
...***...
Lukita dan Cibatu saat ini masih berada di kediaman Yangka Patari. Mereka masih di tahan oleh Yangka Patari dengan berbagai pertanyaan yang tidak berguna sama sekali.
"Kalian telah melakukan perjalanan yang sangat jauh. Apakah kalian tidak lelah?." Yangka Patari dengan semangatnya bertanya seperti itu. "Ayo silahkan minum dulu. Biasanya prajurit yang akan mengantar bahan makanan atau uang ke wilayah kumuh selalu aku hidangkan dengan makanan enak di sini." Tanpa perasaan malu atau sungkan ia berkata seakan-akan itu memang kebiasaan yang ia lakukan jika ada prajurit istana yang mengantar bahan makanan atau uang ke wilayah kawasan kumuh.
"Orang yang sangat merepotkan. Tidak berguna sama sekali." Dalam hati Cibatu mengutuk mulut dan pikiran Yangka Patari. "Apakah ini adalah keahlian khusus yang ia miliki untuk menarik perhatian prajurit selama ini?. Sangat mudah sekali ditipu sehingga mereka tidak menyadari jika uang yang diberikan gusti ratu Anging malah diambil dengan mudahnya oleh mereka?." Dalam hatinya bertanya-tanya mengenai apa yang telah dilakukan oleh Yangka Patari dalam melakukan kejahatannya selama ini.
"Aku telah melihatnya beberapa kali. Memang sangat menyebalkan, apalagi aku tidak memiliki kekuasaan untuk menangkap mereka. Hanya mampu melihat dari jauh, hingga pada saat yang ditunggu telah tiba ." Dalam hati Lukita terus memperhatikan apa yang telah dilakukan Yangka Patari dalam mengalihkan perhatian mereka. "Pasti akan aku hajar kau setelah ini. Tidak akan aku biarkan kau melarikan diri. Kau harus bertanggungjawab atas apa yang telah kau lakukan." Dalam hati Lukita telah berjanji akan melakukannya dengan baik dalam tugas ini.
"Oh iya?. Apakah gusti ratu agung tidak mengetahui jika aku selalu memberikan tempat istirahat untuk kalian sebelum pergi ke wilayah kawasan kumuh?." Kali ini ia malah bertanya tentang hal yang lain. "Apakah kalian tidak bosan ke sana?. Apakah kalian tidak takut jika nantinya kalian di serang oleh orang-orang kawasan kumuh?. Berbahaya loh?. Buat kalian yang tidak berpengalaman masuk ke sana." Sungguh ucapan yang sama sekali tidak patut untuk dipertanyakan.
"Kenapa dia ini?!. Cerewet sekali!." Cibatu mulai kesal dengan apa yang ia dengar.
"Ohoho!. Kenapa kalian diam saja?. Jangan sungkan-sungkan. Aku tidak memberikan racun pada makanan kalian. Jangan menaruh curiga seperti itu padaku. Apakah aku ini memiliki wajah penjahat?." Karena Cibatu dan Lukita tidak juga menyentuh apa yang telah ia sajikan ia memaksa mereka untuk meminum dan memakan hidangan itu.
Grep!!!.
"Diam!. Aku sangat benci dengan orang tidak berguna seperti kau!." Cibatu tidak tahan lagi, ia cengkram kuat pipi gembul lelaki itu. Perasaan jengkel telah memuncak di dalam dirinya. "Ucapanmu sama sekali tidak berguna, dan hanya memekakkan telinga saja." Saking geregetnya ia ingin menguliti Yangka Patari dengan sekuat tenaga.
"Aleeee?. Kenapa kau bersikap kasar seperti itu padaku?." Yangka Patari sangat tidak mengerti apa yang terjadi, sungguh iya tidak mengerti sama sekali kenapa Cibatu bersikap kasar padanya.
"Hufffh!. Menyebalkan sekali orang ini." Dalam hati Lukita menghela nafas nya dengan bosan kenapa ya harus berhadapan dengan orang yang seperti ini.
BRAKH!
Saat itu pintu di dobrak dengan paksa oleh beberapa orang yang dari luar. Tentunya membuat mereka yang berada di luar sangat terkejut. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
__ADS_1
...***...
Di sisi lain, kumpulan orang-orang yang ingin menghancurkan negeri ini sedang berkumpul. Sepertinya mereka benar-benar serius ingin melakukan itu.
"Saat sidang agung yang diadakan di halaman istana, kita dapat merasakan jurus yang sangat berbahaya miliki ratu agung." Topeng Harimau mengingat kembali apa yang ia saksikan pada sidang agung pada saat itu. "Siapa yang menduga jika ia memiliki kekuatan sehebat itu." Lanjutnya.
"Kita semua tidak menduganya, jika ratu agung memiliki jurus tekanan telapak tangan dewa. Jurus itu sungguh sangat berbahaya, jurus tertinggi yang pernah aku dengar." Topeng Monyet sedikit bergetar takut membayangkan jika jurus itu mengenai tubuhnya secara langsung atau dikeluarkan secara berlebihan oleh Ratu Agung Selendang Merah pada saat sidang agung.
"Sepertinya wanita itu memiliki kepandaian yang tidak kita ketahui. Karena itulah kita harus waspada dengan apa yang akan kita lakukan." Topeng motif melingkar sepertinya lebih berhati-hati lagi. "Kita tidak boleh kalah darinya hanya karena ia memiliki kekuatan tertinggi." Topeng Motif Melingkar tidak ingin mengalami kegagalan.
