
...***...
Malam telah menyapa. Lukita, Cibatu, dan Rembung telah sampai di kawasan kumuh. Mereka saat ini sedang menunggu yang katanya seseorang akan datang pada mereka. Utusan Ratu Agung Selendang Merah akan datang memberi mereka saksi yang sangat kuat untuk menangkap seluruh keluarga Menanti yang telah terlibat dalam masalah pembunuhan yang terjadi di kawasan Kumuh. Akan tetapi, orang yang mereka tunggu belum juga datang.
"Sudah sangat lama kita di sini." Rembung sangat bosan menunggu seseorang. "Apakah tidak ada tanda-tanda jika dia mau datang dengan cepat?." Ia terlihat sangat gelisah. "Aku sudah tidak sabar lagi!." Teriaknya dengan sangat prustasi mendalam.
"Rasanya aku jadi penasaran orang itu seperti apa. Aku ingin mengetahuinya. Tapi kenapa dia sangat lama sekali?. Apakah dia tidak mengetahui jika kita saat ini sedang dalam masalah waktu?." Cibatu juga ikut mengeluh karena tidak tahan menunggu seseorang.
"Sepertinya orang suruhan gusti ratu agung belum juga sampai. Apa yang akan kita lakukan lukita?." Rembung sama sekali belum melihat keberadaan orang yang dikatakan oleh Lukita. "Mau sampai kapan kita akan menunggunya?. Rencana kita bisa gagal jika dia tidak segera datang." Rembung menggoyangkan kakinya, saking gelisah ya saat ini.
"Benar. Apakah gusti ratu benar-benar akan mengutus orang itu?." Cibatu sama sekali tidak percaya. "Apakah orang itu tidak bisa bekerja dengan baik?. Apakah dia mau kita mengalami kegagalan dalam membongkar kelautan busuk mereka semua?." Cibatu terlihat sangat kesal, dan ingin memukul seseorang.
"Bersabarlah sebentar. Mungkin ada kendala,tapi aku yakin sebentar lagi akan datang." Dengan malasnya Lukita menanggapi apa yang mereka katakan. Apakah ia tidak bisa mendengarkan keluhan mereka saat ini?.
"Hum." Keduanya langsung manyun mendengarkan apa yang dikatakan oleh Lukita. Keduanya tidak banyak komentar lagi, hanya diam memperhatikan sekitar dengan raut wajah yang membosankan.
__ADS_1
"Hum?. Mereka ini masih saja tidak percaya degan apa yang dikatakan oleh ratu agung selendang merah. Apakah mereka ini benar-benar orang yang ingin mengubah diri atau hanya untuk lolos dari hukuman saja?." Dalam hati Lukita Sangat kesal dengan mereka yang suka mengeluh. "Kalian ini laki-laki atau perempuan?. Suka mengeluh, dan tidak sabaran sama sekali. Benar-benar ingin membuatku memenggal kepala kalian berdua saat ini juga." Lukita hampir saja tidak bisa mengendalikan amarah yang sedang membuncah di dalam dirinya saat ini. Namun saat itu ia merasakan hawa yang kuat mendekat, sehingga ia menyuruh Rembung dan Cibatu untuk diam.
"Ssshhh!." Lukita memberi kode pada keduanya agar tidak bersuara. Rembung dan Cibatu merasa heran, kenapa Lukita memberi kode untuk diam?. Apakah terjadi sesuatu yang, atau seseorang menguping pembicaraan mereka?. Namun saat itu ada sosok yang masuk ke dalam rumah Lukita. Mereka semua terkejut dengan apa yang mereka lihat. Ada seekor Burung Elang yang masuk, dan hingga di kursi, duduk bersama mereka bertiga.
"Burung elang?." Cibatu dan Rembung sangat terkejut melihat itu. Sehingga keduanya berdiri saling terkejutnya dengan apa yang mereka lihat. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Kenapa ada burung Elang yang masuk ke dalam rumah Lukita?.
"Oh!. Akhirnya datang juga yang aku tunggu." Dalam hati Lukita sangat senang melihat kedatangan elang ajaib itu. "Syukurlah kau telah datang, cukup lama aku menunggumu." Lukita mendekati elang ajaib itu.
