih sakit dari penolakan" Mengusap rambut lian
__ADS_1
Lian tersenyum malu "Jadi haruskah aku mengungkapkan perasaan ku? Tapi bagaimana jika senior menolak ku? Ehh tunggu aku kan tidak mengajaknya berkencan, aku hanya ingin dia tau perasaan ku" Batin nya
"Senior... Apa malam ini senior ada kegiatan?"
"Tidak ada"
"Apa senior bisa datang ke taman kota, ada yang ingin aku sampaikan pada senior"
"Kenapa tidak sekarang saja"
"Ini hal yang cukup penting dan tidak enak jika di dengar orang rumah"
Jay mengangguk "Baiklah.. Jam berapa?"
"Jam 7"
"Oke" Jay tersenyum "Emm lian, jika boleh tau dimana tempat tinggal dira?"
Raut wajah lian tiba-tiba berubah setelah mendengar pertanyaan jay
"Kau tenang saja, aku tidak akan macam-macam pada teman mu.. Aku hanya ingin mengembalikan buku nya, dan sekalian minta maaf lagi.. Sungguh aku tidak akan melakukan apapun" Ucapnya sembari menunjukkan 2 jari nya (peace)
"Tidak perlu.. Kau harus istirahat, aku bisa pergi sendiri"
Lian mengangguk "Dira tinggalnya tidak jauh dari sini, dia tinggal di gedung apartemen Z lantai 12 no 17"
"Baiklah.. setelah ini aku akan langsung menemui nya" Lian hanya tersenyum sambil mengangguk
***
Setelah selesai mengerjakan laporan, jay pun langsung bergegas pergi ke apartemen dira
.
.
Jay menarik nafas sejenak sebelum menekan bel apartemen dira... Tak berlangsung lama seorang wanita paruh baya membuka pintu apartemen dengan wajah panik
"Siapa anda?"
__ADS_1
Jay tidak mengerti apa yang wanita paruh baya itu katakan karena ia memakai bahasa Indonesia
"Where is Dira??" Tanya nya
"Nona diraaa.." Bibi Iyem sudah tidak tau mau bicara apa lagi karena panik, beliau hanya menangis sembari menunjuk ponselnya
Jay dengan segera meraih ponsel itu "Halo.. apa ini diraa??? Diraa jawab?!!! Ini aku Jay!!"
"Go awayyyyyy.. Plissss goooo" Teriak Dira membuat jay panik
"Dira kau dimana katakannn" Teriaknya
"Kampus rofto- tutttt... tuttt..." Panggilan telfon dira mati
Tanpa banyak bicara Jay langsung berlari menuju kampus, beruntung jarak kampus sangat dekat dari apartemen Dira
••••
Sesampainya di kampus, Jay berkeliling kampus mencari Dira tapi tak ada tanda-tanda Dira ada disana.. Jay menjambak rambut nya frustasi, ia terdiam sejenak "Rofto? tadi Dira sempat mengatakan rofto.. Apa dira di rooftop?" Tanpa lama-lama Jay langsung berlari menuju rooftop
.
.
.
Dan benar saja Dira benar-benar ada disana... Jay naik pitam melihat 3 pria yang berusaha melecehkan dira "BAJINGAAAANNNNNN!!!"
BUGGGG!!!!!!!!!
Jay memukul salah satu dari mereka dengan brutal, sedangkan 2 di antaranya kabur.. Mereka tidak ingin berurusan dengan jay
"Berani-beraninya kau menyentuhnya"
"Senior hentikan" Menangis histeris
Jay menoleh kearah dira yang sudah setengah telanj*ng... Jay semakin murka dan kembali memukul pria dihadapannya hingga tak sadarkan diri
Setelah jay mendekat kearah dira lalu membuka jaketnya dan memakaikan nya pada dira "Maaf aku terlambat" Membawa Dira ke pelukan nya
__ADS_1
Dira hanya bisa menangis dengan tubuh yang bergetar hebat