"Lalu bagaimana dengan persiapan perang yang akan kita lakukan?. Apakah kita akan menambah jumlah pasukan kita?." Topeng Anjing bertanya pada mereka semua. Tentunya ia ingin mendengarkan apa pendapat mereka semua, termasuk pada ketua mereka topeng Harimau.
"Kita lihat dulu. Kali ini siapa lagi yang akan ditangkap oleh ratu agung." Topeng Harimau sebagai ketua yang menjawabnya. "Setelah itu kita akan bertindak. Aku mengetahui siapa saja yang menginginkan kekuasaan tertinggi di kerajaan ini. Kita bisa memanfaatkan mereka untuk memulai perorangan nantinya." Dibalik topengnya ia tersenyum dengan lebarnya sambil membayangkan apa yang akan ia lakukan.
"Baiklah kalau begitu. Rencana ini harus kita selesaikan dengan baik." Topeng Monyet setuju.
"Aku ingin segera masuk ke istana, menguasai tiga istana dengan penuh kebanggaan." Topeng Motif melingkar tidak sabar lagi, hingga ia membayangkan dirinya duduk di tanya tertinggi yang ada di istana.
"Hanya bangsawan yang boleh menguasai kerajaan ini." Topeng Anjing membanggakan dirinya sebagai kaum bangsawan.
"Aku sangat tidak sabar menunggu hari itu." Topeng Monyet tertawa terkekeh. Ada khayalan tersendiri yang ia rasakan pada saat itu.
"Kita akan melakukan perang secara besar-besaran. Jadi bersiaplah untuk melakukan hal yang menyenangkan. Tapi jangan sampai rencana kita diendus oleh wanita itu." Topeng Harimau memberikan peringatan pada mereka agar lebih berhati-hati dalam bertindak. "Jika rencana kita berhasil diendus oleh wanita itu, maka berakhirlah sudah rencana yang kita buat selama ini." Lanjutnya lagi. "Tapi kita harus merencanakan ini dengan matang. Supaya kita bisa menguasai negeri ini dengan sepenuhnya." Ia tidak mau rencana yang ia atur akan berantakan.
Apakah yang akan mereka lakukan?. Rencana jahat apa yang akan mereka gunakan untuk merebut istana?. Simak terus ceritanya, temukan jawabannya.
...***...
__ADS_1
Pangeran Arzaguna Basukarna dan Jendral Kuasa telah keluar dari persembunyian. Mereka tidak tahan lagi dengan apa yang telah dilakukan oleh kelima laki-laki itu.
"Ekhm!." Jendral Kuasa memberi kode pada mereka semua. Sehingga ia menjadi pusat perhatian mereka yang tidak menyangka akan melihat kedatangannya?.
"Je-jendral kuasa?. Pangeran arzaguna basukarna?!." Teriak mereka dengan histerisnya. Siapa yang akan menduganya?. Jika mereka akan tertangkap basah melakukan kejahatan di siang hari?.
"Berani sekali kalian melakukan hal yang berbahaya di kawasan ini!." Jendral Kuasa melotot marah pada mereka semua. Sehingga membuat mereka menjaga jarak dengan Jendral Kuasa.
"Kalian harus bertanggungjawab atas apa yang telah kalian lakukan di sini!." Pangeran Arzaguna Basukarna yang sedang gugup memarahi mereka semua. "Kalian tidak akan bisa melarikan diri dari apa yang telah kalian lakukan." Hawa yang ditunjukkannya juga sangat menakutkan. Membuat mereka merinding melihatnya, serta merasa tidak enak sama sekali.
"Ba-bagaiama ini?. Kita telah ketahuan." Chumbi ketakutan saat ini.
"Se-se-baiknya kita pergi dari sini." Yonji ketakutan melihat raut wajah Jendral Kuasa yang sangat menyeramkan.
"Akan berbahaya jika kita sampai tertangkap." Sokutoku memberi kode pada teman-temannya untuk segera lari?.
"Sebaiknya kita memang harus lari dari sini." Uhera tidak tahan lagi. "Aku tidak mau ditangkap oleh jendral kuasa di sini!." Kakinya terasa berat untuk melangkah saking takutnya ia saat ini.
"Baiklah, kita lari!." Mereka segera mengambil ancang-ancang untuk melarikan diri. Akan tetapi pada saat itu Pangeran Arzaguna Basukarna menggunakan jurus tangan bayangan hitam untuk menangkap mereka semua.
Tap!!!.
"Siapa yang menyuruh kalian melarikan diri setelah apa yang kalian lakukan?!, Hah?!." Amarahnya telah meledak dengan sempurna. "BERANI BERBUAT!. HARUSNYA KALIAN BERANI JUGA BERTANGGUNGJAWAB!. DASAR SAMPAH TIDAK BERGUNA!." Suaranya terdengar sangat menakutkan bagi mereka semua.
"Hiyaaaaah!. Pangeran arzaguna basukarna sangat menyeramkan sekali." Mereka sangat ketakutan melihat hawa yang ditunjukkan oleh Pangeran Arzaguna.
"Siapa sangka dia memang sangat bersemangat dalam penangkapan ini." Dalam hati Jendral Kuasa terkejut melihat bagaimana Pangeran Arzaguna Basukarna marah.
__ADS_1
Sepertinya Pangeran Arzaguna Basukarna memang sangat gugup, sehingga ia memperlihatkan kemarahan pada mereka yang telah berbuat kejahatan. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya. Jangan lupa dukungannya pembaca tercinta.
...***...