RATU AGUNG SELENDANG MERAH

RATU AGUNG SELENDANG MERAH
CHAPTER 48


__ADS_3

...***...


Setelah sidang dan keputusan itu telah keluar, saat ini Ratu Agung Selendang Merah, Penasihat Raja Agung Dewandaru dan yang lainnya saat ini sedang berkumpul di ruangan Pribadi Raja Agung. Mereka membahas apa yang akan mereka lakukan setelah ini. Saat itu pangeran Arzaguna Basukarna juga ada di sana untuk mendengarkan masalah apa saja yang sedang dihadapi oleh kerajaan yang sebenarnya. Ia tidak menduga jika selama ini kerajaan Tiga Warna memiliki sejarah memilukan seperti ini. Selama ini ia hanya berpikiran bahwa kerajaan ini baik-baik saja tanpa adanya masalah yang berat. Tapi ternyata siapa yang menduganya, jika masalah itu datang mengejutkan, menghantam relung hatinya yang paling dalam.


"Aku ucapkan terima kasih pada kalian semua, karena kalian telah berusaha dengan baik untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik. Karena itulah aku mengucapkan rasa terima kasihku dengan sebesar-besarnya." Ratu Agung Selendang Merah memberi hormat pada mereka semua. Membuat mereka semua merasa sungkan karena mendapatkan penghormatan seperti itu dari Ratu Agung.


"Kami melakukannya demi kedamaian negeri ini gusti ratu agung." Mereka juga memberi hormat pada Ratu Agung Selendang Merah. "Kami akan melakukannya dengan sangat baik demi kedamaian negeri yang sama-sama kita cintai ini." Dengan sepenuh hati mereka berkata seperti itu. Sehingga Ratu Agung Selendang Merah terharu mendengarkan apa yang mereka katakan pada saat itu.


"Karena itulah aku ucapkan rasa terima kasihku untuk mewakili negeri ini. Kalian telah melakukan hal yang benar untuk melindungi negeri ini, juga memberi pelajaran pada mereka yang masih saja mau membangkang, membuat kejahatan." Ratu Agung Selendang Merah sangat terbantu dengan mereka. Ia tidak menduga jika mereka akan membantunya, meskipun ia sempat memberikan ancaman pada Jendral Kuasa dan Mentri Keuangan Jibat. "Mereka yang merasa dirinya lebih baik dari yang lainnya, akan tetapi sebenarnya menyimpan sejuta kejahatan yang tidak bisa dimaafkan." Ada kemarahan yang ia rasakan ketika ia berkata seperti itu.


"Bahkan keluarga sendiri juga memiliki niat untuk melakukan kejahatan itu sendiri yunda gusti ratu agung." Pangeran Arzaguna Basukarna bersuara. "Rasanya negeri ini bukan hanya cacat dari luar istana saja. Melainkan dari dalam juga ada keinginan untuk menjatuhkan satu sama lain." Ia terlihat sangat sedih setelah mengetahui kenyataan itu secara langsung.


"Adik pangeran." Ratu Agung Selendang Merah dapat merasakan setiap ucapan Pangeran Arzaguna Basukarna.


"Yunda gusti ratu agung. Masalah ini bukan hanya dari luar saja, dari dalam sendiri juga harus segera kita selesaikan. Terutama atas apa yang menimpa rakanda gusti raja agung. Itu adalah kesalahan yang sangat besar. Kesalahan yang berujung pada niat membunuh seorang raja. Saya tidak terima jika rakanda gusti raja agung diperlakukan seperti itu. Hati saya tidak terima dan menuntut orang yang telah mencelakai rakanda gusti raja agung." Pangeran Arzaguna Basukarna mengungkapkan kesedihan yang ia rasakan saat ini. "Rasanya saya sangat tidak berguna sebagai seorang putra mahkota." Sorot matanya terlihat sangat sedih yang mendalam. Perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

__ADS_1


"Pangeran arzaguna basukarna." Mereka tidak menyangka ternyata pangeran Arzaguna Basukarna memiliki perasaan simpati yang dalam.


