RATU AGUNG SELENDANG MERAH

RATU AGUNG SELENDANG MERAH
CHAPTER 22


__ADS_3

...***...


...Kembali ke Istana Timur....


Kemuning Indraswari masih saja ingin menghadang Ratu Agung Selendang Merah. Sepertinya ia ingin menantang sang Ratu, ia ingin melihat seberapa tangguhnya sang ratu yang tidak mau memperlihatkan wajahnya pada siapapun juga.


"Maaf adik kemuning indraswari. Saat ini aku sedang ada urusan yang harus segera aku selesaikan. Bisakah kita bicara nanti saja?." Ratu Agung Selendang Merah masih bersikap ramah. "Ada banyak hal yang sedang terjadi saat ini." Ia tidak mau melupakan amarahnya yang selama ini ia tahan atas sikap adik iparnya ini.


"Heh!. Saat ini aku juga sedang ada urusan penting denganmu!." Matanya semakin menatap benci pada Ratu Agung Selendang Merah. "Aku ingin membuat perhitungan denganmu!. Karena kau telah berani mengancam ibundaku!. Mulutmu yang kurang ajar itu telah berani berkata tidak sopan pada ibundaku!." Dengan kasarnya ia menunjuk ke arah Ratu Agung Selendang Merah. "Kau pikir kau siapa berani berkata seperti itu pada ibundaku?!." Suaranya semakin meninggi, membentak Ratu Agung Selendang Merah.


"Tidak ibu, tidak anak sama saja. Sukanya hanya melakukan hal yang sangat tidak berguna. Jadi karena itu?." Dalam hati Penasihat Raja Agung Dewandaru. "Apakah mereka tidak bisa melihat bagaimana usaha gusti ratu agung untuk menggantikan gusti raja agung saat ini?. Benar-benar manusia tidak berguna sama sekali." Dalam hatinya merasa kesal melihat sikap Kemuning Indraswari yang tidak ada sikap sopan sama sekali pada Ratu Agung Selendang Merah. "Di saat semua orang memanggil gusti ratu agung, dia malah memanggil dengan kau?. Kasar sekali, memang wanita yang tidak pantas dihormati. " Dalam hatinya lagi, ia merasa bosan saat melihat perilaku yang seperti itu.


Sementara itu Ratu Agung Selendang Merah sangat tidak suka dengan sikap Kemuning Indraswari.


"Jadi karena itu dia mencari ku?." Dalam hati Ratu Agung Selendang Merah. "Aku harus segera menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai dia mengganggu ku." Dalam hatinya mencoba memikirkan cara untuk mengusir Kemuning Indraswari dari istana bagian timur ini. "Baiklah, akan akan aku coba dengan cara itu." Dalam hatinya telah memikirkan cara ampuh untuk memikirkan cara untuk mengusir Kemuning Indraswari. Ia mendekati Kemuning Indraswari dengan langkah pelan, juga senyuman yang ramah yang tersembunyi di balik cadar merahnya itu.


"Hei!. Kenapa kau hanya diam saja?. Apakah kau tidak mempunyai telinga untuk mendengarkan apa yang aku katakan padamu?." Kemuning Indraswari kesal karena Ratu Agung Selendang Merah tidak menanggapi apa yang ia katakan.

__ADS_1


"Aku merasakan firasat yang tidak enak sama sekali. Aku harap gusti ratu agung tidak membalikkan kata-kata yang tidak menyenangkan padanya." Dalam hati Penasihat Raja Agung Dewandaru merasa cemas, ia tidak bisa membayangkan perkataan apa yang akan dibisikkan oleh Ratu Agung Selendang Merah pada Kemuning Indraswari. "Tapi aku harap ini dapat memberi pelajaran berharga untuknya." Dalam hati Penasihat Raja Agung Dewandaru berharap Ratu Agung Selendang Merah dapat memberikan sesuatu yang tidak akan bisa dilupakan oleh Kemuning Indraswari.


"Hum." Ratu Agung Selendang Merah mengamati penampilan Kemuning Indraswari. "Tidak bisakah kau rapikan pakaianmu dengan benar?." Ratu Agung Selendang Merah mengamati penampilan Kemuning Indraswari yang sedikit berantakan.


"Apa yang kau lihat!." Kemuning Indraswari mendadak panik. "Sial!. Kenapa dia malah mengkritik penampilanku!." Dalam hati Kemuning Indraswari sangat kesal, ia segera merapikan pakaiannya.


"Kau itu seorang wanita terhormat. Apa jadinya jika rakyat jelata mengetahui, adik dari raja agung telah bermain dengan beberapa bangsawan di rumah kasih sayang selama dua hari?. Hum?." Tatapan matanya sangat dingin, dan tidak bisa diprediksi sama sekali. "Apakah kau ingin melemparkan kotoran pada rakanda gusti raja agung dengan perangai buruk mu itu?." Hatinya merasa sakit mengingat apa saja yang telah ia lihat pada saat itu.


