
...***...
Ada beberapa orang yang saat ini sedang berkumpul di sebuah tempat, dimana mereka kini mendiskusikan sesuatu. Wajah mereka yang ditutupi oleh topeng, supaya mereka tidak mengenali satu sama lain, tapi memiliki tujuan yang sama. Tentunya ingin menguasai kerajaan Tiga warna. Kerajaan dimana dihuni oleh keluarga istana tingkat tertinggi, bangsawan tingkah kedua, dan rakyat jelata tinggal di kawasan kumuh. Itulah kenapa kerajaan ini diberi nama Tiga warna, karena ada tiga tingkatan yang tinggal di kerajaan ini. Para bangsawan yang ingin menyingkirkan rakyat jelata yang hanya mengharapkan sedekah saja, sehingga mereka muak dengan mereka yang tidak mau berusaha untuk menghidupi kebutuhan mereka sendiri?.
Kerajaan Tiga Warna saat ini sedang berperang dari dalam diri sendiri karena status yang mereka pegang. Terjadi kesenjangan yang sangat besar antara mereka semua karena status yang mereka miliki. Dan di sinilah mereka yang ingin menyingkirkan kawasan kumuh itu dari negeri Tiga Warna.
"Sepertinya ratu agung yang tidak berguna itu telah bertindak. Kota harus berhati-hati, apalagi dia telah memanggil sekitar empat orang dari kita, aku yakin tujuannya agak berbeda." Laki-laki mengenakan topeng harimau merupakan ketua mereka sedikit heran dengan rencana yang dibuat oleh Ratu Agung Selendang Merah.
"Ya, aku yakin ratu agung telah mengamati kita sejak lama. Jika tidak, mana mungkin dia berani memanggil kita seperti ini." Laki-laki menggunakan topeng monyet merasakan juga.
"Lalu apa yang harus kita lakukan jika memang ada maksud lain dari cara wanita aneh itu memanggil kita seperti itu?." Laki-laki dengan topeng motif melingkar bertanya pada mereka semua. Setidaknya ada sekitar lima orang yang berada di sana. Sedangkan empat lainnya saat ini sedang berhadapan dengan Ratu Agung Selendang Merah?.
"Rencana yang telah buat dengan sebaik mungkin, tidak bisa ditunda lagi. Apalagi kabar yang aku dengar, jendral kuasa telah dipaksa untuk berpatroli dengan baik di kawasan kumuh. Dengan begitu kita akan semakin kesulitan masuk ke sana." Laki-laki bertopeng harimau kembali mengeluarkan pendapatnya.
__ADS_1
"Kita harus segera mengatasi masalah ini, atau kita akan berhenti, dan akan mati di tangan ratu yang tidak seberapa kekuatannya itu." Laki-laki dengan topeng motif anjing itu menatap mereka semua. Ia terlihat menghela nafas karena merasa lelah, serta tidak percaya jika Ratu Agung Selendang Merah telah bergerak. "Jendral kuasa, menteri keuangan sepertinya benar-benar telah dipercayai oleh wanita aneh itu. Kita benar-benar tidak punya pilihan lain."
Mereka terlihat sangat cemas, apakah rencana yang mereka susun dengan baik akan berkahir begitu saja hanya karena ancaman dari Ratu Agung Selendang Merah?.
"Kita harus memikirkan caranya, jika tidak maka apa yang telah kita sepakati akan sia-sia." Topeng lingkaran sangat benci dengan itu.
"Kita harus memikirkan cara terbaik untuk menyingkirkan wanita itu dari istana. Atau kita tidak akan mendapatkan apa-apa." Topeng monyet terlihat takut jika itu benar-benar terjadi.
"Tapi untuk saat ini kita tidak bisa berkumpul seperti ini." Topeng Anjing sepertinya mengkhawatirkan sesuatu. "Akan berbahaya jika kita sampai tertangkap oleh wanita itu. Maka tamatlah sudah apa yang kita rencana selama ini." Lanjutnya.
Sepertinya mereka untuk saat ini setuju dengan apa yang disepakati Hari ini. Mereka hanya untuk menghindari kecurigaan mereka terhadap Ratu Agung Selendang Merah yang kemungkinan sedang mencari kesalahan yang mereka lakukan. Apakah mereka selamanya akan bisa bersembunyi, dan melakukan hal yang jahat?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
...***...
