RATU AGUNG SELENDANG MERAH

RATU AGUNG SELENDANG MERAH
CHAPTER 67


__ADS_3

...**...


Ratu Agung Selendang Merah saat itu masih ingat dengan rapat pertamanya sebagai seorang Ratu. Sungguh, itu sangat aneh, dan ada yang tidak datang?. Padahal itu adalah rapat perdana, tapi kenapa mereka tidak datang?.


"Mereka benar-benar telah menguji kesabaran yang aku miliki." Dalam hatinya sangat heran dengan sikap mereka.


Kembali ke masa ini.


Di Istana Barat tempat diadakan pertemuan.


Ratu Agung Selendang Merah berkumpul bersama beberapa orang bangsawan serta perdana Mentri untuk membahas beberapa masalah yang belum bisa diselesaikan oleh Raja Agung. Ratu Agung Selendang Merah ingin mengetahui beberapa hal dari sidang pertama yang mereka lakukan.


"Kita berkumpul hari ini bukan membahas masalah pantas atau tidak menggantikan raja agung. Tapi ada beberapa dokumen yang harus kita selesaikan." Ratu Agung Selendang Merah memperhatikan mereka semua. "Saya mengambil beberapa dokumen yang telah ditulis oleh gusti raja agung untuk kita bahas hari ini." Matanya mengamati mereka satu persatu. Ada beberapa orang yang tidak hadir, entah itu dari menteri itu sendiri, atau dari bangsawan.


"Katakan pada kami apa saja dokumen itu gusti ratu agung. Semoga kita dapat membahasnya dengan baik."


"Benar gusti ratu agung. Dari pada bertanya kenapa raja agung memilih anda. Lebih baik kita segera membahas dokumen yang ditinggalkan raja agung."


"Terima kasih atas kehadiran tuan-tuan sebelumnya." Ratu Agung Selendang Merah tersenyum kecil di balik cadar merah itu. "Saya pernah membahas ini sebelumnya bersama raja agung mengenai ada pihak orang dalam yang mencoba mematik api untuk membuat rakyat kawasan kumuh berontak." Ratu Agung Selendang Merah mulai membahasnya.


"Pihak orang dalam yang mencoba mematik api untuk membuat kawasan kumuh berontak?." Mereka semua tidak menduga, bahwa Ratu Agung akan membahas masalah itu.


"Benar sekali." Ratu Agung Selendang Merah dapat merasakan hawa yang berbeda dari mereka. "Sebelum raja agung tidak sadarkan diri, kami membahas masalah ini. Saat itu ada yang mengintip serta mendengarkan apa yang kami bicarakan. Kemungkinan besar, setelah ini target berikutnya adalah saya."


Suasana rapat itu semakin riuh, karena mereka tidak menyangka bahwa ternyata Raja Agung benar-benar diincar oleh beberapa kelompok yang menginginkan hancurnya negeri ini.

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kita lakukan gusti ratu agung?. Tentunya kita tidak bisa berdiam diri saja. Keselamatan gusti ratu agung serta gusti raja agung harus segera dilakukan. Negeri ini masih membutuhkan kebaikan gusti berdua."


"Benar itu gusti ratu agung. Kita tidak bisa membiarkan mereka menghancurkan negeri ini. Kita harus mengembalikan keadilan yang telah diucapkan oleh gusti raja agung ketika pengangkatan raja agung."


"Untuk saat ini raja agung telah berada di tempat yang aman. Hanya aku dan penasehat raja saja yang mengetahui keberadaan raja agung." Ratu Agung Selendang Merah tidak ingin mereka terlalu mencemaskan keadaan Raja Agung saat ini.


"Lalu bagaimana dengan gusti raja agung sendiri?. Jika gusti ratu agung terluka, siapa lagi yang bisa dipercayai raja agung?."


"Itu sangat benar gusti ratu agung. Untuk saat ini gusti ratu agung jangan pergi kemana-mana. Jika butuh bantuan kami untuk menyelesaikan suatu masalah. Kami akan bergerak dengan cepat, termasuk menangkap siapa orang dalam yang telah memicu api pemberontakan itu."