"Biarkan aku istirahat sejenak. Rasanya sangat lelah sekali sekali setelah melakukan perjalanan jauh." Elang ajaib itu sedikit mengepakkan sayapnya.
"Abaikan saja. Abaikan saja karena aku tidak mau melihat mereka." Elang ajaib hanya pasrah saja.
Saat ini Lukita dan Elang ajaib seperti sedang berbicara melalui mata batin?. Apakah mereka memiliki hubungan khusus?. Tapi saat ini mereka telah melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Bagaimana Kisah selanjutnya?. Jangan lewatkan kejadian ini, simak terus ceritanya. Temukan jawabannya.
__ADS_1
...***...
Saat menuju istana Barat. Pangeran Arzaguna Basukarna berusaha meyakinkan dirinya, bahwa ia ingin bertemu dengan Ratu Agung Selendang Merah. Apakah ia yakin akan bertemu dengan seorang ratu agung pada malam hari?. Apa yang akan terjadi jika malam-malam ia bertemu dengan ratu agung?. Apa yang akan ia katakan pada penjaga istana?. "Baiklah, kalau begitu aku akan mengatakan, jika aku membawa dokumen penting yang ingin aku sampaikan pada yunda ratu agung. Aku yakin mereka akan membiarkan aku masuk." Hanya itu satu-satunya rencana yang ada di dalam kepalanya saat ini.
Namun saat itu ia melihat Pangeran Arzaguna Barata dari istana timur . Tentunya Pangeran Arzaguna Barata sangat terkejut melihat adiknya?.
"Oh, rakanda pangeran." Pangeran Arzaguna Basukarna mengapa Pangeran Arzaguna Barata dengan senyuman ramah.
"Adik pangeran. Apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini?. Apakah kau mau ke istana barat?. Apakah kau tidak tahu bahwa ini telah malam?. Apa yang ingin kau lakukan malam-malam seperti ini?. Apa yang ingin kau lakukan sebenarnya?." Pangeran Arzaguna Barata menyelidiki kedatangan Pangeran Arzaguna Basukarna ke istana barat.
Akan tetapi Pangeran Arzaguna Basukarna hanya tersenyum kecil menanggapinya. "Meskipun kita tidak dibesarkan dalam lingkungan yang sama, tapi saya tidak menduga jika rakanda pangeran ternyata adalah orang yang sangat cerewet dan suka bertanya dengan pertanyaan beruntun seperti itu. Rasanya sangat langka sekali." Itulah hal langka yang dilihat oleh Pangeran Arzaguna Basukarna saat ini.
"Diam kau!." Pangeran Arzaguna Barata sangat kesal mendengarkan ucapan itu. "Terserah kau saja kau mau melakukan apapun!. Aku sama sekali tidak peduli!." Dengan amarah yang membara ia langsung pergi meninggalkan Pangeran Arzaguna Basukarna. Ia tidak mau lagi berkata apa-apa.
"Hum, sepertinya ia sedang mengalami masalah mental. Karena itulah saat ini ia sedang marah." Pangeran Arzaguna Basukarna hanya tersenyum kecil melihat kepergian Pangeran Arzaguna Barata yang sedang emosi. Setelah itu ia pergi menuju istana Barat, karena ia tidak dapat lagi menahan dirinya untuk tidak pergi menemui Ratu Agung. Perasaan cemas yang ia rasakan saat ini sangat sulit ia kendalikan. Satu-satunya cara adalah pergi menemui Ratu Agung Selendang Merah, meskipun ini malam namun ia memiliki alasan yang kuat untuk menemui Ratu Agung Selendang Merah. "Aku berbeda dengan mereka. Aku yakin gusti ratu agung akan langsung menerimaku." Pangeran Arzaguna Basukarna sangat yakin dengan apa yang ia rasakan saat ini. Apakah ia bisa bertemu dengan Ratu Agung Selendang Merah?. Hanya waktu yang akan menjawabnya.
__ADS_1
...***...