__ADS_1
Lukita saat ini sedang mengamati keluarga Menanti. Sepertinya mereka bukan manusia, karena yang mereka inginkan hanyalah darah saja. Melakukan pembunuhan, serta kekejian lainnya yang tidak bisa dimaafkan begitu saja. Apakah mereka tidak takut akan karma yang akan mereka terima nantinya?. Setelah itu ia keluar menuju halaman belakang rumah keluarga Menanti, dimana di sana ada pohon yang sangat besar tumbuh di belakang sana.
"Sepertinya ini adalah kejahatan yang tidak bisa didiamkan lagi." Rembung tidak tahan dengan apa yang telah ia dengar selama berada di kediaman keluarga Menanti. "Kita harus segera menangkap mereka semua untuk di adili." Perasaan marah yang ia rasakan saat ini sangat murni dari hatinya. "Kita harus segera bertindak, karena apa yang telah mereka lakukan sangat tidak manusiawi." Ada bentuk kemarahan yang tidak biasa yang ia rasakan pada saat itu. Hatinya sangat benci dengan semua yang akan dilakukan oleh Keluarga Menanti.
"Mereka memang pantas untuk mendapatkan hukuman mati. Karena begitu banyak nyawa yang melayang dengan sia-sia atas perbuatan mereka." Cibatu saat ini merasakan perasaan yang tidak karuan setelah mendengarkan apa yang mereka bicarakan. "Mereka hidup di atas lumuran darah orang-orang yang tidak bersalah, dan mereka harus segera ditangkap, untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang telah mereka lakukan selama ini." Cibatu mengepal tangannya dengan kuat.
"Untuk saat ini kita harus menahan diri. Itulah alasan gusti ratu agung memerintahkan kita berada di sini. Untuk menemukan semua bukti yang dapat memberatkan mereka semua." Lukita juga sebenarnya tidak tahan lagi dengan kejahatan yang dilakukan dengan keluarga Menanti. "Kita tidak boleh gegabah dalam bertindak, kita harus bersabar sebentar. Setelah kita menerima langsung pemerintah dari putra terhormat keluarga menanti, barulah kita bisa bertindak." Lukita hanya bisa berkata seperti itu.
Sedangkan Rembung dan Cibatu hanya terdiam saja. Keduanya hanya menyimak apa yang dikatakan oleh Lukita. "Jadi ini lah alasan kenapa gusti ratu agung ingin aku menyelesaikan masalah di kawasan kumuh. Karena begitu banyak para bangsawan serakah yang menginginkan wilayah itu untuk dijadikan tempat perjudian mereka selama ini." Harun sangat kesal. "Itulah kenapa gusti ratu agung sangat marah padaku, karena kau sama sekali tidak becus dalam melaksanakan tugas hanya karena mendapatkan tugas di wilayah kawasan kumuh." Sepertinya Rembung atau nama aslinya jendral Kuasa sedikit memahami alasannya.
"Bukan hanya ketakutan saja yang dirasakan oleh orang-orang kawasan kumuh, namun perekenomian mereka juga sangat merosot karena keserakahan orang-orang bangsawan. Bahkan bantuan yang diberikan oleh gusti ratu agung tidak akan cukup, karena sebelum sampai di kawasan kumuh, yang tersebut malah dipotong semena-mena oleh mereka yang sangat serahkan." Dalam hati Cibatu saat ini dapat merasakan gejolak kemarahan yang sangat luar biasa. "Pantas saja gusti ratu agung sangat murka, dan ingin mengetahui siapa saja yang telah berani melakukan itu." Ia mengerti sekarang, kenapa ia mendapatkan tugas untuk menyelidiki kasus itu. "Rasanya aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi. Aku sangat malu pada diriku sendiri yang telah merasa hebat karena telah berhasil mengatur keuangan negara. Tapi pada kenyataannya uang yang dikel negara malah digunakan untuk hal yang tidak berguna sama sekali." Hatinya sangat mengutuk orang-orang yang kejam menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi.
Apakah yang akan mereka lakukan setelah mengetahui itu semua?. Apakah mereka akan segera menyusun siasat untuk menyeret mereka semua ke pengadilan?. Simak terus ceritanya.
__ADS_1
Next halaman.
...***...