"Adik pangeran jangan berkecil hati. Kita ini tidak ada yang biak, dan juga tidak ada yang jahat. Semuanya tergantung hati nurani, serta pikiran yang beriringan." Ratu Agung Selendang Merah tidak mau membuat perasaan suasana hati Pangeran Arzaguna Basukarna. "Pikiran yang mengendalikan diri untuk melangkah ke arah mana. Sedangkan hati, harusnya bisa menilai apakah tindakan yang dilakukan itu salah atau benar." Ratu Agung Selendang Merah memberikan gambaran pada mereka semua mengenai perasaan hati nurani seseorang.


"Yunda ratu agung benar. Namun itulah yang membuat saya merasa sangat sedih. Karena saya selama ini hanya menganggap negeri ini baik-baik saja. Tapi kenyataannya tidak seperti itu." Pangeran Arzaguna Basukarna merasakannya sekarang.


"Sepertinya pangeran arzaguna basukarna sangat berbeda dengan yang lainnya. Jika dilihat dari sikapnya, selain raja agung hanya dia yang terlihat baik." Dalam hati Jendral Kuasa merasakan apa yang dirasakan Pangeran Arzaguna Basukarna. Ia juga pernah berpikir seperti itu.


"Selain gusti raja agung, ternyata masih ada anak mendiang gusti raja agung yang sebelumnya yang memiliki perasaan. Setidaknya ini lebih baik." Dalam hati Menteri Keuangan Jibat sedikit kagum dengan apa yang dikatakan oleh Pangeran Arzaguna Basukarna.


"Pangeran arzaguna basukarna memang sangat baik, ia selalu memikirkan keselamatan gusti ratu agung." Dalam hari Penasihat Raja Agung dapat melihat ketulusan Pangeran Arzaguna Basukarna.


"Dua masalah yang sangat terdesak?." Mereka semua terkejut.


"Ya, ada dua kasus yang harus kita kan." Ratu Agung Selendang Merah menatap ke arah mereka semua.

__ADS_1


"Baru saja menyelesaikan masalah, masih ada dua masalah yang serius?." Penasihat Raja Agung Dewandaru tercengang mendengar itu.


"Ya, seperti itulah yang terjadi dewandaru." Ratu Agung Selendang Merah menghela nafasnya dengan pelan. "Negeri ini belum terbebas dari masalah. Karena itulah kita harus segera menyelesaikan semuanya dengan baik." Ratu Agung Selendang mengerti itu sangat sulit, tapi jika tidak segera diatasi juga akan menjadi masalah yang lebih rumit.


"Apakah itu benar gusti ratu agung?. Katakan saja pada kami. Semoga kami bisa membantu." Jendral Kuasa sedikit semangat mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ratu Agung Selendang Merah.


"Maslahah apa yang tejadi gusti ratu agung?. Katakan saja pada kami, semoga saja kami bisa membantu gusti ratu agung." Lukita memberi hormat pada Ratu Agung Selendang Merah.


"Apakah kasus itu tentang pembunuhan lagi gusti ratu agung?. Atau kasus keuangan yang belum selesai?." Menteri keuangan Jibat penasaran dengan dua kasus yang dikatakan oleh Ratu Agung.


"Apakah saya boleh ikut membantu yunda gusti ratu agung?. Izinkan saya untuk membantu, saya tidak bisa hanya berdiam diri sambil memeriksa laporan yang masuk saja." Pangeran Arzaguna Basukarna terlihat sangat memohon agar ia diizinkan terlibat dalam masalah itu.


"Baiklah. Karena masalah ini ada di lokasi yang hampir berdekatan, aku akan mengizinkan adik pangeran untuk ikut." Ratu Agung Selendang Merah melihat keseriusan dari Pangeran Arzaguna Basukarna.


"Terima kasih yunda gusti ratu agung." Pangeran Arzaguna Basukarna memberi hormat.

__ADS_1


Kasus apa yang akan mereka bahasa setelah ini?. Simak terus ceritanya. Apakah mereka bisa mengatasi masalah ini dengan baik?. Atau apa yang akan mereka lakukan untuk menyelesaikan masalah itu?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2