"Demi keselamatan gusti ratu agung, kami semua akan memperketat penjagaan istana ini."


Mereka semua benar-benar mencemaskan keselamatan Ratu Agung Selendang Merah, jika memang itu yang akan terjadi. Tapi pada saat itu Ratu Agung Selendang Merah berkata lain pada mereka semua.


"Jadi gusti ratu agung telah mengetahui siapa orang dalam yang telah berusaha untuk memicu pemberontakan itu?."


"Apakah itu benar gusti ratu agung?. Apakah benar gusti ratu agung telah mengetahuinya?."


"Saya akan mengatakannya melalui surat. Saya akan sampaikan siapa nama-nama orang dalam itu. Temui saya di kediaman istana ratu agung bagian timur, jika tuan-tuan telah menerima surat itu nantinya." Matanya memperhatikan bagaimana reaksi mereka semua. "Sampaikan juga pada bangsawan yang lainnya yang tidak hadir pada rapat kali ini."


"Baiklah gusti ratu agung. Ucapan gusti ratu akan kami laksanakan." Mereka semua memberi hormat pada Ratu Agung Selendang Merah, namun siapa yang mengetahui isi hati mereka.


"Jika masih ada masalah yang akan dibahas, sampaikan saja pada kami gusti ratu agung." Mereka terlihat berbasa-basi sekali terhadap Ratu Agung Selendang Merah.


Kembali ke masa ini.

__ADS_1


"Begitu banyak masalah yang mereka ciptakan, hingga mereka berani mengadu domba antara petinggi istana pada rakyat kaum kumuh." Hatinya sangat miris mendengarkan itu.


Akan tetapi saat itu pembantunya bernama Turisuti datang dengan takut?. Apa yang membuatnya seperti itu?.


"Ada apa turisuti?. Katakan padaku." Ucapnya dengan penuh tanda tanya.


"Mohon ampun gusti ratu agung. Perdana menteri pertahanan ingin bertemu dengan gusti ratu agung." Ia sangat berat mengatakan itu.


"Baiklah. Suruh dia menunggu di ruangan tamu istana. Aku akan segera datang ke sana." Balasnya.


"Akan hampa sampaikan gusti ratu agung." Setelah ia memberi hormat, ia meninggalkan ruangan itu?. Akan tetapi saat itu langkahnya sedikit terhenti.


"Siapkan juga minuman dan makanan. Karena yang datang bukan hanya ia sendiri saja, kan?." Entah kenapa ia memiliki firasat lain.


"Benar gusti ratu agung. Ada selir kamala hastanti yang ikut, gusti ratu agung." Turisuti sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ratu Agung Selendang Merah.


"Sudah aku duga dia tidak akan datang sendiri." Dalam hati Ratu Agung Selendang Merah telah menduga itu. "Cepat lakukan. Aku akan segera ke sana." Ucapnya dengan tegas.


"Ba-baik gusti ratu agung." Turisuti sangat gelagapan mendengarkan itu. Ia segera meninggalkan ruangan itu untuk segera mengerjakan apa yang diperintahkan Ratu Agung Selendang Merah padanya.


"Padahal aku baru saja ingin mengingat apa saja yang telah terjadi. Tapi mereka malah datang mengganggu." Dalam hati Ratu Agung Selendang Merah sangat jengkel dengan kedatangan mereka. "Kali ini apa lagi yang akan mereka bahas?. Sehingga datang bersamaan seperti itu ke istana ini." Dalam hatinya mencoba menebak alasan kenapa mereka datang?. "Apakah mereka sedang merencanakan sesuatu yang akan merugikan rakanda gusti raja agung?." Sungguh suasana hatinya sangat tidak nyaman sama sekali dengan itu. "Aku harus mengusir mereka dengan cara yang halus." Hatinya tidak bisa menerima begitu saja kedatangan mereka.


Apakah yang akan dilakukan Ratu Agung Selendang Merah nantinya?. Simak terus ceritanya. Jangan lupa dukungannya ya?.


...***...

__ADS_1


__ADS_2