Deg!!!.


Seketika tubuh Kemuning Indraswari menggamang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ratu Agung Selendang Merah. Jantungnya berdetak tidak karuan, hingga ia gugup dan hampir kehilangan kata-kata. "Ba-bagaiama mungkin wanita ini mengetahui apa yang telah aku lakukan?." Mulutnya hampir terbuka lebar saat telinganya menangkap ucapan itu.


"Kegh!." Kemuning Indraswari geram mendengarkan ucapan itu. "Wanita laknat!." Dengan penuh amarah ia mengumpat pada Ratu Agung Selendang Merah. "Berani sekali kau berkata seperti itu padaku!." Kemuning Indraswari sangat marah.


"Tidak usah semarah itu. Aku masih bisa berbelas kasihan padamu, dengan menutupi semua kesalahan yang kau lakukan di rumah kasih sayang." Ratu Agung Selendang Merah masih terlihat tenang. "Atau ibunda yang kau cintai itu akan mengetahui, apa yang telah dilakukan putri tercintanya di sana, selain mandi dengan belaian banyak laki-laki yang telah melihat lekuk tubuhnya." Dengan santainya Ratu Agung Selendang Merah berkata seperti itu.


"Laknat!. Kau benar-benar licik!." Dengan kasarnya ia menarik tangannya, setelah itu ia menyerang Ratu Agung Selendang Merah dengan sepakan yang sangat kuat. Akan tetapi Ratu Agung Selendang Merah bisa mengatasinya dengan melompat ke atas, dan siapa sangka dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh, ia menaiki kaki Kemuning Indraswari yang masih terangkat ke atas. Tentunya itu membuat Kemuning Indraswari dan Penasihat Raja Agung Dewandaru terkejut melihat itu. Mereka tidak menyangka ternyata Ratu Agung Selendang Merah bisa ilmu bela diri?.

__ADS_1


"Ternyata gusti ratu agung memang memiliki kepandaian." Dalam hati Penasihat Raja Agung Dewandaru baru menyadari itu.


"Aku peringatkan kau sekali untuk selamanya." Ratu Agung Selendang Merah turun dengan agungnya. Sedangkan Kemuning Indraswari masih terpaku karena kejadian tadi. "Jika kau masih tidak mau bersikap sopan padaku, aku tidak bisa menjamin, apakah kau masih bisa bermain-main di sana atau tidak." Tatapan matanya terlihat sangat tajam.


"Kau tidak usah mengancamku!." Kemuning Indraswari sangat muak dengan ancaman itu.


"Bukankah kau mengetahuinya?. Bahwa siapa saja bangsawan putri yang ke sana untuk menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan batin, maka ia akan di rajam sampai mati." Ratu Agung Selendang Merah tersenyum kecil dibalik cadar merahnya. "Jika kau tidak mau itu terjadi, maka jangan berani-beraninya kau bersikap kurang ajar padaku." Setelah berkata seperti itu ia meninggalkan Kemuning Indraswari yang masih terpaku di tempat.


"Kegh!. Beraninya dia!." Dalam hati Kemuning Indraswari ingin mengutuk Ratu Agung Selendang Merah.


"Hihihi!. Siapa suruh kau berani bermain-main dengan Gusti ratu agung." Dalam hati Penasihat Raja Agung Dewandaru tertawa geli melihat raut wajah Kemuning Indraswari saat ini.


"Dewandaru!. Mari kita segera masuk, aku yakin mereka telah sampai di sana." Matanya menatap lurus ke pintu istana timur, tentunya ia tidak lupa datang ke sini dengan siapa. "Jangan sampai kita melewatkan hari ini dengan sia-sia." Ratu Agung Selendang Merah langsung masuk ke dalam istana Timur.


"Baik gusti ratu agung." Penasihat Raja Agung Dewandaru segera menyusul Ratu Agung Selendang Merah. Ia tidak memberi hormat pada Putri raja, karena selama ini ia juga tidak begitu kenal dengan Kemuning Indraswari. "Kau pikir gusti ratu agung orang yang lemah?. Jangan melihat seseorang dari luar saja. Dasar putri raja tidak berguna." Dalam hatinya tersenyum lebar melihat raut wajah Kemuning Indraswari yang masih tidak percaya dengan apa yang ia alami.


"Awas saja kau wanita laknat!." Dalam hati Kemuning Indraswari mengutuk Ratu Agung Selendang Merah. "Akan aku balas apa yang telah kau lakukan padaku hari ini. Aku tidak akan melepaskan mu begitu saja. Aku ini adalah putri dari raja agung terdahulu." Dalam hatinya berjanji akan membalas sakit hatinya hari ini. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya dalam kisah ini.

__ADS_1


...***...


__ADS_2