
...***...
Istana barat.
Selir Manik Keshwari sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Ratu Agung Selendang Merah. Hingga ia melampiaskan semua kemarahan yang ia rasakan pada saat itu. "Berani sekali kau berkata seperti itu padaku!. Kau jangan sombong dulu!. Hanya karena kau memiliki wewenang saat ini, sehingga kau berani memandang rendah padaku!." Suaranya terdengar sangat tinggi, seperti seseorang yang tidak dapat lagi menahan amarah yang ia rasakan pada saat itu. Sungguh sangat luar biasa sekali amarah yang ia rasakan.
"Wanita jika sedang marah sangat mengerikan sekali." Dalam hati Penasihat Raja Agung Dewandaru sangat ngeri melihat mereka yang sepertinya akan beradu argumen.
Sedangkan Ratu Agung Selendang Merah masih bersikap sabar, dan pagi ini ia tidak ingin merusaknya dengan perkataan yang tidak baik. "Jika kau tidak ingin direndahkan, maka kau harus menjauhi tuan muda tepu. Atau kau memang ingin semua orang mengetahui apa yang kau lakukan padanya?." Ratu Agung Selendang Merah masih sabar?. "Kau pikir aku tidak mengetahui bagaimana kelakuan burukmu yang berniat menduakan cinta rakanda gusti raja agung?." Dengan santainya Ratu Agung Selendang Merah bertanya seperti itu, namun siapa yang mengetahui isi di dalam hatinya saat ini. Ada berjuta emosi yang ingin ia lampiaskan saat itu, akan tetapi ia berusaha menahan berjuta emosi itu agar ia tidak hilang kendali atas dirinya sendiri.
"Kau!. Jadi kau telah mata-matai aku?!. Kurang ajar sekali kau!." Selir Manik Keshwari semakin marah. Ia sangat marah, karena ia tidak menduga sama sekali jika Ratu Agung Selendang Merah mengetahui apa yang telah ia lakukan?. "Berani sekali kau memata-matai kediamanku!. Juga apa yang telah aku lakukan semala ini?!. Kau pikir aku tidak berani berhadapan denganmu?!, Hah?!." Amarahnya semakin memuncak karena tidak bisa menahan dirinya saat mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ratu Agung Selendang Merah.
"Tenangkan dirimu. Jangan permalukan dirimu dengan hal-hal yang tidak berguna. Apalagi kau sampai melempar kotoran ke muka rakanda gusti raja agung nantinya. Maka aku sendiri yang akan membunuhmu." Tatapan mata itu sangat tajam, sehingga Selir Manik Keshwari sangat takut.
__ADS_1
"Kegh!." Hatinya sangat mendongkol dengan ucapan Ratu Agung Selendang Merah. "Kenapa dia bisa mengetahui sejauh ini?. Apakah kedua pembantu tidak berguna itu telah mengatakannya?." Dalam hati Selir Manik Keshwari sangat marah. "Tapi tidak mungkin mereka berani mengatakan itu." Dalam hatinya mencoba menekan perasaan amarahnya yang terlanjur membuncah. Sangat sakit hatinya karena Ratu Agung Selendang Merah telah mengetahui semuanya?.
"Kau tidak usah semarah itu. Karena yang melaporkan apa yang kau perbuat selama ini bukan kedua pembantu mu. Jadi kau tidak usah marah pada mereka." Seakan-akan mengerti apa yang ada di dalam pikiran Selir Manik Keshwari, Ratu Agung Selendang Merah berkata seperti itu.
Deg!!!.
Selir Manik Keshwari sangat terkejut. "Bagaimana mungkin wanita jahat ini mengetahui apa yang telah aku pikirkan?." Dalam hatinya mulai panik dengan apa yang terjadi. "Kegh!. Terserah kau saja!." Setelah berkata seperti itu ia segera pergi meninggalkan tempat itu. Ia benar-benar tidak tahan dengan apa yang dikatakan oleh Ratu Agung Selendang Merah.
"Benar-benar wanita yang tidak tahu malu." Penasihat Raja Agung Dewandaru heran melihat tingkah laku Selir Manik Keshwari. "Sudah ketahuan melakukan hal yang tidak baik, masih saja ia berani datang menghadap gusti ratu agung." Sangat heran, tapi mau diapakan lagi ya?. "Mungkin saja karena terlalu marah, dia sampai datang ke sini hanya mengatakan hal yang tidak berguna sama sekali." Lanjutnya dengan heran.
"Jadi gusti ratu agung benar-benar telah menangkap mereka semua?." Penasihat Raja Agung Dewandaru sangat terkejut mendengarnya. "Apakah gusti ratu telah bertindak untuk menghukum mereka?. Sepertinya gusti ratu agung telah mempersiapkan segalanya." Penasihat Raja Agung Dewandaru dapat merasakan itu.
"Ya, sebentar lagi mereka akan sampai." Balas Ratu Agung Selendang Merah dengan perasaan hati yang lega.
__ADS_1
"Meraka?. Apakah kuasa, dan jibat?." Penasihat Raja Agung Dewandaru mencoba menebak apa yang dikatakan Ratu Agung Selendang Merah.
"Ya, tentu saja mereka yang telah berani membunuh manusia tanpa perasaan, dan hanya menuruti hawa nafsu yang sangat jahat." Ratu Agung Selendang Merah mencoba untuk menekan perasaannya saat ini. "Rakanda gusti raja agung sangat marah, jika ia mengetahui masalah ini sampai terjadi. Aku yakin rakanda gusti raja agung akan menghukum langsung mereka semua." Saat itu ia teringat dengan suaminya jika bertindak. Namun saat ini suaminya sedang tidak baik-baik saja. Ia juga sendang berusaha untuk menyembuhkan suaminya yang terluka karena racun.
"Kalau begitu hamba akan melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan mereka." Penasihat Raja Agung Dewandaru sepertinya memahami apa yang diinginkan Ratu Agung Selendang Merah.
"Lakukan sidang terbuka, supaya publik mengetahui alasan kenapa aku melakukan penangkapan pada keluarga menanti." Itulah perintah Ratu Agung Selendang Merah pad saat itu.
"Apakah itu tidak akan bermasalah nantinya gusti ratu?. Hamba takut akan ada pihak luar yang akan ikut campur nantinya. Membuat keributan di saat sidang terbuka itu dilakukan." Itulah yang ditakutkan oleh Penasihat Raja Agung Dewandaru saat itu. "Hamba yakin akan ada pihak yang ingin mengambil kesempatan di dalam sidang yang akan kita lakukan nantinya." Lanjutnya lagi. Ia merasa keberatan dengan apa yang diputuskan oleh Ratu Agung Selendang Merah.
"Kau tenang saja dewandaru." Ratu Agung Selendang Merah hanya tersenyum kecil saja di balik cadar merahnya. "Dengan itu kita bisa mengetahui siapa saja sekutu yang akan terlibat. Kita bisa menangkap mereka pada saat itu dengan alasan bekerjasama dengan keluarga menanti." Ratu Agung Selendang Merah memiliki ide yang lain.
"Hamba kira itu adalah ide yang sangat bagus gusti ratu." Penasihat Raja Agung Dewandaru sangat terkesan.
__ADS_1
Tapi apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Jangan lupa dukungannya.
...***...